Mohon tunggu...
Levi William Sangi
Levi William Sangi Mohon Tunggu... Bangga Menjadi Petani

Kebun adalah tempat favoritku, sebuah pondok kecil beratapkan katu bermejakan bambu tempat aku menulis semua rasa. Seakan alam terus berbisik mengungkapkan rasa di hati dan jiwa dan memaksa tangan untuk melepas cangkul tua berganti pena".

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sang Proklamator Tercinta

13 Agustus 2019   19:20 Diperbarui: 13 Agustus 2019   19:22 347 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sang Proklamator Tercinta
Sumber: media-kitlv.nl

Suatu hari saat fajar tiba
Saat awan gelap menutupi dunia
Gunung Kelud yang kini terjaga
Menyambut sosok yang kelak dipuja

Engkau lahir dalam kesederhanaan
Kelak berat beban mu dimasa depan
Tangis kecil mu nyaring terdengar
Pertanda Indonesia kelak kan bersinar

Ibu Pertiwi kini tak bersedih
Karna harapan kini menanti
Tak sabar ibu menunggu waktunya tiba
Saat kau guncang dunia dengan teriakan merdeka

Tlah kau beri hidupmu tuk nusa
Meski tantangan tak berhenti mencoba
Satu tekadmu yang menggelora jiwa
Merdeka atau mati tinggalkan nama

Ibu Pertiwi riang ketika engkau berjuang
Terkadang menangis melihat mu dibuang
Ketika Ende Flores menjadi saksi cerita
Kau rumuskan pancasila sebagai ideologi kita

Kau tangguh dalam segala lelahmu
Kau bijak dalam segala kebaikanmu
Telah kau bakar semangat Ibu Pertiwi
Mengangkat panji tanpa janji untuk kembali

Banyak sudah amal kebaikanmu
Banyak sudah jasa perjuangan mu
Dengan gembira kau ceritakan kepada dunia
Bahwa Indonesia kini telah merdeka.

Maafkan bangsa mu yang tak berterimakasih
Atas semua jasa yang telah engkau beri
Engkau pergi dengan tangis dan pilu
Membawa luka dan kisah yang belum tersentuh

Selamat ulang tahun proklamator ku tercinta
Maafkan kami yang belum paham akan cerita
Suatu saat dunia akan terjaga
Melihat kebenaran yang mencari jalan pulangnya.

Semoga..

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x