Listhia H Rahman
Listhia H Rahman pelajar/mahasiswa

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ listhiahr@gmail.com❤ IG : listhiahr ❤

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

Agar Belanja Jelang Ramadan Tak Menguras Dompet dan Waktumu, Begini Caranya!

15 Mei 2018   21:48 Diperbarui: 16 Mei 2018   06:20 1850 14 6
Agar Belanja Jelang Ramadan Tak Menguras Dompet dan Waktumu, Begini Caranya!
Ilustrasi: kompas.com/shutterstock

Belanja, aktivitas yang banyak dilakukan jelang menyambut bulan Ramadan ini memang bukan jadi keharusan yang utama. Tetapi, tidak dipungkiri banyak orang beramai-ramai melakukannya sebagai salah satu bentuk persiapan yang tidak boleh dilewatkan. Termasuk kamu, ya?

Seperti sabtu lalu, saya dan kedua orang tua menyempatkan berbelanja di dua supermarket di Magelang untuk membeli beberapa kebutuhan. Kenapa dua? Bukan berarti kami membuang-buang uang lho.

Hanya saja, kami memang sengaja untuk membeli barang yang kira-kira paling murah dari keduanya. Ya, meski kami tidak hafal semua harga, paling tidak pengalaman sebelumnya dari berbelanja di supermarket ini bisa memberikan gambaran umum soal kisarannya.

Untuk persiapan jelang Ramadan, tidak terlalu banyak yang kami beli. Kami hanya membeli kebutuhan yang sekiranya perlu dan syukur-syukur bisa berjangkapanjang seperti membeli beberapa kemasan kurma, tepung terigu, minyak goreng, mie telur, dan beberapa makanan kaleng wafer untuk dijadikan stok jelang puasa syukur awet sampai lebaran (baca: mumpung diskon!).

Hal itu juga yang hampir sama dilakukan dengan konsumen lain yang saya temukan disana,yang tidak jauh dengan barang-barang yang saya bawa. Ya, namanya saja bahan-bahan pokok, ya. HAHA.

Saya bersyukur. Ternyata belanja kami sabtu lalu tidak membuat membuang waktu sia-sia juga pengeluaran yang wajar. Bukan cuma karena kondisi pengunjung yang belum ramai, juga kami tahu apa yang sekiranya kami harus ambil dan mana yang tidak perlu-perlu amat. Nah, untuk lebih detailnya begini tips sukses belanja jelang Ramadan yang bisa juga kamu lakukan.

  • Belilah sesuatu yang jelas-jelas kamu butuhkan, kalau perlu catat agar tidak terlewat

Pernah gak mau belanja apa malah lupa? Malah membeli sesuatu yang ternyata nggak perlu? Kalau pernah, saya rasa kamu juga banyak temannya. Salah satu penyakit belanja yang dianggap biasa ya yang seperti ini contohnya.

Tetapi bukan berarti penyakit ini tidak bisa disembuhkan, sebab obatnya juga datangnya dari diri sendiri. Dari obat-obat yang bisa jadi penangkalnya, meluruskan niat apa saja yang mau dibeli sebelum berbelanja salah satu caranya.

Kalau meluruskan niat belum ampuh, coba dengan menulis daftar belanjaan apa yang harus kamu benar-benar beli. Sebab menjelang Ramadan seperti ini daya tahanmu untuk berbelanja yang perlu bisa melemah akibat adanya serangan diskon yang nggak tanggung-tanggung dari barang yang kamu sebenarnya tak perlu.

Ingat bulan puasa bukan mengajarkan untuk boros, ya. Jadi, mau beli apa saja, tentukan! Kalau perlu tulis dan catat agar tidak terlewat.

  • Ingat KLIK disetiap membeli barang-barang, jangan sampai baru menyesal ketika sampai di rumah!

Jangan asal mengambil barang! Meski akan banyak kamu lihat pemandangan barang-barang keperluanmu itu, bukan berarti barang tersebut bebas kamu pilih. Ada baiknya juga tetap mengecek KLIK pada tiap barang yang kamu beli. KLIK di sini merupakan kepanjangan dari Kemasan, Label, Ijiin edar dan Kedaluwarsa.

Pastikan kemasan barang yang kamu pilih tidak cacat seperti tidak penyok atau tidak sobek apalagi ada bekas gigitan tikus! Perhatikan label dikemasan, baik itu label gizi atau komposisi.

Jangan sampai, ada bahan yang membuatmu jadi merugi karena alergi,misalnya. Izin edar juga tidak boleh disampingkan, coba perhatikan ada nggak tanda MD (makanan dalam negeri) atau ML (makanan impor) yang resmi dikeluarkan oleh BPOM. Tentu yang tidak asing, deretan angka kedaluwarsa juga harus terlihat agar kamu bisa menentukan makanan ini masih aman atau tidak untuk dimakan.

  • Bonus : tips ampuh meminimalisir waktu tunggu di kasir, agar waktumu tidak sia-sia hanya untuk membayar saja

Pernah menghabiskan waktu menunggu membayar lebih lama daripada berbelanja? Kalau pernah kita sama.Terlebih dimasa-masa jelang Ramadan sampai nanti lebaran, barangkali pemandangan mengular di kasir jadi biasa dan menjadi tantangan sendiri.

Mau lewat jalur cepat, tapi barang yang dibeli jumlahnya nanggung?

Jangan khawatir. Selalu ada cara yang bisa kamu coba untuk meminimalisir agar tidak tua diantrian. Ya, setidaknya hal ini juga sudah saya buktikan dan Alhamdulilah banyak manfaatnya.

Dilansir dari media online yang sering membahas hal-hal terpikirkan seperti soal antrian---brightside.me-, pernah mengatakan dalam artikelnya bahwa antrian disebelah kiri biasanya lebih cepat,lho. Kenapa? Karena sebagain besar orang bertangan kanan cenderung mengarah kearah yang sama, kanan. Jadi besok-besok cobalah lihat kiri.

Selain itu, jangan ragu untuk melihat belanjaan yang ada di depanmu. Bukan bermaksud kepo! Jika belanjaan di depanmu banyak tetapi sebagian besar masih dalam satu brand, misalnya minyak goreng 2lt sebanyak 5 kemasan, kaleng wafer satu lusin, dan gula pasir 10 kemasan. Pilihlah menjadi bagiannya.

Sebab, men-scan barcode dalam produk kemasan itu butuh waktu kan? Nah, jika kemasan sama tidak perlu berulang-ulang lagi pihak kasir men-scan barang-barang yang dibelinya. Tambahannya lagi, katanya telah dibuktikan bahwa antrian dengan sedikit orang yang punya banyak barang bergerak lebih cepat daripada yang banyak orang dengan sedikit barang yang dibeli. Kok gitu, ya? Buktikan saja, sebab saya baru mencoba yang memilih jalur kiri. HAHA.

Bagaimana sudah siap belanja untuk menyambut bulan suci Ramadan? Boleh kok berbelanja, asal jangan berlebihan. Jangan lupa sisihkan juga untuk beramal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2