Mohon tunggu...
Leya Cattleya
Leya Cattleya Mohon Tunggu... PEJALAN

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jangan Panggil Aku Indung

27 November 2019   06:00 Diperbarui: 27 November 2019   08:40 352 41 22 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Panggil Aku Indung
Ilustrasi: pinterest.com

Marah aku padamu. Geramku sampai pangkal kepala.

"Jangan!"

"Kumohon,  Jangan!"

Dan kau terus memaksa. 

Dulu, kusirami kau dengan cinta bermatahari, penuh cahaya. Kuberikan celah di rimbun-rimbun rambutku untuk matamu bicara pada Jubata.

Tak sekalipun kau ragu akan kehidupan karena aku dan kau satu tubuh, satu jiwa di Banua Talino.

Aku pelindungmu, kau penjagaku

Aku melimpahimu, kau memujaku. 

Kita berdua lekat bermesra di dalam asap dan cawan sesembahan.

Setiap tiba masa panen, orang-orang kampung berpesta Uelanuk dan Ulet Samban. 

Mereka angkat Gulai Kati dan Pasta Pasa' dalam kuali-kuali besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x