Mohon tunggu...
Abdul Azis
Abdul Azis Mohon Tunggu... Wiraswasta
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Abdul Azis, adalah seorang penikmat seni, dari seni sastra, teater, hingga tarian daerah terkhusus kuda lumping. Berasal dari kota Kediri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Berita Hari ini

27 September 2020   18:00 Diperbarui: 27 September 2020   17:57 79 35 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berita Hari ini
Jogja.com

BERITA HARI INI

Banjir
Suara
Dan Tangisan

Banjir Suara Tangisan?

Depan tombol remot control milik kakek-ku,aku bertanya :

"Apa arti suara itu?."

Tiba-tiba mendung menjawabku dengan melodi hujannya :

" Belum habis tragedi ini."

Ku ambil minus mataku yang setengah tipis di depan layar sambil menangis :

"Hujan, ajarkan aku memegang denting karatmu yang terbujur kaku."

 Dan di belakang busur waktu, aku seperti pasir yang lupa menyampaikan salam kepada cinta-cinta ombak.
Biarkan kesakian jadi setiap kepastian tuk penderitan.

Perihal aku akan buntu di sudut leher september.
Dan biarkan batang-batang hari jadi puntung untuk orang-orang yang beruntung karena berutang.

Kediri, 27 September 2020
Buah karya: Abdul Azis Le Putra Marsyah

Note:
Puisi ini saya ciptakan karena keresahan saya dan warga sekitar perihal ditetapkannya Zona Merah

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x