Mohon tunggu...
Abdul Azis
Abdul Azis Mohon Tunggu... Wiraswasta
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Abdul Azis, adalah seorang penikmat seni, dari seni sastra, teater, hingga tarian daerah terkhusus kuda lumping. Berasal dari kota Kediri

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Untukmu Maharani

18 September 2020   17:05 Diperbarui: 18 September 2020   17:07 41 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Untukmu Maharani
Potret by; muslimah

Maharani
Dari tulisanku nan sederhana
Ijinkan aku menyapamu
Yang berada di seberang sana
Dan menceritakan liku-liku
Nuansa hidup si aku
Orang yang tak punya

Maharani
Ribuan kilometer
Yang terlalui dalam hidupku
Mulanya sebatas sampah menjijikan
Yang tak pernah paham
Namanya makna bernafas

Kala waktu itu
Masa di mana aku berbagi senyum manis
Tertikam oleh ucapan tajam
Bernada khianat
Yang menjadi cikal-bakal
Rasa pesimis pada sebuah ikatan

Perihal kata-kata tersebut
Adalah air bah
Yang menggenangi tujuh penjuru
Mungkin kata orang-orang
Apa yang terucap berlebihan

Tapi di tulisan ini aku memintamu, Maharani
Memahami
Bahwa kambing juga akan menggonggong
Bukan mengembik
Tatkala kesetiaan dan pengorbananku
Terbalas dalam ranah pembelotan
Yang berlanjut pada ucapan

"Aku hanyalah orang yang tak punya dan pantas dipermainkan"

Sakit dan kecewa
Hal yang kurasakan saat itu
Hingga akhirnya semua berlalu sedemikian rupa
Di mana kau datang menyapaku
Membangkitkan segala impian
Yang terbaring lama
Di ranjang dendam masa silam

Maharani
Dengan pujian hati
Kini menyanjung semesta
Perihal, ibarat kahyangan
Kau adalah dewi yang turun ke bumi
Untuk menyelamatkanku
Dari gerbang putus asa

Maharani
Ketahuilah
Ada kata semoga dari tulisan ini
Yang berharap kau tetap sebagai fakta
Bukan sebagai dongeng yang hanya indah
Untuk mengiringi ninabobo

Maharani
Salam rindu untukmu
Bersanding terima kasih
Takkan muat
Di setiap titik-titik tinta ini

Perihal dari setiap senyumanmu
Aku mampu memungut kata-kata dewasa
Untuk mengucapkan damai
Pada dia yang menjadi pengalaman hidupku

Maharani
Maaf
Aku terlalu membahas dia
Yang mungkin membuatmu
Memasang raut cemberut
Namun, perlu kau mengerti
Bahwa aku menceritakan ini
Agar tidak ada lagi
Rahasia-rahasia dalam hidupku

Karena aku tak ingin
Ada stigma
Yang menggoda kita mengucapkan kata akhir
Perihal tidak ada kata terbuka satu sama lain
Apalagi kita sedang di uji coba
Oleh laut udara
Yang memisah kita
Untuk saling merangkul bercumbu mesra

Tapi sudahlah, Maharani
Karena aku mengingat kata-katamu
Bahwa kau tak membutuhkan sejuta melodi puitis
Tapi butuh pembuktian valid

Maka dari itu aku pastikan
Aku akan menjaga hati ini
Sampai kembali ke peraduan
Dan melamar di depan orang tuamu
Agar kau percaya
Aku bukan orang labil yang bermain-main padamu
Sebagai tempat pelarian

Karena hatiku telah terketuk untuk berkata
Bahwa kau takdirku
Yang selama ini kucari
Dan akan kubahagiakan
Hingga kita berdua menjadi oma-opa
Yang menggendong cucu-cucu kita
Penuh raut bahagia
Sampai Sang Waktu
Memanggil pulang

Kediri, 18 September 2020
Buah karya: Abdul Azis Le Putra Marsyah

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x