Mohon tunggu...
LIDIA ESTER SIBARANI_PWK_UNEJ
LIDIA ESTER SIBARANI_PWK_UNEJ Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 PWK UNEJ

Saya adalah orang yang gemar membaca

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Batam, Kota Bebas Pajak

14 September 2022   18:27 Diperbarui: 14 September 2022   19:11 516 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Kota Batam adalah salah satu kota kecil yang sering kali dijuluki sebagai kota industri dari provinsi Kepulauan Riau. Kebanyakan orang, jika mendengarkan "Kota Batam" pasti yang terlintas di kepala mereka adalah Iphone murah, ongkir mahal, kota teh obeng, atau kota yang deket dengan Negara Singapura. 

Orang orang sering banget nanya, kok bisa sih iphone di Batam, atau barang-barang lainnya dari Batam lebih murah dari biasanya, tapi mahal banget tuh ongkirnya kalau dibawa ke luar Kota Batam. Di tulisan kali ini, saya akan membahas apasih yang membuat barang-barang dari Kota Batam lebih murah dari kota-kota lainnya.

Jadi, sebenarnya Batam merupakan kawasan bebas pajak. Apasih kawasan bebas pajak itu? Kawasan bebas pajak merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan dan pelabuhan bebas atau yang biasanya juga dikenal dengan Indonesia Free Trade Zone. 

Menurut Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 62/PMK.03/2012, kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan, adalah suatu kawasan yang berada dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpisah dari Daerah Pabean sehingga bebas dari pengenaan bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan cukai. Semua kegiatan ekspor maupun impor yang terjadi di Kota Batam tidak dipungut biaya pajak.

Batam dijadikan kawasan bebas pajak, karena ini merupakan sebuah strategi yang dilakukan oleh negara kita, supaya memberikan kemudahan untuk barang barang baik yang masuk ke Kota Batam, maupun yang keluar dari Kota Batam. Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, Kota Batam merupakan Kota Industri. Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang barang di Batam, seperti PT Philips, PT CASIO,  PT Amtek Engineering dan banyak lagi perusahaan-perusahaan produksi lainnya. 

Nah, perusahaan-perusahaan ini tentunya banyak sekali menghasilkan barang barang yang bisa diimpor baik ke luar Kota Batam maupun ke luar negeri bukan? Sehingga Batam dijadikan kota kawasan bebas pajak yang pastinya akan memudahkan proses impor supaya menjadi lebih lancar dan menghemat biaya.

Selain itu, Batam juga dijadikan kawasan bebas pajak untuk meningkatkan perekonomian negara kita. Pembebasan pajak diharapkan dapat meningkatkan perputaran pendapatan yang berdampak langsung ke dalam perekonomian negara kita. Jika perekonomian disini membaik, maka tentunya negara kita dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Dan juga pembebasan pajak ini dilakukan untuk meningkatkan investasi di Batam.

Nah, jadi karena Batam merupakan kawasan bebas pajak, banyak sekali barang barang dari luar negeri yang masuk ke Kota Batam, dijual dengan harga yang lebih murah daripada biasanya. Apalagi di kawasan Nagoya, yang merupakan pusat perbelanjaan Kota Batam, dimana semua dapat kita cari disini. Bisa dibilang, wilayah Nagoya ini merupakan salah satu lokasi pusat perekonomian Kota Batam. Disini kalian bisa membeli handphone, pakaian, aksesoris, dan banyak sekali barang yang harganya lebih murah daripada harga yang dijual oleh toko-toko biasanya.

Lantas, adakah hubungannya dengan biaya jual yang lebih mahal jika barang-barang dari Kota Batam dibawa ke luar kota? Tentu saja ada. Pengiman dari Kota Batam ke luar kota pasti dikenai biaya pajak tambahan. Barang-barang yang dikirim ke luar Kota Batam dikenai pajak bea masuk, PPH, dan PPN sebesar 17,5%-40%. 

Merujuk pada UU No.17/2006 tentang Kepabeanan, Bea Masuk adalah pungutan negara berdasarkan UU yang dikenakan terhadap barang yang diimpor. PPH sendiri merupakan singkatan dari Pajak Penghasilan yang biasanya dikenakan kepada seorang pribadi atau atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu pajak. Penghasilan tersebut dapat berupa gaji, keuntungan usaha, dan lain-lain. PPN merupakan singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai yang biasanya diambil dari pungutan dari proses distribusi maupun transaksi. Contoh jasa yang dikenai PPN adalah asset kripto, tarif paket internet, beli mobil beka, dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, jika kita membeli mobil di Batam dengan harga 200.000.000, akan dikenai pajak 20%, sehingga jika mobil tersebut dijual ke luar kota Batam, maka kiraa-kira, harganya akan naik menjadi 240.000.000. Itu sebabnya, banyak sekali orang orang yang datang ke Kota Batam hanya untuk sekedar membeli beberapa barang, lalu dibawa ke kota asalnya karena harga jual barang barang dari Kota Batam yang relatif lebih murah daripa harga jual barang-barang di kota asalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan