Mohon tunggu...
Lisa Selvia M.
Lisa Selvia M. Mohon Tunggu... Literasi antara diriku, dirimu, dirinya

Anti makanan tidak enak | Suka ke tempat unik yang dekat-dekat | Emosi kalau nemu hoaks

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Penemuan Formulir C1 di Menteng Makin Menambah Polarisasi di Masyarakat

7 Mei 2019   08:16 Diperbarui: 7 Mei 2019   14:49 88 1 0 Mohon Tunggu...
Penemuan Formulir C1 di Menteng Makin Menambah Polarisasi di Masyarakat
Polda Metro Jaya menepis tudingan skenario di balik penemuan form C1 di Menteng (Sumber Detik.com)

Dilansir pada harian Kompas, Senin,(6/5/2019), saya temukan artikel berjudul "Jaga Kemurnian Suara Pemilih." Menceritakan ditemukan dua dus berisi formulir C1 atau hasil penghitungan suara yang belum dibuktikan keasliannya. Tapi di surat kabar ini tidak menceritakan bahwa ribuan formulir tersebut menguntungkan #02.

Sedangkan saya cek berita di media daring menginfokan bahwa form ini palsu karena dicek langsung dengan hasil KPU berbeda bahkan digelembungkan, serta tanda tangan para saksi juga berbeda. Saya berpikir secara positif saja, mungkin media cetak ini tidak mau memprovokasi atau bisa juga sedang bermain aman mengenai perpolitikan.

Dari kronologis penemuan ini juga tidak sengaja. Setahu saya memang kepolisian kerap mengadakan berbagai operasi di jalan raya salah satunya agendanya adalah operasi mengenai keselamatan di tiap wilayah. Karena prosedur ini sudah biasa dilakukan demi keselamatan pengendara, tolong jangan komentar bahwa polisi mengada-ada atau pun kesannya tidak netral dalam mendalami kasus ini. Lagi pula mereka mengadakan razia ini atas antisipasi peristiwa teroris melarikan diri di Bekasi.

Sebab, di salah satu saluran You Tube, Rizieq Shihab berkomentar bahwa kepolisian tidak netral. Di sini dia membacakan hasil-hasil input KPU yang berbeda dengan formulir C1 dan merugikan paslon #02. Tetapi tidak diberitakan kalau kesalahan input yang merugikan  #01 ternyata jumlah jauh lebih banyak.

Sangat disayangkan usai pemilu 2019 muncul pihak-pihak yang sepertinya tidak terima dengan hasil penghitungan KPU. Mereka menyerang terus-terus mengatakan curang-curang dan curang.

Seperti anak kecil dikalahkan di permainan oleh temannya. Lalu mengadu  kepada orang tua sambil menangis bahwa dia dicurangi temannya tanpa membawa bukti dan sang orang tua percaya.

Rizieq Shibab dengan lancar mengatakan paslon #01 curang masive dimulai pada menit 11:54, pada link ini, dilanjutkan dengan kalimat "merajalela dan meluas ke mana-mana di seluruh daerah Indonesia dan disaksikan secara massal oleh seluruh rakyat Indonesia sehingga viral di berbagai media cetak maupun elektronik"

Belum lagi dari Amin Rais yang mengatakan "Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Saya sebagai bagian dari rakyat Indonesia tidak merasa bahwa paslon #01 curang. Perlukah saya ingatkan kembali siapakah yang menyebarkan hoaks mengenai surat suara yang tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok dan penyerangan khayalan Ratna Sarumpaet ? Belum lagi fitnah keji mengenai Jokowi yang adalah keturunan Cina dan seorang PKI ? Perlu saya jawab atau silahkan jawab saja dalam hati.

Sayangnya masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara kenyataan dengan berita bohong yang disemburkan berulang-ulang. Mungkin karena sering, jadi ketagihan. Jika tidak ada hoaks hidup kurang "afdol" ? Para provokator pembelah kesatuan negara Indonesia seakan -akan dibuatkan panggung khusus. Bahkan media senang memberitakannya, mungkinkah karena rating tinggi ? 

Padahal elite yang berkontestasi pada Pemilu 2019 sudah mulai membuka dialog. Polarisasi akibat pemilu sedang mereka gerus. Menurut Kompas, Sabtu (4/5/2019) sejumlah tokoh menjenguk mantan Ibu Negara, Ny. Ani Yudhoyono, yang sedang dirawat di RS di Singapura serta mengadakan pertemuan dengan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi putranya Edhie Baskoro dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN