Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli Gizi

Lecturer at Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik ❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Berawal dari Tulisan Jadi Ingin Curhat? Boleh Kok...

19 Januari 2018   23:21 Diperbarui: 20 Januari 2018   00:06 1001
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi (https://images.theconversation.com) | Nasib tulisan itu beda-beda, salah satunya jadi bahan curhatan

Terima kasih sudah mempercayakan cerita-cerita kalian pada saya, pada seorang yang bisa jadi mencuri-curi curhat kalian untuk dijadikan tulisan berikutnya. #eh

Semenjak saya menulis disini, saya sering sekali mendapat 'curhat' dari pembaca saya. Ehem, suer nggak nyangka. Kebanyakan memang curhat soal perkuliahan, khususnya soal jurusan gizi yang saya ambil. Namun, disamping bahasan itu ada juga yang sering membuat saya jadi mesem karena ada yang jadi baper (bawa perasaan). Eh emang apaan?

Tulisan saya selain yang ada di kesehatan ternyata punya pembacanya tersendiri. Tulisan yang sering dikira curhat (padahal emang iya). HAHA.

Asal Muasal Mengapa Mereka Berdatangan..

"Halo Kak, saya barusan membaca tulisan kakak..."

atau

"Terima kasih Kak, ternyata apa yang ditulis ada benarnya. Saya......"

Bukan ujug-ujug (tiba-tiba) mereka lalu curhat. Tidak dengan cara demikian mereka datang. Tulisan saya  yang menggandeng mereka, lalu menemui saya untuk bercerita lebih. Ya, tulisan yang terkadang saya sudah lupa judulnya karena saking lamanya-lah yang berhasil mengundang mereka. Tulisan soal cinta-cinta gitu emangtak pernah kadaluarsa,ya?

Ketika Mereka Merasa Dekat

Meski sudah tahu bahwa tulisan saya yang mengantar mereka, tetap saja tidak bisa langsung merasa puas. Hingga sebelum jauh bercerita, saya selalu kembali bertanya kembali. Meyakinkan.

"Kenapa kamu berani bercerita banyak, padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya?", saya pernah menegaskan demikian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun