Mohon tunggu...
Lisya Zuliasyari
Lisya Zuliasyari Mohon Tunggu... Lainnya - Student

Student

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Upaya Peningkatan Kualitas dan Kreativitas Guru Abad 21 melalui Pelatihan Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis IT

6 November 2021   00:01 Diperbarui: 6 November 2021   08:26 486 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto: Pemateri dan para guru peserta pelatihan (Dokumentasi Pribadi, 2019)

Malang - Abad 21 merupakan era di mana profesionalisme di bidang pendidikan sedang gencar-gencarnya untuk diwujudkan, salah satu caranya dengan diberikannya Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) untuk guru yang tujuannya juga untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan para guru di Indonesia. Tunjangan yang diberikan oleh pemerintah juga diiringi oleh adanya tuntutan peningkatan produktivitas para guru dalam dunia pendidikan. Tuntutan tersebut membuat para guru menjadi lebih aktif untuk mengikuti berbagai seminar dan pelatihan atau workshop yang diadakan oleh Dinas Pendidikan serta lembaga pendidikan lainnya. Tujuannya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan terkait proses pembelajaran agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

            Pada 13 Juli 2019 Program Studi S1 Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Neni Wahyuningtyas, M.Pd (dosen Prodi IPS) yang sekaligus menjadi pemateri menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis IT. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 1 Pakis dengan peserta sebanyak 55 orang yang merupakan guru-guru Mata Pelajaran IPS jenjang SMP/MTs yang tergabung dalam MGMP IPS Kabupaten Malang. Para guru yang menjadi peserta pelatihan sangat antusias dan senang dalam mengikuti pelatihan ini.

            Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas para guru abad 21 dalam mengenalkan dan mengembangkan media pembelajaran dengan aplikasi appypie berbasis android. Pembukaan kegiatan diawali dengan memberikan pengenalan terkait ragam dan pentingnya pengembangan media pembelajaran sederhana maupun yang berbasis IT seperti aplikasi appypie. Kemudian pemateri memperlihatkan keunggulan media ini dibandingkan media lainnya, serta memperlihatkan sekaligus mendemonstrasikan beberapa hasil pengembangan media appypie agar dapat menjadi contoh untuk peserta secara langsung. Tujuannya untuk memperlihatkan kepada peserta bahwa dalam media appypie semua media baik itu gambar, foto, suara maupun video bisa digunakan sebagai bahan dalam pengembangan media. Selanjutnya para guru dijelaskan berbagai macam fitur-fitur yang terdapat dalam appypie, proses kerja aplikasi, serta cara mengembangkan materi dengan media appypie ini.

                Setelah kegiatan penyampaian materi selesai tim membuka sesi tanya jawab dan diskusi ringan dengan peserta. Pada kegiatan ini diberikan porsi yang besar untuk lebih mendekatkan sekaligus mengetahui apa saja yang menjadi kesulitan bagi peserta dalam mengembangkan media pembelajaran terutama yang berbasis IT. Tak lupa pula ditekankan bahwa inti dari pembuatan media ini hanya dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran, sehingga perlu diperhatikan isi dari appypie, yang dimaksud disini, karena hanya sebagai alat bantu, sebaiknya yang ditulis dan dimasukkan dalam aplikasi hanya point-point penting dari materi yang digunakan.          Kegiatan tahap selanjutnya yang diikuti oleh para guru yaitu pengembangan media, di sini guru-guru didampingi secara langsung bagaimana cara memproduksi media appypie dengan mengadopsi model 4-D dari proses desain hingga produksi media siap pakai. Pendampingan ini dilakukan secara intensif oleh tim untuk memaksimalkan kinerja para guru agar dapat menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan berkualitas.

Foto : Tim memberikan pendampingan ketika peserta mengembangkan media (Dokumentasi Pribadi, 2019)
Foto : Tim memberikan pendampingan ketika peserta mengembangkan media (Dokumentasi Pribadi, 2019)

                Dari kegiatan ini diketahui bahwa para guru memiliki kendala dalam mengembangkan media pembelajaran yang bervariasi karena mereka merasa tidak mahir, repot, dan kesulitan dalam memahami dan menggunakan teknologi komputer. Beberapa guru lainnya menjelaskan jika dengan pengembangan media ini, siswanya pasti senang mengikuti pembelajaran IPS. Mengingat selama ini guru tersebut mengajar hanya dengan ceramah dan tidak ada variasi lain dalam pembelajarannya. Media-media seperti appypie ini akan sangat membantu siswa dalam mengkonkretkan materi, memotivasi siswa dalam belajar dan memudahkan dalam akses mendapatkan informasi tambahan di luar buku teks.

            Hal ini menggambarkan semakin berkembagnya masyarakat digital, maka dari itu guru juga harus segera mentransformasikan diri, baik secara teknik maupun sosio-kultural mengakrabkan diri dengan dunia digital. Jika hal tersebut telah dibudayakan, maka kualitas dan kreativitas guru akan meningkat. Kompetensi guru untuk mendidik pada era pembelajaran digital perlu dipersiapkan dengan memperkuat pedagogi siber pada diri guru. Guru harus lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan mampu memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk mendesain pembelajaran kritis, kreatif, dan menyenangkan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan