Lia Wahab
Lia Wahab Freelance Writer

Perempuan biasa saja, penjaga amanah tiga malaikat kecil yang ingin berarti bagi sesama.

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Ini 5 Kelebihan Fadli Zon!

11 Februari 2019   21:09 Diperbarui: 11 Februari 2019   21:39 1142 8 6

Fadli Zon, wakil rakyat yang fenomenal. Duduk di kursi dewan, bukan perangkat undang-undang yang jadi prioritasnya melainkan sibuk tebar cuitan. Nyaris semua pernyataan dan cuitannya di jagad maya mengundang nalar untuk bekerja keras.

Sebagai oposisi memang dia pantas mengkritisi tapi bukan yang asal bunyi. Di jagad media sosial twitter, berderet cuitan Fadli Zon yang mendapat komentar yang berlawanan, kecaman bahkan bulian.

Fadli memang rajin sekali mengomentari segala sesuatu mengenai oposisinya apalagi yang melekat dengan pribadi presiden Jokowi.

Saya masih ingat saat Jokowi menikahkan putrinya di Solo Fadli sibuk mengomentari Jokowi dan menganggap Jokowi memanfaatkan fasilitasnya sebagai presiden untuk menikahkan putrinya. Bahkan Fadli menyindir Jokowi berprestasi dua kali menikahkan anaknya dalam satu periode kepresidenan.

Padahal, sangat jelas bahwa kedua anak Jokowi menikah tanpa menggunakan fasilitas kepresidenan ayah mereka.

Sekarang dia lebih punya cerita. Bukan hanya cuitan, Fadli kini rajin berpuisi. Memang anggota dewan cukup lihai jadi seniman, anggaran saja bisa dipoles sesuai selera apalagi deretan kata. Sayangnya puisi Fadli melulu ditujukan ke satu sasaran. Bukannya keindahan, kontroversi yang justru datang.

Terakhir ini puisi Fadli ditujukan untuk doa yang diucapkan Kyai Maimoen Zubair di Rembang saat kunjungan Jokowi. "Doa yang ditukar" begitulah judulnya. Puisi yang tak lebih dari tudingan seorang Fadli Zon ini kini menuai kecaman. Fadli menangkis tapi pihak lain meminta ia memohon maaf.

Kalau dirunut, di mesin pencari Google.com saja ihwal seorang Fadli Zon saja lebih banyak kontroversinya. Sedikit sekali saya menemukan berita prestasi Fadli Zon sebagai legislator, yang banyak ditemui justru aksinya membuat sensasi.

Tapi dipikir punya pikir, Fadli Zon ini punya lima keistimewaan. Setidaknya itu yang membuatnya bertahan berada terdepan dalam sorotan.

Ini memang benar kelebihan seorang Fadli Zon yang belum tentu orang lain sudi menyamainya.

Punya Prinsip Yang Kuat

Membaca di sebuah situs, Saya mengetahui bahwa Fadli Zon pertama kali bertemu Prabowo di tahun 1994 kala ia bersama rekan-rekan mahasiswa UI mengadakan acara "Simposium Nasional Gerakan Mahasiswa 1990-an."

Kala itu Fadli termasuk aktifis yang rajin berdemonstrasi atas kebijakan pemerintah. Prabowo pun hadir masih dengan pangkat kolonel. Kecintaan Fadli akan figur Prabowo dimulai saat itu, saat Prabowo bicara soal gagasan-gagasannya tentang perubahan Indonesia ke depan yang berharap Indonesia akan terbuka secara demokrasi.

Di situlah jiwa aktifis Fadli yang menyukai kata "perubahan" mulai mengantarnya lebih dekat dengan Prabowo. Fadli beberapa kali diundang ke Cendana oleh Prabowo untuk berdiskusi. Hingga Prabowo naik dan naik lagi pangkatnya menjadi Danjen Kopassus, Fadli Zon semakin akrab dengan Prabowo.

Secara prinsip Fadli punya kesamaan dengan Prabowo. Setidaknya secara retorika Prabowo juga Fadli menyukai perubahan bagi NKRI. Meskipun zaman berganti, Orde Baru sudah pergi, tetap saja prinsip Fadli masih sama, menginginkan perubahan dan mengidolakan seorang Prabowo.

Bak anak asuhnya, Fadli hadir di dekat Prabowo nyaris di setiap kiprah politik Prabowo di negeri ini. Hingga kini kondisi itu masih berlangsung bahkan Fadli rela menyampaikan apapun demi membela sang idolanya, Prabowo Subianto.

Kepercayaan Diri (Ketidakpercayaan terhadap orang lain)

Salah satu modal Fadli Zon berani mengeluarkan berbagai pernyataan adalah rasa percaya dirinya yang tinggi. Ia tidak peduli apakah pernyataan yang diucapkannya benar atau salah, berdampak baik atau buruk. Seorang Fadli Zon bisa tanpa beban menyambar sebuah fakta dengan komentarnya bahkan dengan bait-bait puisi.

Ada beberapa definisi kepercayaan diri menurut para ahli psikologi, diantaranya menurut Anthony (1992), kepercayaan diri adalah sikap pada diri seseorang yang bisa menerima kenyataan, mengembangkan kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian dan mempunyai kemampuan untuk memiliki segala sesuatu yang diinginkan.

Sementara itu, menurut Hambly (1992) kepercayaan diri adalah keyakinan terhadap diri sendiri sehingga mampu menangani segala situasi dengan tenang, kepercayaan diri lebih banyak berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain, tidak merasa inferior di hadapan siapapun dan tidak canggung jika berhadapan dengan orang banyak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2