Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli Gizi

Lecturer at Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik ❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Hari Gizi Nasional ke-57, Ajak Masyarakat Konsumsi Sayur dan Buah dari Petani Lokal!

25 Januari 2017   14:29 Diperbarui: 25 Januari 2017   16:39 1088
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di bulan Januari, tepat di tanggal 25 terdapat sesuatu yang selalu diperingati sejak 1960 lalu. Adalah peringatan Hari Gizi Nasional yang ditahun ini berarti telah memasuki angka ke-57. Setiap tahunnya pula, tema yang diusung untuk memperingati Hari Gizi Nasional atau disingkat HGN selalu bervariasi. Dan di tahun 2017 ,tema berfokus pada "Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat". Apa pentingnya ya?

Sekilas Soal Gizi

Jika berbicara tentang gizi, kita pasti akan langsung menghubungkannya dengan makanan. Ya, memang benar, zat gizi bisa diperoleh dari berbagai makanan yang kita makan.

Menurut jumlah yang kita butuhkan, zat gizi terbagi menjadi dua, yaitu makronutrien (yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak contohnya karbohidrat, protein dan lemak) dan mikronutrien (dibutuhkan dalam jumlah sedikit contohnya mineral dan vitamin). Namun, bukan berarti bahwa jumlah yang sedikit lalu jadi tidak penting karena kita membutuhkan keduanya agar tubuh dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Kenapa Menekankan Konsumsi Sayur dan Buah?

Semua pasti tahu bahwa sayur dan buah adalah sumber serat, yang di samping itu juga merupakan sumber mikronutrien penting, yaitu vitamin dan mineral. Oya, beberapa vitamin memang bisa dihasilkan tubuh sepeti vitamin K yang diperoleh dari bakteri yang ada dalam usus, namun tidak dengan mineral. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, apa orang Indonesia sudah cukup konsumsinya?

Dari hasil Riskesdas 2013 ternyata bisa ditarik simpulan bahwa konsumsi sayur dan atau buah di Indonesia masih rendah. Jika dibandingkan dengan tahun 2007 pun tidak ada beda yang signifikan, yaitu masih berada diangka nasional sebesar 93,5 persen. Baru 1 dari 10 orang di Indonesia yang konsumsi sayur dan atau buah? Ya, data berbicara demikian. 

Padahal sudah banyak diketahui, bahwa konsumsi sayur buah yang kaya serat dapat memberikan manfaat kesehatan seperti menjaga berat badan sampai mengurangi risiko terkena diabetes atau penyakit jantung. Angka perilaku konsumsi berisiko tersebut juga menduduki peringkat paling atas jika dibandingkan dengan perlilaku lain seperti konsumsi bumbu penyedap, makanan dan minuman manis, juga makanan berlemak. Oya, pada penelitian ini melibatkan penduduk berumur di atas atau sama dengan 10 tahun, bukan pada anak-anak.

Jadi, masuk akal jika kemudian pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mulai gencar untuk menyadarkan masyarakat, seperti mengajak untuk konsumsi sayur dan buah seperti tema yang menjadi pokok HGN tahun 2017 ini. Adapun yang disarankan adalah sayur 3-4 porsi dan 2-3 porsi buah setiap harinya.

Memberdayakan Sayur dan Buah Nasional, Bukan Mustahil

Satu poin penting yang dibahas dari tema HGN adalah kata Nusantara yang disematkan setelah kata sayur dan buah. Yang dapat diartikan bahwa konsumsilah sayur dan buah yang kita tanam di Tanah Air, dari petani lokal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun