Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli Gizi

Lecturer at Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik ❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Caraphernelia

11 Januari 2019   23:46 Diperbarui: 12 Januari 2019   22:40 640
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi | https://www.deviantart.com/

"Udah  , Tuan Putri?"

"Sudaah.. Yok!!"

"Kalau udah, turun dong "

"Ihh kamu, masi aja ngajak ngelucu dulu. Kita ini beda sekolah loh. Jangan sampai aku telat . Kalo kamu yang telat sih aku rela hehe", katanya  menimpal dengan cekikikan.

"Loh..jadi gitu. Turunin beneran deh ini kalo gitu" jawab Josua berubah judes.

"Eh bercandaa. Yuk yuk.." gadis itu merajuk.

Mesin motor pun dinyalakan, suaranya makin menjauh  dan samar-samar keduanya hilang. Menuju sekolah meraih cita-cintanya.

***

Bandung, 5 Januari 2016

Tatapannya menyapu dan ruangan ini  memang masih kosong. Suasana lengang. Mirip  saat jam kuliah pagi.  Tak biasanya, padahal jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Kalender pun mengabarkan ini malam minggu. Kemana muda-mudi yang membawa romansa dan bau parfum pheromone. Apa mereka takut baunya luntur terkena hujan? Ah iya, tempat ini mungkin justru malah sedang bahagia--atau gadis itu--, karena tak perlu jadi penonton kisah klise gejolak muda-mudi labil.

Kemudian seseorang mencairkan pandangan Kinanti yang sempat membeku  di depan pintu sebuah Cafe. Wajah yang sudah tak asing.  Senyum dua centimeter kanan kiri pada bibir wanita itu barangkali jadi make up wajib daripada  pipi ber-blush on yang rasanya ingin mengalahkan pesona senja atau gincu yang mirip vampire persis setelah menghisap korbannya.  Kinanti mulai mencair kena radiasi senyumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun