Ekonomi

Pengalaman Trading Forex Melalui Broker Gainscope

14 September 2017   21:25 Diperbarui: 15 September 2017   01:15 968 0 0
Pengalaman Trading Forex Melalui Broker Gainscope
forex-59bac2ea9a78f10ce2587963.jpg



Melalui media ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi di bidang pekerjaan yang saya sukai, yaitu trading forex, yang merupakan perdagangan mata uang atau disebut valuta asing.

Dimulai dari awal mula saya berkenalan di dunia Forex, mencari broker forex yang cocok untuk memaksimalkan keuntungan (profit), ditipu broker forex yang bucket shop, hingga jatuh hati untuk bertrading di perusahaan broker kelas premium seperti di GAINSCOPE

Saya tertarik untuk bertrading forex karena menurut saya bisa dilakukan secara bebas dan tidak terikat oleh suatu kontrak seperti halnya bekerja sebagai karyawan ataupun mendirikan bisnis konvensional misalnya. Melalui forex ini saya bisa bekerja bebas di rumah, cafe, di mobil, di jalan, atau dimana saja saya berada, asalkan terdapat jaringan koneksi internet, sehingga dari faktor kebebasan itu saya bisa mendapatkan banyak waktu yang berkualitas dengan keluarga sambil mencari uang. Hal inilah yang saya cari dalam hidup ini.

Memang setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda di urusan pekerjaan dan saya tidak memperdebatkan masalah pekerjaan dengan anda, karena setiap orang berhak menentukan jalannya sendiri dan saya merasa cocok di dunia trading forex. Itulah alasan saya kenapa saya memilih Forex sebagai bidang pekerjaan saya saat ini dalam mencari nafkah. Bisa dibilang saya adalah seorang Independent Trader Forex saat ini.

Saya masih ingat, pada mula saya mengenal forex adalah di tahun 2006, tidak terasa sudah lebih dari 10 tahun saya menggeluti bidang ini, yang waktu itu saya dikenalkan oleh seorang teman yang telah terlebih dahulu terjun sebagai trader forex. Saya cukup beruntung bisa terus bertahan dan menjadi pemenang di hari ini karena saya memegang prinsip pantang menyerah sebelum berhasil, apalagi dari awal saya memang juga telah jatuh hati pada bidang pekerjaan trading forex ini karena faktor kebebasan dan juga potensi pendapatan yang menggiurkan.

Mungkin benak pikiran seperti itu pasti juga terbayang pada anda yang menggeluti profesi sebagai seorang trader seperti saya.

Tapi hal ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena untuk menjadi seorang trader yang sukses butuh perjuangan jatuh bangun juga, serta ditipu sana sini, sebelumnya akhirnya menemukan jalan yang tepat.

Mulai dari kehilangan uang karena trading di broker forex bucket shop, yang hal ini akan saya ceritakan di bawah ini sebelum saya menemukan Gainscope, kemudian kerugian trading karena tidak ada money management, dan sebagainya


Pengertian Broker Forex dan Trader

Sebelum saya masuk ke cerita saya lebih lanjut, saya ingin menjelaskan dahulu apa itu Broker dan apa itu Trader.

Untuk bisa bertransaksi di perdagangan forex ini anda harus membutuhkan jembatan atau mediator yang bisa menghubungkan ke pasar atau forex market, dan jembatan ini dinamakan dengan Broker, contohnya adalah seperti Gainscope FX dan Valasonline.com

banyak perusahaan broker dapat kita temui di internet ini, tetapi jangan sembarangan memilih perusahaan broker, karena tentunya anda tidak akan mau terjadi hal buruk seperti yang pernah saya alami di cerita saya di bawah ini nanti.

Sedangkan Trader adalah anda sebagai pedagang yang melakukan jual beli di perdagangan ini sebagai pelaku pasar.

Broker yang baik bisa memperlancar transaksi anda berjalan dengan bagus dan aman. Dan broker forex bukanlah sarana untuk tempat investasi.


broker-forex-59bac3122d622c744b5b9192.jpg
broker-forex-59bac3122d622c744b5b9192.jpg


Perjalanan trading sebagai seorang trader pemula

Sebagai seorang trader pemula di awal-awal mengenal forex, seperti biasanya saya sangat senang ketika mendapatkan profit yang pertama kali dari hasil trading saya, masih ingat dalam kenangan saya mendapatkan profit sekitar 20 jutaan pada waktu itu, tetapi hal itu tidak bertahan lama, karena setelah itu saya menderita kerugian yang cukup banyak dan modal habis Rp.100 jutaan di broker lokal, sehingga mengakibatkan saya tidur tidak enak dan gelisah terus. Hal ini terasa menyesakkan dan membuat saya hampir mundur.

Tapi karena saya punya prinsip pantang menyerah, maka saya kembali bangkit untuk mencoba kembali. Pada pemikiran saya waktu itu cukup sederhana yaitu jam terbang saya kan belum tinggi, jadi wajar kalau saya menderita kerugian, karena saya masih belum berpengalaman berbisnis di dunia forex yang baru saya kenal ini. Kemudian saya memberanikan diri untuk mencoba kembali dan belajar dari kesalahan-kesalahan saya waktu itu.

Menurut saya kesalahan yang paling fatal dari seorang trader pemula adalah tidak adanya pengaturan money management yang baik dan mudah menuruti analisa orang lain (terutama staff marketing broker) yang belum tentu sesuai, dan kalau dilihat-lihat mereka pun para marketing broker ini juga bukan seorang trader profesional, dan kok bodohnya saya mau menuruti analisa trading mereka, sehingga inilah yang mengakibatkan modal saya berikut profitnya habis dalam sekejap. Saya tidak putus asa dan saya anggap hal itu sebagai uang sekolah trading saya.

Kemudian dari belajar dan berlatih secara tekun tersebut, dalam waktu 1 tahun saya akhirnya menemukan suatu pola analisa trading yang cocok bagi saya, yaitu saya mengandalkan analisa fundamental yang menurut saya paling masuk di logika. Tetapi sekali lagi kuncinya bukan di seberapa hebat kita bisa membaca market sebenarnya, melainkan dari kendali money managementlah yang bisa membuat account kita bertumbuh dan bertahan.

Kalau belum tahu Money Management itu apa, money management atau risk management adalah suatu metode pengaturan resiko supaya kerugian kita dapat tetap terkendali dan modal tidak habis meskipun terjadi kesalahan dalam suatu analisa trading, dan kesalahan-kesalahan ini pasti akan terjadi, karena tidak mungkin kita bisa menganalisa pasar dengan 100% benar terus. Seperti halnya kita berdagang barang pun juga pasti ada resiko yang harus kita perhitungkan agar modal dagang kita tidak habis bilamana terjadi suatu hal yang tidak terduga.

Dari sana, account trading saya perlahan-lahan tumbuh dengan hasil yang menurut saya cukup menggembirakan, karena dari uang profit itu saya bisa gunakan untuk memenuhi kebutuhan dan impian saya, seperti membiayai hidup dan keluarga, jalan-jalan ke luar negeri, menyicil mobil dan semacamnya, tetapi saya masih belum bisa membeli rumah sendiri pada waktu itu, karena masih belum cukup untuk menyicil rumah yang sesuai saya dambakan.

pada waktu ini adalah fase awal saya trading di broker dalam negeri, sebelum saya mengenal broker luar negeri dan Gainscope


trading-screen-59bac4a5a7249b5d1b221325.jpg
trading-screen-59bac4a5a7249b5d1b221325.jpg


Perkenalan dengan broker forex luar negeri

Disini adalah cerita saya di awal dalam mengenal Gainscope. 

Ok, setelah beberapa tahun saya menggeluti dunia trading forex ini, saya mendengar informasi dari komunitas trader bahwa trading di broker luar negeri bisa lebih murah dan hemat daripada trading di broker lokal, sehingga profit yang kita hasilkan bisa lebih maksimal. Dan dari informasi tersebut saya mulai mencoba untuk menggali informasi dan menjajal trading di broker luar negeri. Dan akhirnya saya justru mengalami kerugian ketika trading di broker luar negeri pada waktu itu. Kok Bisa ?

Iya, karena kerugian saya ini bukan karena saya loss trading, melainkan perusahaan broker forex yang saya gunakan tersebut tidak bisa membayar alias Scam, dan usut punya usut ternyata saya salah memilih perusahaan broker karena mungkin saya juga tergiur oleh "gimmick" yang ditawarkan dari broker tersebut (saya masih awam di broker luar negeri waktu itu). Broker luar negeri yang scam tersebut adalah tergolong broker yang Non-regulated atau disebut dengan broker bucket shop / bandar, dan ini tentunya berbahaya sekali setelah saya menyadarinya. Untung pada waktu itu saya hanya kehilangan uang puluhan juta.

Tetapi memang trading di broker luar negeri sangat lebih hemat daripada broker dalam negeri, sebab broker luar negeri tidak dikenakan komisi trading, spread lebih kompetitif, tidak dibatasi transaksinya, sistem dan fitur broker yang lebih bagus dan sebagainya. Jadi dari sana saya mulai beralih ke broker luar negeri daripada broker lokal, sampai nanti saya berkenalan dengan broker Gainscope.


Jatuh hati Dengan broker forex luar negeri yang bernama GAINSCOPE FX

Singkatnya, dari pengalaman kena Scam di broker luar negeri yang tidak bertanggung jawab, saya kemudian mencari tahu informasi tentang broker luar negeri yang aman dan teregulasi, pilihan saya jatuh pada broker luar negeri yang bernama Gainscope Forex , yang juga merupakan afiliasi dari FXDD atau FXDirectDealer LLC dari Amerika Serikat. 

Saya menggunakan Gainscope ini karena saya melihat profil perusahaan broker ini salah satunya dia adalah perusahaan broker yang paling lama berdiri, tentunya juga teregulasi, karena saya tidak mau ditipu lagi di perusahaan broker yang bucket shop, selain itu pertimbangan yang lain adalah banyak trader senior yang merekomendasikan broker Gainscope ini jika ingin trading dengan dana yang besar, karena sistem di broker Gainscope adalah bukan bandar dan keamanannya dijamin, meskipun cara mendaftarnya sedikit ribet tetapi menurut saya hal itu adalah untuk keamanan kita juga sebenarnya.

Dari faktor-faktor diatas tersebut akhirnya saya menggunakan broker Gainscope, dan tidak terasa sudah lebih dari 5 tahun saya menggunakan broker Gainscope ini tanpa pernah terjadi masalah yang berarti, seperti tidak bisa melakukan penarikan dana yang pernah saya alami di broker sebelumnya.

Hari ini total dana saya di Gainscope bahkan sudah menembus angka milyaran rupiah jika dikurskan dari USDollar dan ini cukup membuat saya bisa merasakan nikmatnya kebebasan finansial, dalam arti dari hasil trading itu saya bisa membeli hal-hal yang dahulunya menurut saya cukup sulit untuk memperolehnya, seperti membeli rumah yang saya idamkan.

Untuk profit, rata-rata dalam sebulan saya bisa menghasilkan persentase profit bersih mulai dari 2% hingga 7% di Gainscope (kadang juga pernah minus), tetapi secara keseluruhan dalam setahun masih positif. Dalam trading ini target profit saya tidak sampai 10% keatas per bulannya, karena saya ingin trading dengan cara aman dan tetap mempertahankan modal yang saya kumpulkan bertahun-tahun tersebut tetap utuh, sehingga controlling money management harus disiplin agar tidak terjadi margin call (modal habis).

Memang ketika trading, kita pasti tidak bisa menghindari dari resiko-resiko pasar seperti slippage ataupun requote pada waktu akan open order, tetapi hal ini menurut saya bisa teratasi dengan money management. Kejadian resiko pasar seperti itu adalah wajar, mengingat trading itu dinamis dan berdasarkan pada kondisi permintaan dan penawaran buyer dan seller di market.

Selama ini saya puas dalam menggunakan jasa Gainscope sebagai mediator broker forex saya.


forex2-59bac3b1f3d9e50eaf27b0d3.jpg
forex2-59bac3b1f3d9e50eaf27b0d3.jpg


Saran untuk yang ingin terjun sebagai Trader Forex

Saran saya sebagai seorang trader yang telah cukup lama di dunia forex ini, saya menyarankan agar jangan mengedepankan faktor ingin cepat kaya dalam waktu singkat, apalagi dengan enak-enakan, karena trading forex bukanlah semacam investasi bodong ataupun money game yang bisa meraih keuntungan tinggi tetapi pendek masa umurnya dan pasti menghilang. Trading forex sebenarnya sama dengan perdagangan biasa yang membutuhkan perjuangan seperti halnya kita bekerja aktif pada umumnya, hanya saja pada forex ini objek produknya adalah memperdagangkan mata uang atau valas secara online (valas online).

Selain faktor psikologis tersebut, memilih perusahaan broker forex yang kredibel dan teregulasi juga penting, karena hal ini menyangkut keamanan dana anda, dan saya harap hal-hal buruk yang saya alami seperti diatas tidak sampai terjadi juga pada anda.

Demikian pengalaman berbagi saya di dalam dunia forex sampai akhirnya menemukan perusahaan broker di Gainscope yang bisa mendukung account trading saya tetap aman dan bertumbuh.


Semoga menginspirasi