Mohon tunggu...
Lesterina Purba
Lesterina Purba Mohon Tunggu... Penulis

Hidup hanya sebentar perbanyaklah kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Gadis Kamar 13

8 Oktober 2020   17:35 Diperbarui: 8 Oktober 2020   17:40 97 22 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gadis Kamar 13
Source: Saigon Dragon Studios via Pinterest


Di persimpangan jalan menuju villa Kasmaran bertemulah Khrisna dan Elang.

"Lho, dirimu juga menyukai tempat ini?" Khrisna merasa tidak percaya dengan matanya sendiri melihat langsung Elang juga mau mengikuti jejaknya.

"Emang salah kalau aku juga suka tempat seperti ini," Elang tidak mau kalah, dia tidak mau dipojokkan oleh Khrisna. Menyukai villa Kasmaran untuk melepaskan pikiran kusut sambil menikmati pemandangan yang aduhai berseliweran di kolam renang. Selain suasana sejuk bisa membuat pikiran kembali segar. Dan tulisan-tulisan mengalir lagi lebih dahsyat.

"Tidak apa-apa juga sih, bebas kok siapa pun yang menginap di sini." Khirsna akhirnya mengalah saja, biasalah, Elang bila diajak debat ada saja jawabannya.

Senja berganti malam, mereka pada masuk ke kamar masing-masing, sambil melepaskan lelah, mandi dan rebahan. Sebentar lagi selepas maghrib mau makan dulu yang telah disediakan di restoran villa itu.
Villa Kasmaran sangat luas, seperti biasanya banyak orang yang berlibur menikmati akhir pekan.
Bahkan tadi sore ada beberapa mobil turun wanita-wanita cantik. Mereka sepertinya mengadakan pelatihan untuk menjadi pramugari.

Kamar mereka dekat dengan kamar Elang dan Krisna. Elang kamar 14, Krisna kamar 15.

Rombongan pramugari itu mulai memasuki kamar masing-masing.

Setelah mahgrib semuanya pada turun ke restoran yang terdapat di lantai utama villa Kasmaran.

"Akh, aduh," seorang gadis cantik mengaduh gara-gara Elang tanpa sengaja menabraknya karena sibuk melihat ponselnya.

"Ma ...  af Elang terbata-bata, karena yang ditabraknya adalah seorang gadis cantik berperawakan mungil, kulit putih mulus, rambutnya panjang sampai pinggang terurai, lehernya jenjang. Wajah dihiasi dengan bibir seksi, hidung seperti pahatan mancung sesuai dengan wajahnya, bibr merah delima, pengen dikecup. Ada satu lagi lesung pipinya menambah sempurna penampilan gadis itu.

"Maaf kan aku, Elang mengulangi lagi keterpanaanya pada gadis itu membuat dia lupa apa yang mau dia ucapkan.
"Iya tidak apa-apa, Mas." Gadis itu masih memberikan senyum walaupun masih ada terasa sakit di bahunya bekas ditabrak oleh Elang. Tidak terlalu sakit memang.

"Maaf ya, anda mau kemana? Apakah mau makan juga?
"Iya Mas, mau ke restoran, teman-teman yang lain sudah pada turun.

"Kebetulan, saya juga mau ke restoran, ayo jalan bareng!" Elang merasa senang bisa bareng dengan cewek cantik.
"Bolehkah kita kenalan?" Elang sambil memandang gadis di sebelahnya.
"Cleopatra Puspitasari di kamar 13," Cleopatra sambil menerima jabatan tangan Elang sekalian menyebutkan namanya.
"Nama saya Elang Suryatno, di kamar 14," Elang melepaskan jabat tangannya karena mereka sudah di ambang pintu masuk restoran.

Cleopatra langsung bergabung dengan teman-temannya. Elang masih mencari tempat yang nyaman untuk makan. Sambil melihat sekelilingnya dia melihat Krisna sudah menyantap makan malam.
Benar-benar ya anak itu, main tinggal saja padahal tadi sudah bertemu tidak mengajak makan bersama.

Elang membawa makanannya ke meja Khrisna yang sedang makan.

"Hai bro, tidak ngajak-ngajak turun bareng," ujar Elang
"Aku tadi sudah gedor-gedor kamarmu tapi kamu tidak dengar." Ujar Khrisna dengan raut wajah kesal.

"Maaf bro, aku tadi mungkin di kamar mandi.

Dari kejauhan Elang memperhatikan
Cleopatra, di antara teman-temannya aura kecantikannya menyolok.

Khrisna memperhatikan juga gadis- gadis cantik itu.

Setelah makan mereka keluar, Elang mencari inspirasi dekat taman, ternyata gerombolan pramugari tadi ada di situ juga, mereka masih bersantai ria.
Tak berapa lama setelah dua jam mengerjakan naskah-naskah ceritanya. Elang kembali ke kamarnya. Khrisna sudah tidak kelihatan lagi padahal tadi masih di taman juga tapi dia dekat kolam renang.

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, rata-rata pramugari tadi pada masuk ke kamar masing-masing. Elang memperhatikan mereka. Mencari Cleopatra dia antara mereka.

Cleopatra memberikan senyum yang indah ketika mata mereka bertemu pandang. Jantung Elang serasa melompat, girangnya tak terkira.

Cleopatra masuk ke kamar 13, Elang masih menunggunya, sambil melambaikan tangan.

"Selamat tidur jangan lupa mimpiin aku ya!" Elang mengirimkan kecup mesranya.

"Iya Mas Elang juga ya, selamat malam." Cleopatra senyum terlihat lesung pipinya membuat dia bertambah cantik.

Malam telah larut, Elang gelisah tidak bisa tidur akhirnya dia keluar ke balkon kamarnya ternyata sebelah kamarnya keluar juga. Mereka sama-sama kaget.
"Cleopatra, lho kok kamu di luar juga?" Elang penuh tanda tanya, apalagi melihat wajah Cleopatra terlihat pucat.
"Dari tadi saya menunggumu Mas Elang, yuk kita keluar di ruang tamu ada tempat duduk!" Cleopatra mengajak Elang keluar dari kamar mereka.

"Benarkah, tapi ini sudah larut," Elang masih berusaha menolak keinginan Cleopatra.

"Ayoklah, temani aku ya!"
"Ok, siap," Elang semangat empat lima, pucuk dicinta ulam pun tiba.

Mereka bergandengan tangan menuju ke ruang tamu persis di dekat kamar 15 dan 16 , ruang 15 kamar Khrisna dan 16 kamar  Ozy.

Elang dan Cleopatra terlihat bahagia, mereka cekikikan tapi ada yang aneh, ketawanya Cleopatra seperti suara kuntilanak. Dan wajahnya juga sangat pucat dipadukan dengan daster putih yang dikenakannya. Tapi Elang tidak menyadarinya.

Ozy datang terlambat, macet parah di perjalanan, tengah malam baru sampai di Villa Kasmaran, untung masih ada kamar kosong yaitu nomor 16. Wajah lelah terpancar di wajahnya. Dia menaiki lantai dua, melewati Elang dan Cleopatra.

Sepertinya aku kenal, bukankah itu Elang? Kenapa dia berbicara sendiri dan tertawa pula? Jangan-jangan?

"Elang!"
"Elang!"
"Elang!" Ketiga kalinya Elang baru melihat Ozy.
"Hei Ozy, sejak kapan ada di situ?" Ujar Elang
"Baru aku napak kaki di sini, lho kok kamu berbicara sendirian dan tertawa-tawa pula. Jangan- jangan kamu kerasukan,"
"Ahk kamu, nih kenalkan," Elang melihat ke sampingnya ternyata Cleopatra tidak ada.
"Cleopatra kamu dimana?" Elang mencari-carinya.
"Dari tadi aku lihat kamu hanya sendiri tidak ada temanmu," Ozy masih penasaran siapa tadi temannya Elang.
"Tidak, tadi Cleopatra menemaniku di sini, dia malah yang mengajak aku duduk di sini." Elang masih ngotot.
"Ya sudah terserah kamu, aku mau istirahat, bulu kudukku sudah merinding. Bye bye, selamat malam selamat menikmati dunia lain," Ozy buru-buru meninggalkan Elang, dia takut langsung ngacir.

Elang juga baru sadar, bulu kuduknya merinding juga. Akhirnya dia minta tidur bareng dengan Ozy.
"Ozy tunggu!" Elang mengejar Ozy, untung aja Ozy masih di pintu kamarnya.
"Lho kenapa ke kamar aku?"
"Aku takut, ntar dia datang lagi, kan persis sebelah kamarku."
"Ok deh, ayo tapi tidur di sofa ya!"
"Iya tidak apa-apa."

Keeseokan harinya, mereka penasaran menanyakan kamar 13 kepada salah satu petugas kebersihan.
"Kamar 13 itu sudah lama tidak disewakan Mas, karena dulu pernah ada kejadian gadis cantik meninggal di situ." Ujar Udin petugas kebersihan, polos saja dia bercerita.
"Berarti tidak ada ya penghuninya kamar itu," Elang masih penasaran.
"Tidak ada Mas, sengaja dikosongkan.

Elang dan Ozy saling berpandangan, pikiran Elang melayang begitu juga Ozy tapi liburan masih satu hari lagi. Sepertinya saat ini harus pulang dah ke Jakarta, lebih baik di sana mencari inspirasi untuk menulis. Tapi bagus juga kisah ini bisa dibuat tulisanku nanti. Elang akhirnya minta pamit pulang sama Ozy dan Khrisna.


Sudah ditulis di secangkir kopi bersama.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x