Mohon tunggu...
Lilia Aryani
Lilia Aryani Mohon Tunggu... Lilia

-

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

TB 2 Prof Dr Apollo "Beban"

18 Mei 2021   02:24 Diperbarui: 18 Mei 2021   15:02 92 10 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
TB 2 Prof Dr Apollo "Beban"
Teori Akuntansi 

Nama : Lilia Aryani

NIM    : 43218010158

Mata kuliah Teori Akuntansi

Beban yaitu penurunan dari manfaat ekonomi pada suatu periode akuntansi berupa pengurangan aset atau liabilitas yang berdampak pada penurunan ekuitas diluar dari pembagian kepada para investor. Beban digunakan untuk menentukan sebuah laba perusahaan. Hal ini tercemin dari perhitungan sebuah keuntungan dimana penghasilan atau pendapatan dikurangi dengan pengeluaran atau beban maka akan menghasilkan sebuah laba. Adanya beban akan berdampak pada sebuah untung atau rugi sebuah perusahaan. Contoh beban yang terdapat di laba rugi yaitu beban listrik, beban sewa, beban gaji, ataupun penyusutan. Sifat dari beban dapat mempengaruhi sebuah laporan laba rugi perusahaan, hal ini karena :

  • Terdapat  penurunan dari aktiva tetap yang digunakan
  • Terdapat kewajiban yang ditanggung perusahaan dalam melakukan pembayaran gaji karyawan
  • Terdapat kewajiban perusahaan yang timbul tanpa dibarengi dengan bertambahnya aktiva

Terdapat  2 (dua) karakteristik penting yang berkaitan dan melekat pada beban, yaitu :

  • Aliran keluar atau penurunan aset.

Beban timbul karena adanya kejadian atau transaksi yang berkaitan dengan penurunan aset atau adanya aliran keluar aset atau sumber ekonomik. Dalam pemakaian bahan baku yang digunakan untuk pembuatan sebuah produk di dalam perusahaan tidak dapat dikatakan sebagai beban jika produk tersebut belum terjual. Karena sebenarnya hal tersebut belum terjadi sebuah penurunan aset, yang terjadi hanyalah sebuah perubahan bentuk aset.

  • Akibat dari kegiatan membentuk operasi utama yang menerus

Kegiatan utama adalah kegiatan dari penciptaan sebuah laba atau pendapatan  yang direpresentasi melalui kegiatan produksi atau pengiriman barang atau penyerahan dan pelaksanaan jasa. Apabila suatu perusahaan ingin memperoleh dan mengukur laba secara tepat, maka harus ada hubungan atau kaitan  yang logis antara beban dan pendapatan. Dalam hal ini, peran dari operasi utama perusahaan yaitu sebagai  basis utama untuk menghubungkan beban dengan pendapatan. Beban merupakan penurunan aset yang hanya berkaitan dengan operasi perusahaan dan tidaka berkaitan dengan investasi atau pendanaan.

Karakteristik Beban
Karakteristik Beban

Selain dari dua karakteristik utama tersebut masih terdapat karakteristik-karakteristik dari beban yang sifatnya sebagai pendukung, konsekuensi, atau penjelas. Beban dapat digolongkan menjadi 5 (lima) macam jenis, yaitu:

  • Beban akrual atau accrued expense yaitu beban yang harus dibayar oleh perusahaan pada periode selanjutnya.
  • Beban kredit macet atau bad debts expense, yaitu beban yang timbul karena adanya piutang yang tidak tertagih. Piutang tak tertagih dikarenakan pihak terutang mengalami kebangkrutan dan tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran dari utangnya.
  • Beban operasional atau operational expense, yaitu beban yang berkaitan dengan kegiatan dari operasional perusahaan, sebagai contoh: beban penjualan.
  • Beban penyusutan atau depreciation expense, yaitu beban yang timbul akibat dari pemakaian sebguat aktiva berwujud. Sebaagai contoh: beban penyusutan kendaraan.
  • Beban yang ditangguhkan atau prepaid expense, beban ini biasa disebut dengan beban dibayar dimuka, yaitu beban yang belum dirasakan manfaatnya tetapi telah dibayarkan.

Beban dapat segera diakui pada bagian laba rugi di laporan keuangan pada saat sebuah  pengeluaran perusahaan tidak menghasilkan suatu manfaat ekonomi untuk masa depan atau sepanjang manfaat ekonomi masa depan tersebut tidak memenuhi syarat atau sudah tidak lagi dapat memenuhi syarat untuk dapat diakui pada bagian laporan posisi keuangan sebagai aset. Beban dapat pula diakui dalam laporan laba rugi ketika liabilitas muncul tanpa adanya pengakuan aset, contohnya pada saat liabilitas muncul akibat dari garansi suatu produk.

Beban umumnya diakui apabila 2 (dua) kriteria berikut terpenuhi (SFAC No. 5, prg. 85):

  • Konsumsi manfaat 

Beban atau rugi diakui jika manfaat ekonomik yang telah dikuasai oleh suatu perusahaan telah dikonsumsi dan dimanfaatkan baik untuk pengiriman atau produksi barang, pelaksanaan atau penyerahan sebuah jasa, ataupun untuk kegiatan lainnya yang merepresentasikan operasional utama perusahaan tersebut.

  • Terdapat pengurangan manfaat masa datang  

Beban atau rugi diakui jika suatu aset yang diakui sebelumnya diperkirakan mengalami pengurangan manfaat ekonomiknya atau asset tersebut sudah tidak mempunyai manfaat  ekonomik.

Beban diakui pada laporan Laba Rugi apabila :

  • Adanya penurunan aktiva tetap perusahaan yang digunakan.
  • Adanya proses produksi untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
  • Adanya suatu kewajiban perusahaan, contohnya dalam pemberian upah dan pembayaran gaji karyawan.
  • Adanya kewajiban perusahaan yang tidak dibarengi dengan perolehan aktiva.

Pengukuran beban

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN