Mohon tunggu...
Liliek Pur
Liliek Pur Mohon Tunggu... belajar terus

wiraswasta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Cara Aneh Mengoleksi Buku

22 Mei 2019   16:17 Diperbarui: 25 Mei 2019   21:25 0 23 11 Mohon Tunggu...
Cara Aneh Mengoleksi Buku
sumber gambar: tribunnews.com

Zaman dulu, semasa saya kuliah puluhan tahun lalu, ada seorang teman saya yang mengaku suka mengoleksi buku. Tolong jangan membayangkan koleksi buku yang gimana gitu. Yang saya maksud dengan koleksi buku dalam dunia kami kala itu adalah beberapa gelintir buku yang terpajang di sebaris atau dua baris rak kayu yang menempel di dinding kamar kos.

Sejak awal kuliah hingga kami berpisah mencari penghidupan masing-masing seusai menerima gelar, bentuk koleksi buku teman saya tak banyak berubah. Seluruh buku yang mengisi raknya berasal dari lapak-lapak buku bekas. Ciri lain buku yang digandrunginya berdimensi cukup tebal.

Suatu saat saya bertemu dengannya di suatu tempat dalam perjalanan pulang dari kampus. Ketika itu ia tengah memilih-milih buku second yang dijual seseorang di pinggiran kampus. Sang penjual menggelar buku-buku dagangannya di atas bak terbuka sebuah mobil pick up.

Saya tidak akan membahas perdagangan buku, termasuk penjualan buku bekas. Saya hanya akan mengulas sedikit saja sebuah bahasan yang berkaitan dengan minat membaca buku. Ide ini terlintas ketika saya mengingat sebuah kejadian agak ganjil yang dilakukan teman yang menjadi pelaku utama dalam cerita ini.

Ketika saya temui, rekan saya ini sedang mengais-ngais tumpukan buku bekas yang tak beraturan mencari buku yang diinginkannya. Yang menarik perhatian saya, ia melakukannya dengan cara yang tidak biasa.

Tak sekalipun saya melihat ia membuka-buka lembaran buku, atau membaca sinopsis di bagian sampul belakang buku, atau mengamati daftar isi pada bagian awal buku. Kalau pun ada tulisan yang dibacanya dalam buku itu, barangkali judulnya saja.

Mulanya, ia melayangkan pandangan matanya ke seluruh penjuru bak mobil itu. Ulahnya bagaikan seorang bajak laut tengah mencari mangsa. Dengan satu sisi matanya yang terbuka, si penyamun meneropong seluruh permukaan laut di sekitar kapalnya.

Saat pandangan mata kawan saya itu menemukan sebentuk buku yang sepintas diminatinya, tangannya segera terulur untuk meraih buku idamannya. Air mukanya memancarkan kegembiraan.

Awalnya saya mengira ia akan mengintip halaman demi halaman buku yang dicomotnya untuk mengetahui materi buku itu. Barangkali ia sedang membutuhkan bahan tertentu untuk dipelajarinya. Atau mungkin tengah mencari referensi yang cocok sebagai pelengkap tugas dari dosennya.

Namun ia tidak melakukan hal seperti yang saya duga. Mengamati caranya memperlakukan buku di tangannya, ia tampak tidak sedikit pun membutuhkan isi buku itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2