Kesehatan

Computer Radiografi pada Pelayanan Kesehatan

14 November 2017   18:34 Diperbarui: 14 November 2017   18:37 133 0 0

MAKALAH SISTEM INFORMASI TEKNOLOGI

KEPERAWATAN

COMPUTER RADIOGRAFI


Disusun Oleh :

Kelompok 5

Ifa Wirana

Lisha Ayu Fithratunnisa

Rengga Bayu

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG
2017


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul "KOMPONEN UTAMA COMPUTER RADIOGRAFI ATAU DIGITALISASI PESAWAT SINAR X " dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini berisikan tentang komponen pesawat sinar X atau lebih spesifiknya CR . Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang CR.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Serang, 22 Oktober 2017

Penyusun

 

2 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. i

DAFTAR ISI.............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1

A. LATAR BELAKANG........................................................................ 1

B. RUMUSAN MASALAH................................................................... 2

C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH............................................. 2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................... 3

A. LANDASAN TEORI......................................................................... 3

1. CR (Computed Radiography).............................................................. 3

2. Quality Control CR............................................................................ 11

3. Retake images..................................................................................... 12

BAB III PENUTUP................................................................................. 17

A. KESIMPULAN................................................................................ 18

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 18


BAB I
PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG

Penemuan sinar-X merupakan suatu revolusi dalam dunia kedokteran karena ternyata dengan hasil penemuan itu dapat diperiksa bagian-bagian tubuh manusia yang sebelumnya tidak pernah dapat dicapai dengan cara-cara konvesional. Perkembangan ilmu teknologi dibidang Radiologi berkembang begitu pesat, dengan perkembangannya teknologi imaging yang terbukti sangat membantu diagnosa berbagai macam penyakit, khususnya radiodiagnostik. Di Indonesia pemamfaatan radiasi untuk bidang kesehatan khususnya dibidang diagnostic menjadi semakin luas dan penting. Oleh karena itu berbagai jenis peralatan sinar-X semakin hari semakin berkembang mulai dari pesawat yang konvesional sampai pesawat yang system komputerisasi yaitu seperti Computed Radiography. (Lisda Nur Indra, 2013).

Radiografi ialah penggunaan sinar pengionan (sinar X, sinar gamma) untuk membentuk bayangan benda yang dikaji pada film. Radiografi umumnya digunakan untuk melihat benda tak tembus pandang, misalnya bagian dalam tubuh manusia. Gambaran benda yang diambil dengan radiografi disebut radiograf. Radiografi lazim digunakan pada berbagai bidang, terutama pengobatan dan industry.(Lisda Nur Indra, 2013).

Sinar X yang dihasilkan untuk mendapatkan radiograf terbentuk didalam pesawat sinar X oleh penemuan Wilhelm Cundrad Rooentgen pada tanggal 8 november 1895. Adapun pesawat yang sering digunakan yaitu pesawat konventional (non charging). Pesawat sistem changer, dan sekarang karena semakin canggihnya teknologi pesawat sinar X pun didigitalisasi yang dikenal dengan sebutan CR (Computer Radiografi).


B.  RUMUSAN MASALAH


Bagaimana pelaksanaan penggunaan aplikasi computer Radiografi pada pelayanan kesehatan?


C. TUJUAN

  • Tujuan Umum

Menjelaskan penggunaan aplikasi computer Radiografi pada pelayanan kesehatan.

  • Tujuan Khusus

Menjelaskan defenisi Computer Radiography.

Menjelaskan komponen-komponen ComputerRadiography.

Menjelaskan prinsip kerja Computer Radiography pada pelayanan kesehatan?

Menyebutkan kelebihan dan keterbatasan Computer Radiography.

Menjelaskan perbedaan antara Computer Radiography dengan pesawat konvensional.

  • MANFAAT

Memberikan informasi kepada pembaca tentang Computer Radiografi.


BAB II

PEMBAHASAN

A.  LANDASAN TEORI

     1.  CR (Computed Radiography)

Pengertian

 Computed Radiography (CR) adalah sistem untuk memproses gambar radiograf digital dengan menggunakan teknologi phosphor photostimulable plate pada awal akuisisi data pencitraan. (Lisda Nur Indra, 2013)

 Computed radiography merupakan teknologi digital yang mendukung pengembangan komputer berbasis sistem informasi dan prosessing. Radiograf yang dihasilkan CR akan terformat dalam bentuk digital sehingga dapat dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Lisda Nur Indra, 2013).

Komponen pada CR

  1. Kaset

Kaset pada Computed Radiography terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari almunium, kaset ini berfungsi sebagaii pelindung dari Imaging Plate. Imaging plate ( IP ) berisi photostimulable phosphor adalah sebuah lembaran flexible dengan beberapa lapisan yang didesain untuk merekam dan meningkatkan trans misi gambar dari berkas radiasi pengion. dengan kemampuan untuk mengambil gambar x-ray sebagai elektron dan disimpan dalam senyawa fosfor.( Ratur hyni, 2015)

IP digunakan dengan cara recordingdibaca oleh sinar laser dan dihapus untuk dipakai kembali. Dalam penggunaannya IP berada di dalam kaset datar dengan berbagai ukuran

Kaset CR terdiri dari bingkai yang terbuat dari alumunium dan baja dengan dilengkapi tube side dari serat karbon. Bagian belakang kaset adalah lapisan tipis dari timah hitam untuk menyerap radiasi hambur. Fungsi utama dari kaset adalah untuk melindungi IP, bukan untuk mengontrol cahaya. Yang terakhir adalah label barkode yang terdiri dari angka-angka yang menunjukan identitas kaset. Barcode ini memudahkan untuk mencocokan tiap kaset dengan identitas pasien dan pemeriksaan serta informasi posisioning (Ratur hyni. 2015.)

System Akuisisi Computed Radiography

Imaging plate dalam kaset CR hampir sama dengan intensiflying screen covensional yang membedakan adalah pada imaging plate dilapisi dengan phosphorketika kaset di ekspos phosphor menyalurkan pola energi yang diserap dari x-ray sebagai gambar laten . setelah kaset diekspos, kaset dimasukan ke IP reader unit kemudian secara mekanik IP reader unit mengeluarkan IP dari Kaset. Phosphorpada imaging plate ini scan oleh sinar laser helium neon yaitu emisi cahaya merah dengan panjang gelombang 633 nM dan menghasilkan cahaya tampak yang berwarna biru (Blue Light) yang di bebaskan dari IP dalam proses scanning, kemudian cahaya berwarna biru ini dipancarkan kesegala arah dan di kumpulkan oleh sistem optic kemudian disimpan oleh photomultiplayer tube (PMT) dandirubah menjadi sinyal elektronik untuk dikeluarkan dalam format analog, data analog ini di rubah ke format digilat dengan analog to digital converted (ADC) kemudian dikirim ke computer untuk ditampilkan di monitior dan diproses, kemudian IP di-ekspose dengan cahaya putih terang bertujuan menghapus setiap sisa energi yang terperangkap, IP kembali dimasukkan ke kaset dan siap untuk digunakan kembali. (Ratur hyni. 2015).

2.  Imaging plate reader

Imaging plate reader adalah salah satu komponen lain dari control akuisi CR. Pembacaan gambar laten yang tersimpan dalam IP dilakukan oleh Laser yang terdapat dalam IP reader.

System displaying image

Dalam radiografi digital, gambar laten yang telah ditangkap oleh detector kemudian ditranslasikan ke dalam format untuk diinterpretasi. Ada dua jenis media untuk dapat digunakan untuk menampilkan gambar digital, yaitu hardcopy (film) dan Softcopy(cathode ray tube/ CRT Monitor).

Jika gambar ditampilkan dalam monitor, maka karakteristik gambar dapat diatur (dimagnifiksi, di rotasi atau dibalik) oleh radiografer untuk mendapat hasil yang terbaik. Fungsi ini dilakukan oleh komponen yang disebut workstation. Workstation terdiri dari konsul komputer dimana gambar dapat dimanipulasi setelah data di masukkan dalam memory computer. (Lisda Nur Indra, 2013).

Fungsi workstation antara lain :

Meningkatkan gradiasi atau kontras gambar

Meningkatkan frekwensi spatial (recorded detail). Pengaturan ini dapat meningkatkan Resolusi spatial atau meningkatnya noise dan artifact

Mengeliminasi pixel - pixel hitam dan putih yang memiliki kontribusi kecil terhadap informasi diagnostic

Untuk subtraksi gambar, yaitu dengan menghapus struktur tulang atau menguragi efek hamburan untuk meningkatkan kontras gambar

Magnifikasi gambar

Menampakkan daerah region of interest (ROI)

Sebagai analisa statistic yaitu menghitung area permukaan dan mengestimasi volume atau ,mengubah densitas gambar

Memanipulasi window width dan window level untuk mengatur ketajaman dan kontras gambar

Substraksi energi, khususnya pada radiografi thorax, yaitu dengan mengurangi struktur tulang untuk mendapat gambaran paru dan jaringan lunak.

Untuk menyimpan dan menampilkan gambar softcopymaupun hard copy.

Karena gambar CR dalam bentuk digital maka gambar primer yang dihasilkan dapat dimanipulasi untuk menekan fitur-fitur yang berfariasi. untuk menampakkan struktur yang lebih spesifik, gambar yang dicetak sedapat mungkin sesuai dengan ukuran sebenarnya.

Sistim penyimpanan gambar

Sistem penyimpanan gambar pada CR dapat dilakukan pada film sebagai hardcopy atau pada alat penyimpanan elektronik

softcopyantara lain optical disk, magnetic tipe. (Icky, 2011)

Selanjutnya hasil radiografi Setelah data dalam format DICOM, (digital computer) maka kita bebas mencetak, mengirim lewat internet, mengolah kembali gambarnya atau menyimpan dalam media CD .

Pencetakan Gambar

Ada beberapa istilah untuk menyebutkan alat ini, antara lain laser imager, film processor, image recorder, dan laser printer. Merupakan alat pengolah gambar dan memprosesnya di atas film. Laser printer dilengkapi dengan multi formater main featuresyang memungkinkan untuk memformat gambar dan mengolah gambar lebih tajam dan fungsi-fungsi yang terus berkembang. Dapat juga mengolah radiograf dengan kecepatan tinggi dan kualitas yang bagus serta stabil

c). Kelebihan CR

Computed Radiography mempunyai beberapa kelebihan antara lain :

Angka pengulangan yang lebih rendah karena kesalahan-kesalahan

faktor teknis.

Resolusi kontras yang lebih tinggi dan latitude eksposi yang lebih luas dibandingkan emulsi film radiografi.

Tidak memerlukan kamar gelap atau biaya untuk film ( jika gambar tidak ditampilkan dalam hard copy).

Kualitas gambar dapat ditingkatkan.

  • Penyimpanan gambar lebih mudah baik dengan hard copy maupun penyimpanan elektronik. (Kristina Naralyawan. 2013).

b) Keterbatasan CR

  • Keterbatasan dari Computed Radiography antara lain :
  • Biaya yang cukup tinggi untuk IP, unit CR reader, hardware dan software untuk workstation.
  • Resolusi spatial rendah.
  • Pasien potensial untuk menerima radiasi yang overexposed. Computed Radiography (CR) dapat mengkompensasi overeksposure, sehingga radiografer terkadang member eksposi yang berlebih pada pasien.
  • Adanya artefak pada gambar akibat proses penghapusan IP yang kurang baik. (Kristina Naralyawan, 2013). 
  •  Quality Control CR a. Imaging Plate Clearning

Tujuan Untuk membersihkan IP dari kotoran

Prosedur

  • Pilih ruangan yang bersih, penerangan cukup, dan meja yang luas.
  • Siapkan seluruh kaset yang akan dibersihkan
  • Kemudian keluarkan screen/IP secara perlahan (jangan sampai menyentuh permukaan screen).
  • Kemudian lakukan inspeksi terhadap fisik screen. Jika ada kerusakan, retak, perubahan warna screen sebaiknya dicatat dalam QC log.
  • Lalu bersihkan screen dengan mengusap permukaan screen dengan kain lembut secara perlahan
  • Jika belum bersih gunakan cairan pembersih yang direkomendasikan tiap vendor CR dengan menggunakan lap lembut dengan gerakan searah.
  • Biarkan kering
  • Kemudian bersihkan seluruh bagian kaset.
  • Setelah screen kering masukkan kembali dalam kaset

Peralatan

  • IP
  • Cairan Pembersih IP
  • Kain

Frekuensi

  • Harian ( daily)

3. Retake images

Tujuan

Untuk mengetahui besarnya citra yang ditolak atau diulang karena tidak memiliki nilai diagnostik atau kualitas citra yang buruk.

Prosedur

Penilaian pada citra digital dapat dilakukan pada citra softcopy dan hardcopy.

Citra Hardcopy

Dilakukan secara manual yaitu menghitung berapa banyak citra radiograf yang direject (tidak memiliki nilai diagnostik atau kualitas citra buruk )

Softcopy

1. Otomatis ( menggunakan software)

Jika ada citra yang direject dapat diolah secara otomatis dengan software, seperti:

Kodak : Reject Analysis Reporting Software

Konika : Reject Reason Tracking

Fuji : Retake Analysis -- Agfa : NX Quality Assurance

Prosedur:

  • Jika CR memiliki software reject analysis, hasil reject dapat ditabulasikan oleh software tersebut
  • Setiap citra yang telah direader ditampilkan pada monitor kemudian pilih rejected atau accepted
  • Kemudian jika citra direject maka akan muncul pilihanpilihan faktor rejeknya.
  • Di akhir periode total rejetcnya dapat ditampilkan berupa tabulasi data maupun grafik.

2. Manual

  • Sediakan form reject didekat konsul CR
  • Saat ada citra yang direject, catat pada form tersebut
  • Di akhir periode, hitung jumlah citra yang dibuat selama periode yang telah ditetapkan.
  • Kemudian hitung persentase rejectnya dengan rumus
  • Total Reject Rate =

Evaluasi

Tingkat penolakan bervariasi besarnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan tingkat penolakan sebesar 5%. Tetapi menurut Keputusan Menteri Kesehatan (2008) nomor 129/Menkes/SK/II/2008  tentang standar pelayanan minimal radiologi menyatakan bahwa tingkat penolakan sebesar 2%.

Frekuensi

  • Bulanan

Faktor-Faktor Reject Digital :

FAKTOR KESALAHANDESKRIPSI

EKSPOSI

Ketidaktepatan pemakaian faktor eksposi radiografi telalu rendah atau terlalu tinggi (underexpose atau overexpose). Ditunjukkan dengan nilai index exposure.

POSISI

Teknik posisi pemotretan tidak sesuai dengan standar posisi menurut referensi atau kriteria anatomi tidak memenuhi kebutuhan informasi klinik. Kesalahan ini dapat terjadi karena kondisi pasien yang buruk (nonkooperatif) atau kesalahan radiografer dalam memposisikan pasien sehingga obyek terpotong.

KETIDAKTAJAMAN

(BLUR)

Dihasilkan dari pergerakan pasien (pernafasan atau detak jantung) dan teknik fiksasi pasien yang tidak sempurna menyebabkan hasilpemtotretan kabur atau blur. Instruksi petugas yang tidak jelas menyebabkan kesalahan pasien menjalankan instruksi tersebut.

KODE ORGAN

Radiografer harus memilih satu kode organ (organ code) untuk setiap IP sebelum plate tersebut diproses. Jika pemilihan kode organ tidak tepat maka plate yang dibaca kemungkinan tidak akan mengalami pemrosesan gambar dalam kondisi yang optimum.

DIGISCAN

(ARTEFAK)

Semua ciri-ciri yang tampak pada gambar antara lain karena plate yang retak, tergores, gambaran debu, kesalahan pembacaan oleh plate reader, kesalahan software, atau terjepit atau tertahannya plate dalam mesin plate reader.LAIN-LAIN Gambaran double exposure, kesalahan pemasangan marker, atau benda asing yang tidak dikehendaki seperti perhiasan.





BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN

Computer Radiography adalah proses digitalisasi gambar yang menggunakan imaging plate untuk akusisi data gambar X-Ray. Computer Radiografi merupakan teknologi digital yang mendukung pengembangan komputer berbasis sistem informasi dan prosessing. Radiograf yang dihasilkan CR akan terformat dalam bentuk digital sehingga dapat dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

B. SARAN

Diharapkan kepada pembaca mengerti tentang Computer Radiografi dan mengerti manfaat computer Radiografi serta dapat menerapkan dalam pelayanan kesehatan.




DAFTAR PUSTAKA


Icky.2011.computer Radiography.

https://ilmuradiologi.blogspot.com/2011/04/computer-radiografi.html. Diunduh pada 22 Oktober 2017

Kristina Naralyawan. 2013."Perbandingan CR dengan Radiologi Konvensional".

https://kristinanaralyawan.blogspot.com/2013/10/perbandingan-konvensional-crcomputer.html. Diunduh pada 22 oktober 2017

Lisda Nur Indra.2013. Computer Radiography.

https://lisdanurindra.blogspot.com/2013/10/computer-radiografi.html. Diunduh pada 22 oktober 2017

Ratur hyni. 2015. Komponen utama cr atau digitalisasi.

https://raturhyni.blogspot.co.id/2015/05/komponen-utama-cr-atau- digitalisasi.html Diunduh pada 22 oktober 2017