Mohon tunggu...
Cocon
Cocon Mohon Tunggu... Seorang perencana dan penulis

Seorang Perencana, Penulis lepas, Pemerhati masalah lingkungan hidup, sosial - budaya, dan Sumber Daya Alam

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Ibu Kota Negara Baru, Urgensikah?

14 Februari 2020   18:53 Diperbarui: 14 Februari 2020   18:59 194 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ibu Kota Negara Baru, Urgensikah?
liputan6.com

Nampaknya Presiden Jokowi mulai serius untuk menyelesaikan target pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur dalam 5 (lima) tahun periode akhir kepemimpinannya.

Publik termasuk saya tentu sangat memahami keinginan Jokowi, dimana dalam konteks politik, Jokowi ingin meninggalkan sebuah legacy bahwa dialah satu satunya Presiden yang serius merealisasikan pemindahan IKN ke Kalimantan. 

Konon katanya, Presiden Sukarno telah mengisyaratkan hal yang sama. Walaupun fakta sejarah inipun masih debatable, benarkah Sukarno kala itu merencanakan pemindahan IKN ke Kalimantan?

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), sebagaimana yang dipublish di berbagai media nasional infonya telah menyiapkan skenario pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Pusat di Jakarta dengan mendata berdasarkan pada kategori usia. 

ASN di atas 45 tahun dengan masa kerja minimal bahkan diminta untuk pensiun dini. Jika ada ASN yang tak setuju "boyongan" ke IKN baru, lebih baik mundur jadi ASN. Begitu yang saya tangkap dari media.

Ini juga memunculkan polemik dikalangan ASN. Secara individual, berdasarkan hasil survei dari lembaga survei kredibel menyimpulkan bahwa secara umum ASN tidak setuju atas pemindahan IKN. Ekstrimnya, ada temen saya bahkan merencanakan untuk resign dini dari ASN dan memilih pulang kampung untuk memulai usaha baru. 

Kegundahan para ASN tentu wajar, walaupun mereka telah disumpah untuk bersedia ditempatkan dimana saja wilayah NKRI. Secara teknis tidak mudah memindahkan lebih kurang 800.000 jiwa ASN beserta kekuarga, atau diperkirakan sekitar 1,5 juta jiwa. Belum lagi kesiapan infrastruktur bagi jutaan orang baru di wilayah baru.

Namun nampaknya dinamika dan potensi permasalahan tidak jadi halangan, buktinya Pemerintah tetap on going dan dibeberapa kesempatan Jokowi sering menyampaikan rencana pemindahan IKN ini.

Jokowi menyebut IKN baru akan menjadi smart city, kota yang modern dengan transportasi publik modern, pendidikan berbasis riset modern, fasilitas publik dengan penataan yang ramah lingkungan dan lain lainnya. Saya kemudian membayangkan, mungkin IKN baru ini dirancang seperti surga, dimana semua fasilitas akan memanjakan penghuninya.

Saya akan mencoba untuk menyampaikan pandangan pribadi saya dari perspektif aspek multidimensi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN