Lita Lestianti
Lita Lestianti Ibu rumah tangga

No culture, No Future!

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Tak Akan Lupa Perjuangan Merasakan "Railway Mountain Tour"

10 November 2018   23:43 Diperbarui: 11 November 2018   12:52 530 0 0
Tak Akan Lupa Perjuangan Merasakan "Railway Mountain Tour"
Dipo Lokomotif

Semarang adalah salah satu kota yang pernah saya tinggali selama dua tahun. Waktu yang sangat singkat untuk mengenal kota yang terkenal dengan bangunan bersejarah Lawang sewu. Tak cukup pula untuk mengunjungi semua tempat wisata menarik di Semarang dan sekitarnya.

Beruntung, akhir September, saya dan keluarga kecil saya mengunjungi kota pesisir dan perbukitan itu. Sampai saya di Semarang, saya masih bingung akan pergi ke tempat wisata apa di Semarang. Saya ingin tempat wisatanya yang ramah anak dan pastinya anak saya excited kalau pergi ke tempat wisata itu.

Saya pun kontak teman-teman saya di Semarang. Saya juga browsing di internet tentang tempat wisata di Semarang. Saya sempat menemukan artikel dari Pegipegi yang membahas tentang wisata ke Museum Kereta Api. Travel Tips Pegipegi dan saran dari teman saya membuat saya menjatuhkan pilihan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai destinasi wisata saya. Hal yang membuat saya tertarik adalah kita bisa naik kereta wisata. Saya pun tidur malam di hotel dan membayangkan betapa senangnya anak saya bisa naik kereta wisata di Museum Kereta Api.

Setelah saya check out dari hotel yang saya pesan daring (online). Sekarang emang banyak banget travel agent online yang memudahkan kita pesan hotel, tiket kereta dan tiket pesawat online. Salah satunya di aplikasi Pegipegi atau di websitenya Pegipegi.com ya. Nggak cuma hotel tapi juga pesawat dan kereta api. Biasanya ada promo juga kalau pesan di aplikasi atau website Pegipegi khusus bagi member Pegipegi.

Perjalanan saya ke tempat wisata sejarah itu selama hampir satu jam tepatnya di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Saya tak paham kenapa pagi-pagi, belum sarapan pula, saya harus lari-lari menuju loket dengan orang-orang yang ingin naik kereta wisata.

Jadi, judul pagi itu adalah berkejar-kejaran demi kamu!

Meskipun sempat salah jalan (Tuh kan, saya benar-benar belum hapal daerah Semarang), saya tiba di Museum Kereta Api Ambarawa sekitar pukul 07.30 padahal museum buka pukul 08.00. Saya kira saya bakal orang pertama yang akan tiba di sana. Betapa terkejutnya saya karena sudah banyak kendaraan yang berhenti di depan pagar museum!

Baiklah, saya kalah gasik (pagi).

Seorang pegawai berpakaian ala penjaga stasiun jaman dulu berkata, "Nanti masuk stasiun pasti banyak orang balapan seperti di sirkuit."

Oh, baiklah.

Saya harus siapkan strategi. Saya pun berdiskusi pada suami di dalam mobil seakan-akan hendak pergi berperang. Saya lihat banyak sekali ibu-ibu dan bapak-bapak berdiri di depan pagar padahal mereka ikut rombongan mobil.

"Gini aja, gimana kalo aku ikut lari mendahului mereka," kata saya pada suami sambil menunjuk ke arah ibu-ibu yang siap menunggu gerbang museum dibuka.

"Ya, mending ikut aku lah! Lebih cepat naik mobil," kata suami dengan yakinnya, "Gerbang yang dibuka cuma ini. Udah pasti mobil kita lebih duluan masuk karena kita pas di depan gerbangnya."

Saya melihat posisi mobil saya dibanding mobil lain. Mungkin benar juga tapi saya yakin saya lebih cepat kalau berlari.

"Yaudah deh, siapa yang duluan dia yang antri. Aku ikut ibu-ibu itu aja lari," kata saya.

"Ayo, deh!"

Saya pun keluar dari mobil dan ikut berada di barisan ibu-ibu yang akan berebut masuk museum. Pak satpam sudah mulai membuka gerbang, ibu-ibu mulai saling mendorong masuk. Masyaallah, baru kali ini saya masuk museum kayak masuk Hall konser. Rebutan! Ckckck. Saya sempat merekam kekonyolan para pengunjung yang berlari-lari itu. Begitu pun saya ikut berlari bersama mereka. Saya merasa konyol sekonyol-konyolnya!

Sayangnya, saya sudah jarang berlari. Jadi saya ngos-ngosan. Saat saya berlari, mobil suami saya masuk sebagai yang pertama. Ia masuk dengan reaction time yang benar-benar tinggi. Alias melaju dengan cepat. Haha. Mobil kedua menyusul mobil suami saya dengan kecepatan yang tak kalah tinggi. Mobil ketiga pun begitu. 

Mobil suami sudah parkir lebih dulu kemudian disusul mobil kedua dan ketiga. Tapi Suami dan anak saya tak kunjung keluar dari mobil. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3