Mohon tunggu...
Liliek Purwanto
Liliek Purwanto Mohon Tunggu... Penulis - penulis

-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Di Sini Salah, Di Sana Benar

18 April 2018   06:19 Diperbarui: 18 April 2018   08:24 607
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Masih ingat lagu yang sangat populer di kalangan kids zaman old dan masih tetap masyhur hingga zaman now "Di Sini Senang, di Sana Senang"? Saya tertarik untuk mengadopsinya. Begini jadinya:

Disini salah

Di sana benar

Dibalik bisa salah bisa benar

Apa yang salah dan apa yang benar? Ini kisah klasik menyangkut "penyelewengan" tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dilema antara awalan dan kata depan.

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, awalan ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Sebagai contoh kata dikelola (kata di sebagai awalan disambung dengan kata dasar kelola). Sementara itu, penulisan kata depan terpisah dengan kata yang mengikutinya. Contohnya adalah di rumah (kata di sebagai kata depan dipisah dengan kata rumah). Dalam judul tulisan ini, kedua kata di berkedudukan sebagai kata depan.

Kalau sudah tahu kedudukanmu sebagai kata depan, jangan bergandengan mesra gitudong. Pamali, tahu!

Itulah sebabnya, "Disini Salah, di Sana Benar". Bila dipaksa harus benar semua, maka saya akan kembali ke atas dan mengganti judul tulisan ini menjadi "Di Sini Benar, di Sana Benar". Itu baru benar-benar benar.

Lantas kenapa dibalik bisa salah bisa benar?

Dibalik sudah pasti salah bila kata di berkedudukan sebagai kata depan. Misalnya dalam kalimat, "Adik berdiri dibalik pintu." Dibalik menjadi benar manakala status di adalah awalan. Contohnya dalam kalimat, "Agar tidak gosong, tempenya harus segera dibalik."

Kisruh cara penulisan awalan dan kata depan, menurut pengamatan saya, cukup banyak terjadi dan berserak di mana-mana. Awalan sering dipisahkan dengan kata yang mengikutinya. Sedangkan kata depan justru dirangkaikan dengan kata berikutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun