Mohon tunggu...
Lita Lestianti
Lita Lestianti Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Ibu rumah tangga

No culture, No Future!

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Rasa Bumbu Kacang Rujak Pojok yang Tak Pernah Berubah Selama 61 Tahun

28 Februari 2019   22:22 Diperbarui: 28 Februari 2019   23:10 63 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Depot Rujak Pojok Malang (dok.pri)

Jika berkunjung ke suatu daerah, biasanya orang akan mencari kuliner yang khas daerah tersebut. Di Malang sendiri banyak sekali kuliner legendaris yang mungkin tak semua orang tahu. Bahkan yang terkenal pun belum tentu legendaris. Salah satunya adalah warung rujak yang sudah berdiri berpuluh tahun yang lalu.

Namanya Warung Rujak Pojok. Lokasi warung ini dekat dengan stasiun Kota Baru Malang sekitar 50 meter yaitu di Jalan Pajajaran. Persis di sevelah Taman Trunojoyo.

Sejarah Depot Rujak Pojok

Depot Rujak Pojok ini menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Malang. Depot ini berdiri tahun 1958, dimana pada saat itu belum banyak pesaing penjual rujak. Warung ini merupakan usaha keluarga sehingga dimiliki dan dikelola oleh keluarga secara turun-temurun.

Pasangan suami istri, Then Pian Sen dan Oe Tjie em, merintis usaha kuliner rujak yang masih jarang penjualnya. Mereka mendirikan warung rujak pada tahun 1958. Tahun 1963, warung ini pindah ke Jalan Pajajaran No 25B sampai sekarang. Warung ini dinamakan warung Pojok karena berada di pojokan jalan. Tahun 1965, ketika terjadi peristiwa Gestapu, warung Rujak Pojok ini kemudian berhenti sementara selama 3 tahun. Setelah kondisi aman, tahun 1968, warung Pojok kembali dibuka.

Setelah itu, sekitar tahun 1975-1988, warung dikelola secara penuh oleh Then e Chen alias Maryam, muallaf ketika menikah dengan Abdullah. Tahun 1988, warung dikelola oleh Hendro Kusumo, putra kedua dari Abdullah dan Maryam. Tahun 1988, warung Pojok ini resmi berubah nama menjadi "Depot Rujak Pojok". Tahun 2004 sampai sekarang, warung di kelola oleh Andry Kusuma.

Keunikan

Jika kita datang ke warungnya sekarang, kita akan melihat banyak sekali menu-menunya. Tak hanya rujak cingur dan rujak manis, tapi juga Lontong Cap Gomeh, Soto, Rawon, Nasi Campur, Gado-Gado, kare, pecel dan lain-lain. Menu minumannya juga bervariasi seperti es kolak, dawet, jus buah, es kacang merah, dan lain-lain.

Sebelum ada menu itu semua, menu yang dijual saat buka pertama dulu hanya rujak dan es kolak. Sampai sekarang menu itu masih ada.

Meski telah berganti generasi, bahan bakunya tak berubah, begitu juga rasanya.  Ulekannya di tangan adik Pak Andry rasanya hampir sama dengan ulekan dari buyut-buyutnya dibanding ulekan yang lain. Seperti ada rohnya.

Rujak Cingur (Kanan), Gado-Gado (Kiri) (Dok.pri)
Rujak Cingur (Kanan), Gado-Gado (Kiri) (Dok.pri)
Selain menu rujak dan es kolak yang legendaris, ada pula menu yang tidak lama ini dijual di Depot Rujak Pojok. Yaitu Lontong Cap Go Meh. Dari namanya saja, kita sudah menduga kalau menu ini khas orang Tionghoa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kuliner Selengkapnya
Lihat Kuliner Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan