Mohon tunggu...
Linggar Kharisma
Linggar Kharisma Mohon Tunggu... Politisi - Political Scientist In Digital Creative Industry

Political Scientist

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sembilan Tokoh Ini Berebut Tiket Cawapres 2019

15 Februari 2018   16:14 Diperbarui: 15 Februari 2018   19:40 1525
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sketsa Calon Wakil Presiden 2019 / Sumber Gambar: https://www.sindonews.com

Pilkada serentak 2018 yang sesaat lagi akan berlangsung, mau tak mau, memang menjadi semacam ajang pemantapan terakhir bagi para aktor dan partai politik yang terlibat di dalamnya, untuk menyongsong hajatan besar di 2019. Tak salah jika kemudian Burhanuddin Muhtadi mengibaratkannya sebagai babak semi-final, yang hasil akhir pertarungannya akan sangat mempengaruhi peta pertandingan final yang berlangsung pada pertengahan tahun depan.

Mengingat tingkat urgensinya yang terbilang tinggi tersebut, maka bukan hal yang aneh apabila tiap-tiap partai politik yang terjun pada Pilkada serentak 2018 ini, akan bertarung habis-habisan untuk dapat mengamankan perolehan suara nasional pada gelaran Pilpres dan Pileg 2019.

Apalagi jika kita mesti berkaca pada pengalaman Pilkada DKI tahun lalu, maka kewajiban untuk "berperang secara spartan" adalah satu-satunya cara yang tak bisa ditawar lagi oleh masing-masing pihak, demi menyegel sebuah kekuasaan politik.

Dan salah satu agenda penting dalam membaca alur kontestasi di tahun ini, selain memang untuk merebut kantong-kantong kekuasaan di tingkat daerah, adalah dengan melihat semakin banyak dan kompetitifnya para aktor-aktor politik (yang berpotensi untuk dapat berlaga pada Pilpres 2019), dalam "menjajakan" figurnya masing-masing kepada partai politik dan calon pemilih.

Dua Kubu Politik

Kalau kita menilik kenyataan politik hari ini, maka lanskap politik di 2018 dan 2019, sejatinya masih akan terpolarisasi ke dalam dua kubu yang saling berhadap-hadapan secara vis-a-vis. Kelompok pro-pemerintah, yang kemudian mendapuk dirinya sebagai kubu nasionalis. Atau pun kelompok kedua, yang lebih dekat dengan stigma agamais, dan terkesan berhaluan oposisi.

Simbol politik dari tiap-tiap kelompok ini juga, sebenarnya masih berkutat pada sisa-sisa pertarungan Pilpres empat tahun lalu. Di mana sosok Jokowi dan PDI-P, mewakili cerminan kelompok pertama. Disusul dengan peran sentral dari Prabowo dan Gerindra, yang kemudian menjadi pionir dari kelompok yang terakhir disebut.

Dari sudut pandang ini, yang kemudian belakangan didukung oleh hasil rilis dari berbagai survei elektabilitas di antara keduanya, kita dapat menyimpulkan bahwa pertarungan yang akan berlangsung sengit, justru bukan terjadi pada level penentuan siapa calon presiden yang akan berlaga. Melainkan pada teka-teki siapa figur alternatif yang kelak diusung oleh Jokowi dan Prabowo sebagai kompatriot, yang wajib memenuhi syarat efektif dalam presentase elektabilitas suara serta perolehan pundi-pundi dana.

Lalu siapa sajakah para kandidat yang kemudian berpotensi untuk diusung masing-masing kubu politik untuk berlaga di Pilpres 2019 tahun depan?

Kelompok Pro-Pemerintah

Ada setidaknya lima figur tokoh yang secara kedekatan politis memiliki peluang untuk maju mendampingi Presiden Jokowi di putaran Pilpres 2019. Siapa saja mereka, berikut ini ulasannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun