Mohon tunggu...
Lembaga Kajian Pertahanan KERIS
Lembaga Kajian Pertahanan KERIS Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI "KERIS" dirintis oleh beberapa pemuda di kota Jogja dengan anggota tersebar di beberapa penjuru Indonesia | http://lembagakeris.net

Selanjutnya

Tutup

Politik

Perhitungan Alternatif Tentang Subsidi BBM

12 April 2012   14:42 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:42 355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

*Sekolah (bila anak sekolah)bulan         =Rp. 50.000 s/d 1.000.000

*kesehatan /bulan                 = Rp. 25.000 s/d tak terbatas

——————————————————————————————————-

Apabila instrument yang diberikan tanda bintang sudah tidak ditanggung lagi maka per bulan keluarga miskin cukup mengeluarkan per bulan Rp.164.000,- sehingga mereka bekerja untuk mencukupkan nafkahnya hanya untuk kebutuhan hidup tidak perlu memikirkan jaminan saat sakit dan pendidikan anak.

Apabila data ini masih diperdebatkan, karena dikatakan ga mungkin mereka bisa hidup dengan uang segitu, baik berarti ada kegamangan mengenai patokan miskin sebuah keluarga, karena patokan saya keluarga miskin tidak memiliki kebutuhan tersier atau kendaraan atau hal-hal lain yang dianggap kebutuhan tersier (televisi, kulkas, dispenser, dsb).

Kemudian apabila ada parameter kendaraan minimal motor (karena biasanya ada bantahan, yang memiliki motor kan juga keluarga miskin)

Profil keluarga per bulan dengan 2 anak, motor 1, televisi 1, kulkas 1

Beras keluarga 1 kg/hari = 30 Kg (harga beras Rp.7000/Kg) = Rp 210.000

Lauk pauk Rp.10.000/hr                  =Rp. 390.000

Listrik (900 watt) & kebutuhan memasak          =Rp. 350.000

Bensin 3 liter/hari @Rp.7000 x 26 hari kerja          =Rp. 546.000

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun