Mohon tunggu...
Abdul Azis
Abdul Azis Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Abdul Azis, adalah seorang penikmat seni, dari seni sastra, teater, hingga tarian daerah terkhusus kuda lumping. Berasal dari kota Kediri

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pramowardani Mendurga

16 Oktober 2020   21:40 Diperbarui: 16 Oktober 2020   21:46 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Buah Karya: _Abdul Azis Le Putra Marsyah_

Kemanakah kau cintaku..
Kemanakah kau rinduku..
Kemanakah diri mu akan kau hadapkan
Di Swarna Bumi

Kemanakah kau pujangga hati ku..
Kemanakah kau pujaan hati ku..
Kemanakah kasih dan sayang akan kau wujudkan
Didalam aksara sang Samaratungga

_Aywa lunga yen tan weruha ingkang pinara ing purug,_
_lan sira aywa nadhah yen tan wyuha rasanipun_ ***

Tak kah kau lihat sang Pramowardhani telah menjadi sang Mahakali
Mendurga di singgasana hati
Lantunkan segala ayat suci di dalam kebisuannya
Di rumah suci

Tak kah kau lihat sang Bala Putra Dewa telah menaklukan jiwanya
Berdiri di dalam kekosongan dan kehampaan
Dalam ikhlas dan pasrah
Di puncak Baqa'

Kemanakah kau jantung hati ku
Kemanakah kau belahan hati ku
Menempatkan diri mu sebagai Prameswara
Menggantungkan doa di langit tak bertiang
Agar dunia terang benderang di dalam gelapnya

Langit telah memancarkan cahayanya
Menyiram Bumi dalam kemilaunya
Ombak berwarna telah membiasnya
Hadir pelangi di dalam garis garis cakrawala yang membatasinya

Swarna dalam rupa rupa warna
Mengajak semua tuk memahami akan indah dan agungnya sang Cakrawala
Mengajak semua tuk berjalan ketepian samudranya
Menikmati indah dan agungnya panorama lembayung dan saga di dalam batas hitam dan putihnya dunia

Menjemput purnama di dalam asmaranya
Hening
Bening
Di dalam senyumannya
Saat Tiga Nila Utama telah hadir dalam aksara

Di Hati
Di Jiwa
Di Cipta

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun