Kosmas Lawa Bagho
Kosmas Lawa Bagho karyawan swasta

Hidup untuk berbagi dan rela untuk tidak diperhitungkan, menulis apa yang dialami, dilihat sesuai fakta dan data secara jujur berdasarkan kata hati nurani.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Cristiano Ronaldo: "Dibuang Real Madrid, Pencetak Berbagai Rekor di Juventus"

7 Desember 2018   12:38 Diperbarui: 7 Desember 2018   13:49 323 0 0

Cristiano Ronaldo adalah seorang pemain yang fenomenal. Ia sepertinya dilahirkan untuk menjadi bintang sekaligus penuh pro-kontra di dunia persepakbolaan dunia. Ia, bagaikan drama paradoksal di perhelatan sepak bola sejagad. Ya, benar.

Sejak perdana kali ditemukan pencari bakat di Lisabon FC-Portugal, anak ajaib terus memberikan prestasi yang mengangumkan. Di balik itu, selalu lahir pro-kontra. Selalu tidak ada kata yang sama baginya.

Berprestasi di Portugal karena bakat alami dan ditopang dengan ambisi serta latihan yang super keras, tidak kenal lelah, akhirnya aura kebintangannya memang menjadi nyata. Beliau diboyong dari Portugal menuju Liga Inggris. Manchester United (MU), salah satu klub besar dengan segudang prestasi serta pemain handal di sana. 

Mereka tidak hanya berprestasi di dalam negeri namun juga di Eropa. Cristiano Ronaldo memberikan kejutan lebih besar di sana dengan sejumlah prestasi yang mengagumkan. Ia menerima penghargaan tertinggi di dunia sepak bola dunia "FIFA Ballon D' Or" untuk pertama kali dalam kehidupan persepakbolaan dunia pada bulan Januari 2015.

Berprestasi di MU membuat dia menjadi incaran klub dunia lainnya. Ia memutuskan untuk mengadu nasib di Real Madrid. Di Real Madrid, ia mengalami masa-masa keemasan yang luar biasa. 

Sejumlah besar prestasi tertinggi, seakan ia raih dengan mudah. Tentu dengan dukungan banyak orang. Segala yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan kehadiran seorang Cristiano Ronaldo.

Real Madrid menjadi klub pertama yang mematahkan dominasi Barcalona di Liga Spanyol atau lebih dikenal dengan La Liga. Lebih mengagumkan lagi, ia bersama sesama pemain dan infrastruktur lainnya yang berada di Real Madrid, beliau dapat mempertahankan juara beruntun meraih number one untuk kompetisi Liga Champions.

Sebelum Ronaldo dan Real Madrid mematahkan segala kutukan tidak ada klub yang bisa mempertahankan Liga Champions, mereka dapat melakukannya. Bukan hanya dua kali beruntun melainkan tiga kali berturut-turut. 

Dua kali saja beruntung sudah memecahkan rekor Liga Champions apalagi tiga kali berturut-turut. Ini sebuah rekor tak bisa lagi dicapai oleh klub dunia mana pun, Barcalona dengan Lionel Messi sekali pun.

Itulah paradoks Cristiano Ronaldo. Di saat dia memberikan sejumlah prestasi dan keuntungan secara finansial bagi klub kebanggaannya, dia justru dilepaskan ke Juventus. Dalam bahasa penulis, 'dibuang'. 

Tidak ada yang tahu, apa yang terjadi dengan Cristiano Ronaldo dengan para petinggi El Real. Paling tahu cuma Ronaldo dan para petinggi tersebut.

Memang ada sejumlah berita yang kita baca atau kita tonton bahwa ada ketegangan kecil antara Ronaldo dengan petinggi El Real.

Apa pun alasannya, yang kita tahu bahwa beliau sudah berada dan sedang berkarya di Juventus dalam dunia sepak bola.

Awal transfer ke Juve, banyak orang ragu. Bahkan ada pengamat yang mengatakan bahwa membeli Ronaldo di usia 33 tahun hanyalah membuang-buang uang saja. Namun apa yang terkadi saat ini. 

Baru bermain 13 kali di Seri A, Ronaldo mampu menciptakan sejumlah rekor. Sikapnya banyak berubah. Ia sangat supel dan memberikan aura positif bahagia bersama Juventus. 

Beliau bukan saja sebagai predator pencetak gol namun juga predator pemberi assist. Ini yang membuat El Real sedikit menyesal. Ia sekarang tidak hanya predator pencetak gol tetapi menjadi lengkap dan sempurna di Juventus dengan kategori usia yang tidak lagi muda. 

Ronaldo bahkan memberikan gairah yang beda. Ada teman yang mencetak gol, ia mengekspresikan sepertinya dirinya mencetak gol. Agak hilang jika ia masih berada di El Real.

Hingga saat ini, ia sudah memberikan 5 asist dengan 10 gol untuk di Seri A dan satu gol di Liga Champions. Mereka masih tetap kokoh di puncak klasmen sementara Seri A dan sebentar dini hari, mereka akan melakonkan partai ke-14 melawan salah satu klub calon juara yakni Inter Millan. 

Pertandingan ini menurut prediksi banyak pengamat dan penggila bola dunia bahwa akan sangat menarik bahkan bisa diberi label "El Clasico-nya Italy". 

Bisa saja benar. Kedatangan Ronaldo, membuat persepakbolaan Italia berubah ke arah yang lebih "wah". Hak siar pun makin mengelombang. Keuntungan bisnis pun kian mengalir. Bagaikan air mengalir tiada henti ke saku Juventus khususnya dan Liga Italia umumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2