Mohon tunggu...
Leya Cattleya
Leya Cattleya Mohon Tunggu... PEJALAN

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Habibie, Cinta, Panutan, dan Anti Korupsi

12 September 2019   08:29 Diperbarui: 12 September 2019   20:02 0 42 25 Mohon Tunggu...
Habibie, Cinta, Panutan, dan Anti Korupsi
BJ Habibie ( Foto : Istimewa)

 "Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup" (BJ Habibie)

Habibie, Perusahaan Pesawat Terbang, dan Sejarah Politik Ekonomi Indonesia

Kemarin, 11 September 2019, Bapak Dr Ir Bacharuddin Jusuf Habibie telah kembali ke Sang Pencipta di usia 83 tahun. Kita kehilangan Pemimpin, Patriot, Eyang, Bapak, Ilmuwan, dan Reformis sejati Indonesia.

Lahir di Pare Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, Bacharuddin Jusuf Habibie adalah presiden RI ke 3. Naiknya Habibie sebagai presiden adalah setelah Suharto lengser pada 21 Mei 1998, atas 'people power' dan juga diduga mendapat desakan dari IMF. Itu terjadi hanya dua bulan sesudah pelantikan Habibie sebagai Wakil Presiden.

Kisah cintanya dengan Ibu Hasri Ainun Habibie, seorang dokter, yang wafat pada tahun 2010 dianggap sebagai kisah cinta abadi dan sempat difilmkan "Habibie dan Ainun". Kisah cinta sejati, yang saya harus iri.

"Quotes' Habibie tentang cinta rasanya benar. Dan saya mempercayai itu. "Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup". 

Secara pribadi, saya sempat menjadi bagian dari rakyat yang hadir di Istana pada acara ramah tamah dengan Presiden RI pada 16 Agustus 1999. Tentu saja, sebagai rakyat yang kagum pada Presidennya, saya bersalaman (dan berfoto) dengan beliau.

Itu mengobati kekaguman saya pada beliau. Semasa saya masih merupakan pegawai yunior suatu lembaga pemerintah, saya berkesempatan melakukan kunjungan ke pabrik pesawat terbang Nurtanio di Bandung di tahun 1992.

Kebetulan, kantor tempat saya bekerja mengelola alokasi dana proyek Nurtanio saat itu. Saat ini, perusahaan pesawat terbang ini bernama PT Dirgantara Indonesia.

Habibie selalu ingatkan pentingnya teknologi dan pengetahuan. 

BJ Habibie menyaksikannpidato Obama di UI (Foto : the Washington Post)
BJ Habibie menyaksikannpidato Obama di UI (Foto : the Washington Post)
Adalah Habibie yang memberi nama perusahaan penerbangan Indonesia itu dengan nama Nurtanio. Nurtanio diambil dari nama Nurtanio Pringgoadisuryo, dikenal juga dengan nama L.M.U Nurtanio.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x