Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi

❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Menemukan "Mutiara" di Jogja

13 Januari 2021   21:43 Diperbarui: 14 Januari 2021   08:16 113 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menemukan "Mutiara" di Jogja
dopri | kiriman

Ah, masa sih?

Apa yang terlintas dipikiranmu ketika sedang berada di Jogja lalu teringat orang terdekat yang ingin kamu bahagiakan tapi tidak sedang bersamamu? Pikiran itu bisa kamu wujudkan dengan: Bakpia.

Makanan manis dari adonan tepung yang dipanggang lalu diisi berbagai isian, mulai dari yang versi kacang hijau sampai kekinian, itubisa jadi jawaban atas pikiranmu.

 Bawakan saja buah tangan yang sudah auto diingat sebagai makanan khas kota istimewa tersebut. Bakpia yang bisa menjadi wujud bahwa kamu mengingat orang-orang yang kamu beri saat berada di sana. 

Aih, semanis rasanya.

Bakpia, Jawa x Tiongkok

Ada yang menarik dari kehadiran Bakpia di Jogja, yang sebenarnya merupakan perpaduan antara dua budaya yang berbeda. 

Bakpia adalah bukti bahwa Jawa dan Tiongkok bisa disatukan. Jadi jika menganggap bakpia adalah makanan khas Jogja, ternyata tidaklah sepenuhnya benar. Sebab asal awalnya justru dari negeri seberang.

Diambil dari tirto.id, bakpia berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang diartikan sebagai kue atau roti yang berisikan daging. Dari dialeg itu, masyarakat Indonesia menggunakan pia atau kue pia.

Jika pada awalnya bakipa dibuat menggunakan isian daging dan minyak dari babi, bakpia di Indonesia -khususnya Jogja- sudah dimodifikasi dengan menjadikan bakpia menjadi kue yang berisi kacang hijau dan lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x