Mohon tunggu...
Lilis Erna Yulianti
Lilis Erna Yulianti Mohon Tunggu... Guru BK

Praktisi pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kunci Mimpi Cikgu Tere

7 Agustus 2020   22:59 Diperbarui: 7 Agustus 2020   23:33 11 1 0 Mohon Tunggu...

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer) 

Seorang guru muda yang cantik, energik dan bertabur prestasi hadir di tengah-tengah peserta kursus menulis PGRI sebagai nara sumber malam ini. Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd, SD yang dikenal dengan sebutan Cikgu Tere adalah guru di SDN Waihibur Kab. Sumba Tengah NTT. Sosoknya menarik perhatian saya dan makin penasaran setelah melihat parasnya. Betulkah cikgu kelahiran 13 September 1984 ini asli dari wilayah timur Indonesia tepatnya dari NTT? Saya yakin tidak sebab saya punya teman asli NTT raut mukanya tidak seperti cikgu Tere. Ternyata tebakan saya benar setelah Om Jay memposting biodatanya.  Cikgu Tere ternyata lahir di Kuningan. Waah... tetangga kabupaten dong sebab Kuningan posisinya bersebelahan dengan Majalengka dimana saya tinggal sejak lahir.

Setelah melihat biodatanya ternyata cikgu Tere sebelum bertugas di NTT pernah bertugas di Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Bukan cuma sekedar bertugas namun juga menorehkan prestasi yang membanggakan sebagai Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang (2014), Juara 2 Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Bandung Barat (2014), dan Juara 3 Lomba Guru MIPA tingkat Kecamatan Padalarang (2014). Selanjutnya prestasi demi prestasi ditorehkan lagi oleh cikgu Tere yaitu : Juara 1 Olimpiade  Guru Nasional  tingkat Provinsi NTT (2018), Finalis Lomba Olimpiade Guru Nasional tingkat Nasional (2018), Finalis Lomba Alat Peraga Matematika Sederhana tingkat Nasional (2018), Peserta Short Course ke Luar Negeri dalam Program 1000 Guru ke Luar Negeri (2019), 40 besar penerima dana hibah penelitian pada program Teaching Challenge (2019), Finalis Course on Developing Lesson Study for Primary Mathematics Teacher tingkat Internasional (2019), Guru Inti Terbaik dalam Pembekalan Guru Inti Program PKP tingkat Provinsi NTT (2019), Peserta Terbaik dalam Bimtek UKS Regional Bali, Sahabat Rumah Belajar Provinsi  NTT (2019), Finalis Lomba Mathematics Teaching Learning Model (MTLM) tingkat Internasional (2019), Resume Terbaik dari KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama Om Jay (2020), Blogger Inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta (2020), dan 35 selected participants of Advance Online Course SEAMEO Qitep in Mathematics (2020). Cikgu Tere masih muda usia namun bertabur prestasi yang membanggakan.

Cikgu Tere merupakan salah seorang peserta Belajar Menulis Gelombang 4. Dalam salah satu materi, peserta diberikan tantangan oleh narasumber yang bernama Prof. Richardus Eko Indrajit.  Materinya sangat menarik dan cikgu Tere sangat antusias untuk mengikuti tantangan yang diberikan yaitu menulis buku dalam waktu seminggu. Saat itu ada banyak topik yang diberikan. Topik-topik itu terdapat dalam channel youtube yaitu Ekoji Channel. Rupanya cikgu Tere merasa penasaran dengan salah satu topik yaitu Ubiquitous Learning.  Rasa penasaran mendorongnya untuk  membuka  youtube ekoji channel  dan menyimak materi terkait topik tersebut. Setelah itu, besoknya langsung mendaftarkan namanya untuk menjadi penulis buku.  Cikgu Tere segera menyusun outline dan  menghubungi Prof Eko untuk mengajukan  judul serta outline bukuya. Judul bukunya Belajar Semudah Klik, Membangun Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar.  Prof Eko menambahkan satu kata yaitu Ekosistem menjadi Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar. Pada saat itu, para penulis yang ikut dalam proyek menulis  digabungkan dalam satu grup WA yaitu Menulis Bersama Prof. Ekoji. Dalam grup tersebut para penulis yang beranggotakan 20 orang termasuk Prof. Eko saling memotivasi agar dapat menyelesaikan tantangan menulis dalam  waktu seminggu.

VIDEO PILIHAN