Mohon tunggu...
Nurmalita PutriRizkia
Nurmalita PutriRizkia Mohon Tunggu... Lainnya - Ada

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pemberdayaan Keluarga Dhuafa

22 Januari 2022   22:38 Diperbarui: 22 Januari 2022   22:39 89 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

 

Keluarga dhu'afa dimaknai sebagai kumpulan sanak saudara yang berada dalam satu tanggungan yang secara ekonomi lemah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari harinya dengan layak. contohnya adalah fakir miskin, anak terlantar, orang cacat dan anak-anak yatim piatu 

.  

Artinya:
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. 

Orang-orang yang bertakwa itu selalu taat dalam melaksanakan ajaran Allah, dan mereka juga menyadari bahwa pada harta benda yang mereka miliki sesungguhnya ada hak yang mesti dikeluarkan, baik berupa zakat maupun sedekah, untuk orang miskin yang meminta bantuan dan orang miskin yang tidak mengulurkan tangan untuk meminta kepada orang lain.

Rabu, 12 Januari 2022 kami sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka melakukan pemberdayaan keluarga dhuafa. Kegiatan ini merupakan tugas dari mata kuliah kemuhammadiyahan. Melalui kegiatan ini mahasiswa dilatih untuk melakukan pemberdayaan sosial sehingga tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Kami dari kelompok 3 yang beranggotakan :
*Kharisma Alif Perdana Putra 2002025220
*Nurmalita Putri Rizkia 2002025161
*Suminarti 2002025155
Ingin membantu meringankan kebutuhan hidup saudara kita yang membutuhkan bantuan kita. Ada beberapa proses yang kita lalui yaitu mencari target dan survey, fundraising, dan yang terakhir penyaluran.

Target keluarga dhuafa : Ibu mita dan mertuanya

Permasalahan utama yang kami angkat adalah mengenai isu ekonomi keluarga Ibu Mita. Dari hasil observasi yang kami dapatkan, kondisi ekonomi Ibu Mita termasuk dalam kategori kaum dhuafa. Beberapa faktor yang menyebabkan Ibu Mita masuk dalam kategori tesebut adalah karena Ibu Mita adalah seorang penjual makanan ringan seperti baso, sosis, otak-otak, dan lain-lain yang tidak menentu penghasilannya, dan Suaminya juga hanya membantu menjual sate dipinggir jalan yang berpenghasilan Rp 50,000/hari dan itu digunakan untuk membiayai 5 orang anggota keluarga.
Kemiskinan masih menjadi tantangan bangsa Indonesia. Kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin kian hari semakin tajam dan memprihatinkan. Hari-hari ini, tidaklah sulit untuk menemukan masyarakat yang hidupnya menderita, miskin, lemah, terbelakang, hidup terkatung-katung dengan kebutuhan hidup yang sangat tinggi. Banyak yang kami temukan, di antaranya keluarga Ibu Mita, penduduk kp.sawah Cileungsi yang kami pilih sebagai obyek dalam gerakan pemberdayaan keluarga Dhuafa yang kami lakukan.
Berangkat dari kesadaran dan spirit Qur'an surat Al-Ma'un, kami ingin memberdayakan kaum dhuafa di sekitar kami dimulai dengan melakukan penelusuran (observasi). Setelah kurang lebih satu minggu kami mencari informasi, akhirnya kami menentukan bahwa keluarga Ibu Mita yang layak kami bantu untuk diberdayakan. Alasan kami memilih keluarga Ibu Mita karena keluarga Beliau termasuk kategori kaum dhuafa, Ia memiliki 1 anak, memiliki pekerjaan yang bisa diberdayakan, serta memiliki motivasi untuk menjadi lebih baik.
Ibu Mita berumur 20 tahun, memiliki seorang suami dan memiliki 1 orang anak dan mertua. Suami dari Ibu Mita bekerja membantu tukang sate, yang tiap hari nya di bayar Rp 50.000 ribu rupiah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari nya, Ibu Mita juga bekerja sebagai pedagang jajanan seperti sosis, baso dan naget goreng di rumah nya untuk membantu suaminya. Penghasilannya pun tidak seberapa, pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang telah dilakukannya selama pandemi ini. Sebelumnya Ibu Mita pernah bekerja di pabrik, namun karena pandemi Ibu Mita diberhentikan dari tempat kerjanya tersebut, dan akhirnya demi membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarganya Ibu Mita berinisiatif membuka usaha jajanan anak-anak dengan modal seadanya yakni kurang lebih Rp 300.000,00.
Ibu Mita dan keluarganya tinggal di kontrakan yg berada di kp.sawah Kel. Cileungsi Kidul Kec.Cileungsi Kab.Bogor, di kontrakan yg sangat kecil Mereka tinggal enam orang. tiap bulannya membayar kontrakan dan bayar listrik sebesar Rp 750.000,00.

keadaan target
keadaan target

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan