Mohon tunggu...
Lian Yesika Hutasoit
Lian Yesika Hutasoit Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Medan

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Sejarah Buruh Perempuan Home Industri Sarang Walet

19 Juni 2021   13:50 Diperbarui: 19 Juni 2021   21:41 125 1 0 Mohon Tunggu...

Awal Terbentuknya Home Industri Sarang Walet
Burung wallet merupakan jenis burung yang memiliki sayap yang cukup lebar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Habitat burung wallet ini dapat berada di gua-gua, bangunan kosong, ataupun ruang yang besar dan lebar. Burung ini biasanya hiduup berkelompok dengan sejenisnya. Burung ini membuat ataupun membentuk sarangnya melalui air liur mereka yang dapat mengeras. Sarang dari burung wallet inilah yang mempunyai harga tinggi yang mempunyai khasiat sebagai obat, kecantikan, dan juga dapat dikonsumsi. Hal inilah yang membuat para pembisnis kecil-kecilan membangun sebuah home industry sarang wallet, salah satunya di Marelan.

Orang-orang yang tinggal di marelan, kebanyakan dihuni oleh orang China. Banyaknya orang China yang mendominasi lokasi marelan, membuat marelan dapat disebut menjadi kota marelan atau marelan city, karena banyaknya orang china disana membangun sebuah toko, supermarket, serta home industry, yang membuat juga kota tersebut menjadi padat penduduk. Padatnya penduduk di Marelan, tidak membuat kota tersebut menjadi miskin perekonomian, malah sebaliknya. Banyak para pembisnis china sukses menjalankan bisnisnya di marelan. Hanya saja ada dampak yang terimbas untuk orang-orang yang melalui kota tersebut, yaitu sebuah kemacetan.

Awal munculnya home industry sarang wallet di marelan pada tahun 2005. Awalnya tidak banyak yang membuka home industry sarang wallet ini di marelan, tetapi melihat banyaknya pendapatan dan hasil yang cukup baik bagi seorang pembisnis, membuat para pembisnis baru terpikat dan mempunyai keinginan untuk membuka bisnis ini juga. Home industry di marelan, rata-rata di kelola oleh orang China. Mereka membuka home industry yang mereka jalani di dekat rumahnya ataupun dirumahnya sendiri. Mereka tidak membudidayakan burung wallet di rumahnya ataupun di sekitar marelan, mereka hanya mengelola sarang wallet tersebut agar terlihat bersih dan siap kirim ke luar negeri, salah satunya negeri China. Kesuksesan dari dibangunnya home industry sarang wallet inilah yang membuat banyaknya keberadaan home industry sarang wallet di marelan dan mengundang banyaknya buruh perempuan yang bekerja di dalamnya.

Buruh Perempuan Dalam Home Industry Sarang Walet

Dengan meningkatnya pembangunan industri disetiap daerah, membuat seseorang untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kehidupan. Kini banyak perempuan yang berpartisipasi dan aktif bekerja di industry ataupun home industry untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Keterlibatan perempuan dalam industri rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa factor, yang pertama, tekanan ekonomi. Kedua, lingkungan keluarga yang tidak mendukung dalam bekerja. 

Ketiga, tidak ada peluang kerja lain yang sesuai dengan keterampilan yang dikuasai. Dari penjelasan diatas, ada beberapa faktor pendorong keterlibatan perempuan dalam sektor industry yang dapat diketahui, seperti yang dikarenakan tekanan ekonomi atau kebutuhan ekonomi keluarga yang semakin tak terjangkau, suami tidak bekerja, serta menambah pendapatan suami. Selain itu, rata-rata perempuan yang bekerja di sektor industri merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah yang tingkat pendidikan dan keahliannya masih rendah.

Dari Home industry sarang wallet yang saya riset, home industry ini dipenuhi oleh buruh perempuan yang sudah berkeluarga dan juga sebaliknya. Ada juga buruh perempuan yang masih bersekolah di jenjang SMP, SMA, serta Mahasiswa. Buruh perempuan yang masih bersekolah di jenjang SMP dan SMA dapat ditemui bila mereka mempunyai libur yang panjang, seperti libur kenaikan kelas dan libur pergantian semester. Buruh perempuan di jenjang Mahasiswa dapat ditemui pada pergantian semester ataupun karena jam mata kuliahnya kosong di hari-hari tertentu.

Dalam home industry sarang wallet ini, tidak ada pekerja atau buruh laki-laki yang dipekerjakan dikarenakan pekerjaan dalam hal membersihkan sarang wallet yang berwarna coklat, kering, dan dipenuhi pasir serta bulu-bulu burung wallet tidaklah pekerjaan yang berat. Maka dari itu pekerja laki-laki atau pria tidak dibutuhkan didalam home industry sarang wallet ini. Tetapi kemungkinan besar bahwa bagian pekerja laki-laki dapat dipekerjakan untuk mengambil sarang wallet yang berada di gua-gua ataupun dalam penangkarang burung wallet tersebut yang dikarenakan sarangnya yang terletak di atas dan membutuhkan banyak tenaga untuk mengambilnya.

Didalam home industry sarang wallet yang berada di marelan, tidak ada penangkarannya. Pembisnis tidak memiliki penangkarannya langsung. Mereka hanya membeli sarang wallet yang masih kotor dan belum dapat dikirim ke luar negeri dari orang yang memiliki penangkaran burung wallet. Maka dari itu home industry sarang wallet ini hanya mempekerjakan wanita saja.

System pekerjaan ini bekerja selama 9 jam dari pukul 08.00-17.00 WIB dengan diberi gaji 40.000,-. Untuk masuk kedalam home industry sarang wallet ini tidaklah mudah, mereka juga membatasi jumlah pekerjanya, bila meja buat pekerjaannya penuh maka penerimaan buruh baru tidak diterima. Seperti home industry yang lainnya, home industry ini juga memberikan waktu istirahat selama 30 menit untuk jam makan siang pada pukul 12.00-12.30 WIB. Bila telah melewati jam tersebut, para buruh perempuan wajib melanjutkan pekerjaannya. Bekerja di home industry sarang wallet, tidak boleh ada yang lambat ataupun bermalas-malasan pada saat bekerja. Mereka yang mengobrol pada saat bekerja akan di tegur oleh pemilik home industry tersebut.

Di home industry sarang wallet ini mempekerjakan buruh perempuan bukan hanya yang sudah berkeluarga juga yang masih bersekolah. Ada begitu banyak para buruh perempuan yang sudah menikah dan telah membangun rumah tangga. Mereka masuk bekerja sebagai buruh untuk membantu perekonomian keluarga mereka. Bagi buruh perempuan yang masih bersekolah, alasan mereka bekerja untuk mendapatkan uang tambahan untuk bersekolah dan membeli keperluan pribadi tanpa meminta dari orangtuanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN