Linda Erlina
Linda Erlina pelajar/mahasiswa

Pharmacist || Blogger || Sociopreneur at EMCEKAQU (Empowering Community through Economy & Health Quality Improvement). || Find out our new updates and activities at Website: http://emcekaqu.com, Facebook: https://www.facebook.com/emcekaqu , Instagram: @emcekaqu and Twitter: @EmcekaQu.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Cara Mengatasi Diare Praktis dengan Bahan Alam Indonesia

27 Agustus 2018   11:55 Diperbarui: 28 Agustus 2018   15:07 1794 3 1
Cara Mengatasi Diare Praktis dengan Bahan Alam Indonesia
Ilustrasi diare (Sumber: prevention.com)

Diare. Semua orang sih pasti pernah mengalaminya, penyakit ini "biasa" tapi sungguh merepotkan ya. Bayangkan deh harus berulang kali ke toilet, bolak-balik perut melilit. Duh, alangkah tidak nyamannya. 

Belum lagi ditambah dengan gejala penyerta lainnya seperti demam, mual, perut kram dan lemas. Berbicara soal diare, bagaimana ya cara mengatasi diare menggunakan bahan alam Indonesia? Zaman now, merupakan eranya "Back to Nature".

Produk bahan alam telah banyak diteliti memiliki khasiat yang "sangat baik" untuk menyembuhkan dan menjaga kesehatan tubuh. Terutama bagi kita yang tinggal di Indonesia yang terkenal dengan biodiversitas alam yang sangat tinggi.

Potensi inovasi produk farmasi berbasis bahan alam menjadi "isu seksi". Kerennya, bahan alam memiliki tingkat toksisitas yang lebih rendah daripada obat sintetik. Nah, kebetulan banget nih saya mau bahas di sini karena saya salah satunya juga yang beberapa kali mengalami diare dan sudah membuktikan khasiat bahan alam Indonesia.

Kok bisa ya kita terkena diare? 

Banyak orang yang masih bingung, kenapa ya kita bisa terkena diare? Dan apa ya penyebabnya? Salah satunya diare terjadi ketika ada infeksi bakteri Escherichia coli, Shigella dan Salmonella.

Kita ambil salah satu contoh infeksi bakteri yaitu Escherichia coli. Secara khusus bakteri Escherichia coli sebenarnya hidup sebagai flora normal dalam usus besar manusia. Bakteri ini punya tugas untuk membantu pembusukan makanan yang sudah tidak tercerna oleh tubuh alias "ampas makanan".

Bakteri Escherichia coli salah satu bakteri penyebab diare (Sumber: http://ferolivietnam.vn/)
Bakteri Escherichia coli salah satu bakteri penyebab diare (Sumber: http://ferolivietnam.vn/)
Nah, tapi pada kondisi tertentu si bakteri yang baik ini bisa berubah menjadi "nakal" ketika bakteri E. coli yang masuk adalah yang versi patogen atau versi "jahatnya". Bisa jadi penyebabnya adalah makanan yang kita makan mengandung bakteri Escherichia coli patogen, atau melalui air yang terkontaminasi, kontak langsung dengan orang diare yang cuci tangannya belum bersih dan kontak dengan binatang.

Nah, karena terjadi lonjakan jumlah bakteri patogen jadilah dia merusak dinding usus kita sehingga penyerapan air ke ususnya menjadi lebih banyak, gerakan lambung dan usus menjadi lebih aktif dan ampas makanan yang masih sedikit sudah dibusukkan olehnya. Jadilah kita ke toilet terus karena mules dan umumnya berbau pula.

Selain karena infeksi bakteri akibat makanan dan minuman yang terkontaminasi, diare juga bisa terjadi karena infeksi virus, stress, alergi terhadap makanan tertentu dan penyakit organ pencernaan seperti iritasi lambung dan usus. Diare terjadi dengan gejala perut kembung dan mules, mual dan buang air (lebih dari 3 kali sehari) dengan tinja yang encer dan berbau busuk.

Apakah diare itu berbahaya?

Tentu saja. Diare terutama pada anak-anak dan bayi sangat berbahaya apabila tidak ditangani segera. Pada kasus diare, jumlah air dan sari makanan yang keluar tubuh jumlahnya sangat banyak, sehingga akan mengakibatkan lemas dan dehidrasi.

Oiya, dehidrasi itu adalah kurangnya cairan tubuh dari batas normal. Oleh karena itu, pada diare paling penting tetap menjaga kadar elektrolit dan cairan dalam tubuh. Kasus dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan bahkan gawatnya lagi dapat mengakibatkan kematian. 

Elektrolit dan cairan tubuh sangat diperlukan untuk menjaga agar sel-sel, jaringan dan organ tubuh kita tetap bisa melakukan aktivitas secara normal.

Bagaimana ya cara mengatasi diare dengan bahan alam?

Bahan alam Indonesia dapat digunakan untuk pengobatan diare (Sumber: http://www.agrowindo.com/)
Bahan alam Indonesia dapat digunakan untuk pengobatan diare (Sumber: http://www.agrowindo.com/)
Tenang, tidak perlu panik bila diare menyerang. Kita memiliki pertolongan pertama untuk diare yang bisa kita lakukan sendiri tanpa harus ke dokter terlebih dahulu. Bisa dengan menggunakan ramuan bahan alam Indonesia yang sudah ada sejak jaman nenek kita loh.

Adapun bahan-bahan alam yang terbukti efektif untuk mengatasi diare antara lain daun jambu biji dan kayu manis, yang mengandung senyawa tannin yang dapat menghentikan diare. Caranya mudah kalau menggunakan daun jambu biji bisa dipetik beberapa helai daunnya, dicuci kemudian dikeringkan, setelah itu bisa ditumbuk dan diseduh dengan menggunakan air panas.

Cara mengatasi diare yang praktis dengan Tolak Angin

Saya yakin nih jaman sekarang tentunya "sangat" tidak mudah mencari daun jambu biji di dekat rumah. Jangankan daun jambu biji ya cari pohon mangga saja juga sudah mulai jarang, terutama bagi temen-temen yang rumahnya sudah di kota-kota besar.

Setelah dapat daunnya juga prosesnya masih panjang ya harus dicuci, dikeringkan dan barulah diseduh. Waduh, ga kebayang deh, diarenya butuh penanganan segera loh! Saya punya alternatif nih buat temen-temen supaya bisa mengatasi diare yang praktis banget. Tolak Angin solusinya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2