Mohon tunggu...
Listianawati
Listianawati Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Manajemen Universitas Diponegoro

Haloo

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Corona Kian Merebak, Mahasiswa Undip Ajak UMKM Batik dan Desa Maju Lawan Corona #KKNPulangKampung

14 Agustus 2020   09:09 Diperbarui: 14 Agustus 2020   15:15 164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pekalongan (12/8). Pada masa pandemi seperti ini, Universitas Diponegoro (Undip) tetap menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, dalam pelaksanaan kegiatan KKN ini tentu tidak seperti biasanya.

Jika dalam keadaan normal, KKN dilakukan dengan berkelompok dan ditempatkan ke berbagai daerah oleh Undip. Sedangkan KKN pada periode ini dilaksanakan secara individu di daerah masing-masing mahasiswa, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Tema dari kegiatan KKN yang dilaksanakan pada 5 Juli-15 Agustus ini adalah Pemberdayaan Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Setiap mahasiswanya diwajibkan merancang program yang terdiri dari 2 kegiatan keilmuan yang diselaraskan dengan kondisi pandemi Covid-19 dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu mahasiswa Undip asal Desa Pacar, Tirto, Pekalongan pun merancang program yang telah diinstruksikan untuk melaksanakan kegiatan KKN. Program tersebut adalah Pemberdayaan UMKM Batik Mandiri dan Desa Sehat tanpa Coronavirus.

1. Pemberdayaan UMKM Batik Mandiri

Dalam masa pandemi saat ini, tidak mudah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk tetap menjalankan usahanya dalam situasi dan kondisi yang tidak kondusif seperti biasanya, salah satunya dalam menjual produk UMKM secara langsung (offline).

Apalagi jika UMKM tersebut mengandalkan penjualan offline sebagai sarana utama dalam memperoleh laba dan tidak menggunakan penjualan produk secara online. Seperti yang dialami oleh UMKM Batik Nadiya yang terletak di Desa Pacar, Tirto, Pekalongan.

Pada keadaan normal sebelum pandemi, UMKM Batik Nadiya memproduksi batik sesuai dengan pesanan yang diterima dari pembelinya maupun memproduksi batik secara mandiri untuk dijual langsung ke beberapa pasar diluar kota, terutama pasar yang berada di Kota Surabaya. 

Namun, sejak pandemi yang berakibat ditutupnya pasar termasuk pasar yang berada di Kota Surabaya, UMKM Batik Nadiya pun mengalami penurunan omset yang sangat terasa pengaruhnya bagi UMKM, begitu pernyataan dari Ahmad Syafi'i selaku penanggung jawab UMKM tersebut.

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Mahasiswa Undip merancang program Pemberdayaan UMKM Batik Mandiri, yang bertujuan agar UMKM Batik Nadiya dapat melewati masa pandemi ini dengan tenang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun