Herlina Butar-Butar
Herlina Butar-Butar profesional

Cuma orang yang suka menulis saja. Mau bagus kek, jelek kek tulisannya. Yang penting menulis. Di kritik juga boleh kok. Biar tahu kekurangan....

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Tentang Preambule, Tentang Indonesia

13 Juli 2018   12:02 Diperbarui: 13 Juli 2018   12:11 564 0 0

Sengaja saya menuangkan pemikiran dalam catatan. 

Catatan ini merupakan referensi dalam setiap rencana tindakan saya sebagai warganegara. 

Bukan tentang hak atau tentang kewajiban saya. 

Ini tentang bagaimana, kita bisa melakukan sesuatu bagi negeri kita, Indonesia.

Kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri. 

Teman-teman juga tidak bisa bekerja sendiri, dengan kepentingan masing-masing. 

Kita bisa melakukan sesuatu bila kita bisa menyusun skema kepentingan masing-masing dalam sebuah bangunan yang bernama "MANFAAT"

Preambule alinea ke-empat menuliskan:

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Persepsi saya:

Pemerintah Negara Indonesia dibentuk memiliki kewajiban untuk:

  1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan
  2. untuk memajukan kesejahteraan umum, 
  3. mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 
  4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam sebuah komitmen aturan dasar yang bernama Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.

Hasil susunan komitmen aturan tersebut membentuk suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 
  3. Persatuan Indonesia, dan 
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, 
  5. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya berfikir, bila beberapa orang yang memiliki kepentingan masing-masing, dalam kelompok melakukan tindakan berdasarkan referensi ini, tentu akan lebih mudah bekerja. 

Saling menutup kekurangan satu sama lain, dan mengisinya dengan kelebihan satu sama lain untuk mendapatkan tingkatan pencapaian dalam tahapan-tahapan berjenjang. 

Sulitkah?

Kalo sendiri, semua sulit. Tapi, jika bersama tanpa harus mengedepankan kepentingan satu sama lain, akan lebih mudah. 

Karena, manusia pada dasarnya membutuhkan manusia lain untuk menjalani kehidupan ini. Baik, sebagai individu, sebagai anak, sebagai ibu atau ayah, sebagai suami/atau istri, sebagai teman, sebagai karyawan atau pemilik perusahaan, sebagai enterpreneur atau customer, sebagai teman bahkan sebagai seorang penyendiri.

Kita tidak bisa bekerja sendiri. Bersama kita bisa....