Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi yang sedang Melanjutkan Studi

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Kenapa Saya Mematikan "Terakhir Dilihat" dan "Centang Biru" di WhatsApp?

15 Oktober 2019   13:55 Diperbarui: 15 Oktober 2019   19:05 0 42 17 Mohon Tunggu...
Kenapa Saya Mematikan "Terakhir Dilihat" dan "Centang Biru" di WhatsApp?
ilustrasi | unsplash.com

Kok nge-chat kamu ga pernah berubah jadi biru? Kirain nggak ke kirim~

WA (Whatsapp)-nya aktif?Nggak pernah liat kamu online~

Hehe.

Ternyata memilih pilihan untuk mematikan last seen atau terakhir dilihat dan centang biru yang menandakan bahwa pesan itu sudah terbaca membuat saya sering ditanya: kenapa?

Apakah saya sedang punya masalah seperti ingin menghindari sesuatu, sombong atau lebih ekstrem antisosial? Yakali antisosial kok mainan media sosial, yhakhan.

Orang boleh menduga, tapi yang saya lakukan ini memang sudah menjadi kesadaran saya sendiri. Tidak karena disuruh apalagi ikut-ikutan agar terlihat misterius atau lebih ke sombong,ya.

Lagipula sudah lama saya melakukan untuk memilih pilihan tersebut. Bukan yang tiba-tiba seperti habis patah hati paling serius. Tidak. Tidak ada momen besar yang melatarbelakanginya. Saya sendiri yang mau begitu.

Ketika Saya Melemparkan Pertanyaan Ini pada Teman-teman
Iseng. Saya pun mencoba untuk melemparkan pertanyaan serupa pada teman-teman saya di media sosial Instagram. Begini: Apakah kamu mematikan last seen/status "online"/ dan centang biru* di WA? (*bolehsalahsatu). Pilihan jawaban: Ya dan Tidak.

Surveiseng di ig saya~
Surveiseng di ig saya~
Ternyata respon di awal sempat saling mengejar dan cukup banyak yang mengikuti. Terakhir ketika saya menulis artikel ini, sudah ada 57 akun (yang jelas akunnya punya orang,ya. Bukan robot. Haha) yang terlibat dalam survei iseng tersebut.

Dari perolehan data diketahui lebih sedikit yang menjawab IYA atau melakukannya, yaitu hanya 35 persen. Sedangkan sisanya, tidak pernah/belum. Sebenarnya hasil ini sudah saya prediksi, hanya saja untuk hasilnya ternyata tidak sekecil yang saya kira. HAHA. Termasuk banyak -walau tidak banyak banget juga ---ternyata yang seperti saya, ya. #caritemenemang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x