Mohon tunggu...
Lia Oktaviana
Lia Oktaviana Mohon Tunggu... Mahasiswa Unnes

melalui proses berharap progres

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Contoh Esai Kebijakan New Normal terhadap Industrialisasi di Kudus

5 Juli 2020   22:36 Diperbarui: 5 Juli 2020   22:31 3541 2 0 Mohon Tunggu...

Mungkin masih bingung mendefinisikan dan membuat esai untuk tugas kuliah misalnya, kali ini saya membuat esai tugas kuliah yang dapat membantu dalam memahami sekaligus menginformasikan New Normal terhadap Industrialisasi di Kudus. Berikut merupakan urutan esai dari pendahuluan, pembahasan dan penutup. Semoga bermanfaat dan membantu ya, terima kasih......

1.PENDAHULUAN

Semenjak corona mulai masuk di Indonesia pada bulan Maret 2020. Jumlah kasus positif corona terus merambah ke daerah seluruh Indonesia. Penambahan kasus corona paling banyak di Pulau Jawa. Kabupaten Kudus merupakan wilayah  provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Kudus tercatat  sebesar 42.516 hektar (BPS Kabupaten Kudus 2019). 

Berdasarkan data BNPB Kudus, (16/06/2020) pelonjakan kasus corona cukup tinggi dengan total kasus mencapai 134 jiwa dan meninggal 10 jiwa. Berbagai daerah di Indonesia sudah merasakan dampak ekonomi dengan adanya pembatasan sosial tentunya bertujuan agar virus ini tidak menyebar. 

Hal ini menyebabkan lesunya ekonomi, banyak masyarakat yang dirumahkan ataupun di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja ). Karena lesunya perekonomian dapat melemahkan pendapatan yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat Kudus ini sendiri. Sehingga muncul ide gagasan baru dari Pemerintah Kudus untuk menerapkan kebijakan New Normal.

Secara administratif Kudus terbagi menjadi 9 kecamatan. Diantaranya kecamatan terluas di Dawe dan terkecil merupakan Kota. Industrialisasi merupakan salah satu cara mempercepat pembangunan ekonomi. 

Industri pengolahan pangan. Menurut Hidayat, (2010) berpendapat bahwa Kabupaten Kudus sebagian besar termasuk industri pangan berskala kecil meskipun ada sebagian yang berskala besar. 

Industri-industri pangan berskala kecil pada umumnya masih menggunakan teknologi tradisional, sehingga kualitas produknya masih beragam dan belum sepenuhnya mengikuti standar-standar kualitas yang telah ditetapkan.  

Lemahnya industri kecil inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah karena rentan terjadi PHK kepada karyawan disebabkan kesetimpangan permasalahan seperti masa pendemi corona saat ini. 

Selain itu, Usaha Mikro Kecil Menengah( UMKM) yang bertajuk industri, koperasi, dan rumahan diperkirakan mencapai 12.000 di berbagai kecamatan, perlu  diperhatikan keberlanjutannya. Oleh karena itu, industri maupun UMKM di Kudus wajib diberikan perhatian lebih dengan kebijakan pendukung oleh pemerintah agar meminimalisir kasus PHK atau dirumahkan.

2. PEMBAHASAN 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN