Mohon tunggu...
Lius tedju
Lius tedju Mohon Tunggu... Sedang belajar menulis

You'll Never Walk Alone

Selanjutnya

Tutup

Puisi

#FathersDay: Hambar

17 Juni 2019   18:10 Diperbarui: 17 Juni 2019   18:21 0 8 4 Mohon Tunggu...

Hambar

September hambar
Terasa kasar
Menampar
Mencakar dan mencekik leher
Sakit, mengusik nalar
Tidak berdasar
Apakah aku harus menerima takdir?

Andai aku disana sebentar
Nikmati merekahnya fajar
Ditemani lagu yang kuputar
Egoku tak bisa bersabar
Pergi mengejar impian yang besar
Hah, besar?? Hambar!!

Tubuhmu tlah kaku terbujur
Tak kudengar pesan terakhir
Sebagai bekal dan dasar
Karena kemarin Kau berujar
"Aku hanya tidur sebentar"!

Mematung disudut kamar
Bersandar
Tatapan kabur
Jatuh tersungkur
Ribuan kenangan yang belum terkubur

Anganku kita akan berlibur
kembali ke peraduan dengan berlayar
Memanen jasa yang tlah kau tabur
Ketika kelak aku sudah besar
Itulah janji setiap aku tertidur
Namun semua lenyap dibakar takdir
'Tak lagi terkejar
'Tak lagi terbayar

Oktober yang (mungkin) tak pernah berakhir
Oleh sunyi aku tersadar
Tiga puluh hari tanpa kabar
tanpa suaramu yang menggelegar
tanpa melihat tubuhmu yang tak lagi kekar
Dan pandaimu berkelakar
Terhibur!

Selamat malam tuan Inspirator
Apa kabar?
Bisakah kau hadir
walau hanya sebentar?
berdua memandangi bintang yang berpijar
Karena tanpamu aku hambar

Ditulis : 02-september-2017

KONTEN MENARIK LAINNYA
x