Mohon tunggu...
Lis Liseh
Lis Liseh Mohon Tunggu... Apoteker/Pengajar

Apoteker dan Pengajar di Pesantren Nurul Qarnain Jember | Tertarik dengan isu kesehatan, pendidikan dan filsafat | PMII | Fatayat NU. https://www.facebook.com/lis.liseh https://www.instagram.com/lisliseh

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Melepas Ekspor Bawang Merah, Kementan Bangga dengan PT CMS

4 Agustus 2019   13:31 Diperbarui: 4 Agustus 2019   17:53 0 0 0 Mohon Tunggu...
Melepas Ekspor Bawang Merah, Kementan Bangga dengan PT CMS
dokpri

PT. Cipta Makmur Sentausa (CMS) melakukan ekspor bawang merah perdana tahun 2019 ke negara tujuan Thailand. 

Sabtu, 03 Agustus 2019 pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan pelepasan ekspor bawang merah dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri di Pasar Bawang Dringu Probolinggo.

Pelepasan ekspor bawang merah ke Thailand ini ditandai dengan pemasangan segel mobil kountener, serta pemecahan kendi bersama-sama oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko, Direktur Utama PT Cipta Makmur Sentausa Sri Pujiwanti, pejabat Kementerian Pertanian RI serta para pejabat di Pemkab Probolinggo.

Direktur Utama PT Cipta Makmur Sentausa Sri Puji Wanti menyatakan Indonesia sejak dulu telah melakukan ekspor bawang merah. Sedangkan PT. Cipta Makmur Sentausa sudah 4 (empat) kali melakukan ekspor bawang merah ke Thailand, Filipina dan Vietnam dengan kuota rata-rata 800 hingga 1.500 ton, katanya.

Tahun 2018 lalu PT Cipta Makmur Sentausa berhasil ekspor bawang merah Probolinggo 35 kountener atau sebanyak 1100 ton dari Pasar Bawang Dringu Probolinggo ke Thailand, Filipina dan Vietnam. Namun sejak tahun kemarin bawang merah Indonesia di benned oleh Vietnam dan Filipina, sehingga PT Cipta Makmur Sentausa ekspor bawang merah pada tahun 2019 hanya ke negara Thailand sebanyak 7 kountener (110) ton, karena hanya Thailand yang masih buka ekspor bawang merah, akan tetapi tanggal 25 Agustus 2019 Thailand memberlakukan peraturan baru. Sudah pasti peraturan tersebut akan menghambat ekspor bawang merah kita.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri yang hadir pada pelepasan ekspor ini mengatakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sangat bangga Indonesia mampu membalikkan keadaan.

"Ini adalah prestasi pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK. Mentan mampu menyelesaikan satu per satu masalah petani dan produksi pertanian. Bantuan bagi petani sudah luar biasa, baik benih, pupuk dan alsintan," tegas Kuntoro.

M. Sidiq wijanarko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Probolinggo mengatakan sebagai salah satu sentra bawang merah di Pulau Jawa, Kabupaten Probolinggo mempunyai potensi produksi yang tinggi. Selain itu bawang merah dari daerah lain masuk ke wilayah Pasar Bawang Dringu Probolinggo.

"Terima kasih untuk pemerintah pusat yang membantu memasarkan produk petani kami. Mudah-mudahan bawang merah ini tidak mengalami hambatan di kawasan Pabean,"ujarnya

Sri Puji Wanti menyampaikan PT Cipta Makmur Sentausa juga bergerak dibidang impor produk holtikultura, seperti bawang putih. Hanya saja setelah ada aturan RIPH, PT. CMS tidak mampu impor bawang putih lagi, karena kalah bersaing dengan Perusahaan baru.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x