Mohon tunggu...
Leonardo TSm
Leonardo TSm Mohon Tunggu... freelancer

Membaca,menyimak,menulis: pewarna hidup.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sebuah Jembatan Bernama Soekarno di Desa Parbubu Tarutung

14 Agustus 2020   10:28 Diperbarui: 14 Agustus 2020   10:48 9 1 0 Mohon Tunggu...

 Masyarakat di seputaran Desa Parbubu Kecamatan Tarutung kini boleh bersukaria, dengan dibangunnya sebuah jembatan pemintas ( jembatan gantung) penghubung desa Parbubu Pea ke Parbubu di seberang sungai. Nama jembatan itu pun disebut dengan nama istimewa " Jembatan Ir Soekarno ". Sebuah hadiah di hari kemerdekaan RI ke 75 tahun ini.

Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, M.Si bersama Danrem 023/KS KOL. Inf. Febriel B. Sikumbang, SH, MM , Kamis (13/8) meresmikan jembatan gantung Ir. Soekarno tersebut, didampingi Dandim 0210/TU Letkol. Czi Agus Widodo, Kajari Taput Tatang Darmi, SH, MH, Wakapolres Taput Muhmin Rambe dan anggota DPRD Taput Ombun Simanjuntak serta beberapa Pimpinan OPD dan Camat Tarutung,  Tarutung.

"Mimpi masyarakat Parbubu kini  telah terealisasi, dan ini merupakan berkat Tuhan kepada kita semua. Melihat dari sisi kemampuan anggaran kita sebenarnya pembuatan jembatan ini butuh biaya banyak hingga miliaran, namun pembangunan jembatan ini bisa terwujud berkat dukungan TNI khususnya Kodim 0210 Tapanuli Utara.

 Dengan adanya jembatan yang menghubungkan dua desa ini akan menambah semangat masyarakat dalam bertani.Saya berharap produksi pertanian semakin meningkat. Untuk masyarakat Parbubu Pea dan Parbubu I agar menggunakan Jembatan ini untuk melakukan aktivitas sehari hari ke lokasi pertanian. Buktikan rasa terimakasih  melalui kerja keras dan peningkatan produksi pertanian," ujar Nikson menyemangati.

Bupati juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini juga akan melakukan pembangunan jembatan di Desa Lobu Sihim Kecamatan Simangumban dan  jembatan rambing di Desa Parbaju Toruan Kecamatan Tarutung. "Saat ini saya membedah anggaran P-APBD untuk lebih prioritas sehingga berpengaruh besar dalam pelaksanaan pembangunan dari yang sudah direncanakan sebelumnya. Ke depannya,  kami masih berharap dukungan dari pihak TNI untuk percepatan pembangunan di Tapanuli Utara seperti rencana pembangunan jembatan di Desa Lobu Sihim Kecamatan Simangumban dan juga jembatan rambing di Desa Parbaju Toruan Kecamatan Tarutung. Kami sudah merasakan pekerjaan  gotong royong melalui Manunggal TNI akan mampu membawa kemajuan. Terima kasih kepada Pak Danrem dan Pak Dandim bersama seluruh jajarannya," pungkasnya.

Sementara Danrem 023/KS menyampaikan bahwa jembatan ini diinisiasi Bupati Taput dan dilaksanakan oleh Kodim 0210/TU bergotong-royong bersama masyarakat. 

"Dengan selesainya jembatan gantung ini, saya berharap adanya rasa memiliki oleh masyarakat sehingga jembatan ini dapat dipelihara dengan baik agar masa pakainya bisa lebih lama. Saya yakin dan percaya jembatan ini akan sangat membantu masyarakat dalam memutus jalan yang terlalu panjang menjadi dekat menuju ke lokasi pertanian. Terima kasih atas inisiasi Bapak Bupati Tapanuli Utara dan juga atas kerjasamanya bersama Kodim 0210/TU, ini menunjukkan kerjasama dan koordinasi yang baik, semoga rencana untuk pembangunan jembatan berikutnya dapat berjalan dengan lancar," ujar Danrem Kol. Inf. Febriel B. Sikumbang, SH, MM.

 Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan berita acara dari pihak Kodim 0210/TU kepada pihak Pemkab Taput, penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Danrem dan Bupati Taput serta diakhiri dengan jalan bersama melewati jembatan gantung yang baru diresmikan. Perwakilan masyarakat setempat  menyampaikan rasa bahagia dengan selesainya jembatan gantung yang diberikan nama  Proklamator Kemerdekaan RI (Ir.Soekarno) dan yakin ini akan menambah semangat kerja warga untuk lebih keras dalam mencapai kesejahteraan. 

"Terimakasih bapak Bupati, kami semakin merasakan perhatian pembangunan oleh Bapak Nikson Nababan, dengan selesainya jembatan ini akan memberikan semangat baru bagi kami masyarakat sekitar. Terimakasih juga kepada bapak Danrem dan Bapak Dandim bersama seluruh anggota atas kerja kerasnya hingga jembatan ini selesai dengan cepat," ucap Marpangulahi Lumbantobing yang juga sebagai ketua BPD Desa Parbubupea.

Sebelum jembatan ini dibangun, warga desa Parbubu Pea kesulitan beraktivitas ke desa seberang sungai, meski pun masih satu rumpun dalam kawasan bernama Parbubu. Untuk menghadiri suatu perhelatan adat misalnya, warga harus jalan memusing dari titian desa Hutagalung atau dari desa Saitnihuta, tempat pertama kali misionaris Dr Ingwer Ludwig Nommensen bermukim di Rura Silindung (Tarutung).

" Pemberian nama Bapak Proklamator Soekarno untuk titi penyeberangan ini kami sambut baik, apalagi saat ini suasana menyambut hari proklamasi kemerdekaan," ujar M.Simanjuntak seorang tokoh adat Parbubu Pea saat berbincang dengan Kompasianer.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x