Mohon tunggu...
Faustina Rosalia
Faustina Rosalia Mohon Tunggu... Lainnya - Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Ungraduated Media Digital Communication Student

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kebudayaan Chuseok sebagai Bentuk Penghargaan terhadap Leluhur

11 November 2020   22:42 Diperbarui: 11 November 2020   23:01 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dalam Samovar (2017). Dikatakan bahwa identitas merupakan komponen psikologis yang sangat penting bagi individu. Maka dalam perkembangan kehidupan seseorang perlu untuk mengikuti dan mempelajari kebudayaan yang di milikinya, sehingga seorang individu tidak akan bingung dalam proses mempertanyakan identitas kebudayaannya.

Surganya para pencinta Drakor atau Drama Korea, ada di Negeri Gingseng, yakni Korea Selatan. Di Korea Selatan ini terdapat banyak sekali destinasi wisata dengan beragam kuliner yang unik, dan semua hal itu selalu terdapat di dalam Drama Korea, hal inilah yang membuat kebudayaan Korea Selatan semakin mendunia dan digemari oleh banyak orang. Selain itu Korea Selatan memiliki suatu budaya yang disebut Chuseok, secara tradisional kebudayaan ini dirayakan dengan kunjungan ke kampung halaman, pertemuan keluarga, dan memberi penghormatan kepada leluhur.

Chuseok juga dapat diartikan sebagai festival panen bulan atau biasa disebut sebagai hari Thanksgiving Korea Selatan, perayaan hari kebudayaan ini merupakan salah satu hari libur besar yang terdapat di Indonesia, dan penentuan hari liburnya ditentukan melalui pengamatan sesuai dengan kalender lunar atau Cina. Chuseok sendiri biasa dirayakan saat bulan purnama tiba guna merayakan suksesnya panen dari para petani. Perayaan ini ditandai dengan pertemuan keluarga di kampung halaman leluhur atau di rumah kepala keluarga. 

Unsur tradisional perayaan Chuseok meliputi :

Salam resmi, dimana pada saat salam resmi ini, anak yang lebih muda akan memberikan hormat kepada pemilik rumah yang biasanya merupakan orang yang lebih tua;

Selanjutnya, setelah tamu yang lebih muda memberikan hormat kepada yang lebih tua, maka hormat tersebut akan dibalas dengan hormat dari para tetua, yang merupakan bentuk apresiasi dan menghargai niat baik dari para tamu; 

Setelah proses penghormatan, selanjutnya para perempuan atau ibu-ibu akan melakukan persiapan untuk menyajikan hidangan makan yang selanjutnya akan dilakukan acara makan bersama, pada peryaan Chuseok ini terdapat suatu makan hidangan khusus seperti kue beras jenis tertentu (ddk) dan saat perayaannya mereka akan memakai pakaian tradisional (hanbok). 

Setelah merayakan chuseok biasanya orang-orang akan melakukan refreshing dengan menikmati keindahan Seoul dari ketinggian, seperti dengan berkunjung ke Seoul Tower.

Perayaan Chuseok ini merupakan kebudayaan turun temurun yang selalu dilakukan sebagai bentuk ritual wajib, dan juga menghargai para leluhur, serta bersyukur atas hasil panen yang baik disetiap tahunnya. Cukup banyak wisatawan yang tertarik pada perayaan ini, sebab melalui peryaan Chuseok ini mereka dapat melihat banyak warga lokal yang menggunakan pakaian adat, yang dinilai menarik.

DAFTAR PUSTAKA:

SAMOVAR, L.A., Porter, R. E., McDaniel, E. R., & Roy, C. S. (2017). Communication Between Cultures Ninth Edition. Boston: Cengage

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun