Mohon tunggu...
Lis Liseh
Lis Liseh Mohon Tunggu... Apoteker/Pengajar

Apoteker dan Pengajar di Pesantren Nurul Qarnain Jember | Tertarik dengan isu kesehatan, pendidikan dan filsafat | PMII | Fatayat NU. https://www.facebook.com/lis.liseh https://www.instagram.com/lisliseh

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Organisme Virtual dan Penumpang Gelap Teknologi

17 Agustus 2019   10:13 Diperbarui: 17 Agustus 2019   10:31 58 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Organisme Virtual dan Penumpang Gelap Teknologi
sumber: teknolojioku.com

*Artikel ini juga dimuat di geotimes.co.id pada 15 Agustus 2019

Meminjam istilah Heidegger, teknologi adalah enframing, yaitu rangkaian teknis yang dibuat manusia untuk mengungkap kebaruan/tujuan. Teknologi tak lagi sebatas identitas peradaban kultural, ia merasuk dalam peradaban rasional. Relasi manusia dengan mesin menjadi primer, sementara relasi antar manusia sebagai subjek bertubuh menjadi sekunder.  

Evolusi teknologi memperlihatkan bahwa teknologi adalah perpanjangan tubuh manusia, dan akhirnya menjadi perpanjangan imajinasi yang mampu merealisasikan fantasi sebagaimana dikemukakan oleh Jean Baudrillard, dimana lewat tangan teknologi cerdas, segalanya menjadi virtual digital lalu dengan mudah digandakan menjadi hiper-realitas. 

Perubahan tersebut mungkin hanya utopis semata berabad-abad lalu, sebagaimana banyak disajikan dalam film Hollywood atau buku science fiction. Sebut saja Star Wars, Divergent series, hingga buku karya Yuval Noah Harari yang berjudul Sapiens dan Homo Deus.

Manusia begitu takjub dengan kecerdasannya karena berhasil melahirkan kecerdasan buatan ras mesin, hingga akhirnya dampak negatif penggunaan teknologi cerdas menjadi tak terhitung lagi kasusnya, merugikan manusia lainnya. 

Mulai dari hoax, penyalahgunaan konten privat, rusaknya ekologi dan pencemaran lingkungan, hingga gangguan mental akibat kecanduan teknologi. Banyak oknum memanfaatkan teknologi melewati batas etis dan norma sosial yang berlaku demi meraup keuntungan pribadi, merekalah penumpang gelap teknologi.

Pada awalnya, pengembangan teknologi berpusat pada kebutuhan bertahan hidup, kemudian berkembang, meminjam istilah Heidegger, menjadi perhimpunan berbagai ada yang membingkai kehidupan manusia menjadi realitas teknologi. Semisal peristiwa pemadaman listrik di Jakarta beberapa waktu lalu. 

KRL tidak bisa beroperasi, kegiatan bisnis yang memerlukan konektivitas menjadi terganggu dan menimbulkan banyak kerugian, masyarakat cashless society yang terbiasa bertransaksi lewat uang-uang virtual menjadi kebingungan karena koneksi tidak stabil atau komputer mati butuh daya. 

Begitulah, segala aktivitas manusia modern dilakukan dengan listrik dan teknologi. Sebagaimana Kevin Kelly pernah mengemukakan bahwa manusia sudah sedemikan dilingkupi oleh teknologi. Sementara masing-masing teknologi membutuhkan banyak teknologi lain agar bisa terus beroperasi. 

Konektivitas berbagai teknologi yang saling bergantung ini menyebabkan manusia menjadi organisme virtual. Manusia tak lagi hanya dikenal sebagai binatang yang berfikir, pun predikatnya bertambah menjadi binatang yang menggunakan alat.    

Menurut survei Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta. Aplikasi yang paling banyak diakses adalah gim, belanja online dan media sosial yang mayoritas diakses melalui smartphone. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x