Listhia H Rahman
Listhia H Rahman pelajar/mahasiswa

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ line : listhiaaa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Tidak Sebahagia Kisahnya, Begini Ngerinya Diet Putri Tidur

9 Februari 2018   20:45 Diperbarui: 10 Februari 2018   09:36 701 11 2
Tidak Sebahagia Kisahnya, Begini Ngerinya Diet Putri Tidur
ilustrasi | https://www.popsugar.com

Sleeping beauty atau putri tidur, tentu bukanlah sebuah kisah yang baru kalian tahu. Tetapi tahukah kamu jika sleeping beauty ini juga berwujud diet?

Saya kurang tahu, apakah di Indonesia tren diet ini sudah banyak dilakukan -terutama pada perempuan- atau belum. Semoga saja tidak dan jangan sampai terjadi. Sebab tulisan ini mengajakmu untuk berpikir jernih mengenai dampak kesehatan yang akan kamu dapatkan jika kamu melakukannya. 

Bukan Cuma Dongeng

Sleeping beauty diet, diet ini pertama kali saya temukan  dari media online luar negeri sebab sepengetahuan saya diet ini memang cukup ngetrend terjadi di luar sana. Sudah lama saya membacanya dan sempat mencari informasi dari beberapa referensi. Hingga puncaknya, beberapa waktu lalu secara  tidak sengaja saya melihat di channel youtube thedoctors yang ternyata sedang membahas soal diet yang bisa dikatakan ekstrem ini. Ya, ternyata sleeping beauty bukan sekadar cuma dongeng pengantar tidur semata.

Salah satu cara mengontrol berat badanmu adalah dengan tidur yang cukup. Namun, bagaimanakah jika lebih dari cukup apakah akan berdampak baik pada kesehatanmu?

Seperti namanya, sleeping beauty atau diet putri tidur adalah diet yang dilakukan dengan cara memperbanyak waktu tidur. Normalnya manusia dewasa menghabiskan 7 sampai 8 jam untuk tidur, tetapi bagi penganut diet ini bisa menghabiskan 12 sampai 20 jam dan tidak makan. Wow! Kok bisa? Sebab tak jarang mereka melakukannya dengan bantuan pil penenang atau pil tidur agar tidur mereka tidak terganggu. Ngeri? Memang. Istilah lain menyebut sleeping beauty diet ini dengan nama nacrorexia dan memang cukup dikenal pada mereka yang berada di komunitas  pro-anorexia(terobsesi kurus dan takut gemuk berlebihan).

Tidak Secantik Kisahnya, Ini Bahaya yang Bisa Mengintaimu...

Menghindari makan dengan memilih tidur sepanjang hari, bukanlah cara yang baik untuk menurunkan berat badan. Dampaknya tidak hanya untuk jangka pendek melainkan bisa berdampak jangka panjang, tidak menutup kemungkinan membawamu benar-benar tertidur pulas dan tak terbangun kembali. Ya, kematian!

Tidur yang terlalu lama justru akan membuat jam biologis atau ritme sirkadian tubuhmu jadi bingung. Jam di mana harus mengatur fungsi tubuh seperti metabolisme, sistem kekebalan tubuh, nafsu makan sampai dengan mood atau suasana hati jadi kacau. Fungsi tidur yang benar-benar untuk mengistirahatkan tubuh malah jadi merusak tubuh secara perlahan.

Yang mengerikannya lagi, tidak jarang diet putri tidur ini juga menyarankan penganutnya untuk mengurangi kalori secara ekstrim, yaitu hanya 5-500 kalori saja per harinya. Tidak cukup hanya mengurangi dari porsi makanan, pun mereka direkomendasikan untuk membakar kalori sebesar 250 kalori (atau kira-kira setara energi yang dikeluarkan saat berenang selama setengah jam).

Padahal meski tubuh tidak melakukan aktivitas seperti ketika hanya tidur, tubuh tetap membutuhkan energi dan membakar kalori untuk memfungsikan fungsi vital tubuh seperti bernafas, mencerna makanan dan memompa jantung. Istilahnya basal metabolic rate atau BMR. Yang ada bisa-bisa bukan lemak saja yang bisa hilang, namun otot-ototmu pun bisa-bisa ikut menyusut sebagai dampak defisit energi dalam tubuhmu. Ngerii!

Menurut tayangan thedoctors, tidur yang terlalu lama atau rata-rata lebih dari 9 sampai 10 jam per hari diketahui juga dapat memicu risiko terjadinya penyakit diabetes melitus dan penyakit jantung koroner. Hypersomnia (tidur yang berkepanjangan) ini juga diketahui berhubungan dengan depresi. 

Dampak lain yang tidak boleh disepelekan adalah tidur panjang bisa membuat tubuhmu menjadi dehidrasi tingkat parah. Ya, dampaknya ternyata tidak seindah mimpi dalam tidur panjangmu bukan? Malah membawa mimpi buruk yang benar-benar bisa jadi nyata. Hiii...

Jadi mending tetaplah atur tidur yang cukup dan semoga mimpi indah deh!

Salam,
Listhia H Rahman