Mohon tunggu...
layyin yeprila ningrum
layyin yeprila ningrum Mohon Tunggu... Administrasi - Mengabdi dan Berkarya

Di Bawah Nuansa Hitam Putih

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Surga Mini yang Tersembunyi

12 Mei 2024   13:59 Diperbarui: 12 Mei 2024   14:00 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.alltrails.com/en-gb/indonesia/east-nusa-tenggara/beach

Angin menepi ke tepian, 

Dalam sentuhan matahari yang membara. 

Di antara perahu dan ombak yang beriak, 

Keindahan terbentang dalam nyanyian yang tak terhingga.


Dermaga memeluk kapal phinisi, 

Saksi bisu akan petualangan yang terungkap. 

Di bawah langit biru nan luas menjulang, 

Labuannya memancarkan pesona yang tak terpadamkan.


Gunung-ganang menjulang gagah, 

Sanggar alam mengukir kisah yang abadi. 

Di kedalamannya, dunia tersembunyi berbisik, 

Memanggil penjelajah untuk menyaksikan keajaiban demi keajaiban.


Terumbu karang berjajar menghiasi dasar, 

Di sana, kehidupan merayakan kesempurnaan alam. 

Laut biru menjadikannya sahabat setia, 

Menari-nari dalam harmoni yang tak terduga.

Tak terlupakan senyuman manis, 

Ramah seperti angin yang menyapa di telinga. 

Sederhana namun begitu mendalam maknanya, 

Keindahannya, tiada tara keagungannya.


Dalam setiap gelombang, dalam setiap hembusan angin, 

Surga mini telah terpampang nyata. 

Tempat di mana alam dan manusia berpadu, 

Menyatu dalam cinta yang sudah bersua.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun