Kosmas Lawa Bagho
Kosmas Lawa Bagho karyawan swasta

Hidup untuk berbagi dan rela untuk tidak diperhitungkan, menulis apa yang dialami, dilihat sesuai fakta dan data secara jujur berdasarkan kata hati nurani.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Indonesia Kaya Kader, Pak Amien Ikut Bursa Capres

11 Juni 2018   13:49 Diperbarui: 11 Juni 2018   14:12 774 1 1
Indonesia Kaya Kader, Pak Amien Ikut Bursa Capres
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Perhelatan pemilihan presiden baru akan dilaksanakan tahun 2019. Hingar bingar perpolitikan nasional makin menguat bahkan terkesan memanas untuk melakukan lobi-lobi politik sambil men'screnning" kandidat capres maupun cawapres untuk berkontestasi secara bermartabat pada tahun 2019 dan diharapkan kandidat yang diusung bisa memenangkan kontestasi dimaksud.

Ada beberapa koalisi untuk mengusung sang calon yang memenuhi tuntutan minimal UU Pemilu agar bisa ikut dalam kontestasi akbar 2019. Sudah agak pasti baru Koalisi Rakyat bersama Jokowi. Namun Koalisi Rakyat Jokowi pun sampai detik ini belum memutuskan siapa calon wakil presiden. 

Ada banyak kader, sudah menyatakan diri baik secara terbuka maupun masih samar-samar menyatakan diri untuk maju menjadi capres maupun cawapres  menantang sang kandidat incumbent Joko Widodo. Partai Gerindra bahkan sudah sangat transparan bahwa ingin memajukan kadernya sendiri untuk memulangkan Jokowi ke Solo. Sah-sah saja dalam iklim demokrasi.

Intinya, kita berdemokrasi dan berkonstestasi secara matang dalam menjaga NKRI. Siapa pun anak bangsa yang mampu dan memiliki kompetensi, kita dorong agar bisa menjadi pemimpin bangsa yang bekerja dan berpihak pada ksesejahteraan dan kenyamanan seluruh Rakya Indonesia tanpa melihat latar belakang apa pun.

Kita sebagai bangsa yang besar, yang menganut hak-hak asasi manusia serta menghargai perbedaan, tentu sangat diharapkan agar tidak ada diskriminasi kepada mahluk yang bernama manusia. Martabat manusia di atas segala-galanya. Jauh dari kepentingan jangka pendek dan sempit. Martabat manusia harus terus dijaga dan dijunjung tinggi kemartabatannya.

Berbagai kandidat sudah mulai memperkenalkan diri atau diperkenalkan orang lain atau partai politik tertentu agar masyarakat bisa mengujinya untuk dipilih menjadi pemimpin mereka 5 tahun ke depan. Siapa pun yang terpilih, hendaknya berlaku adil dan bekerja untuk kepentingan seluruh Rakyat Indonesia.

Pak Jokowi dan pak Yusuf Kalla, tentunya sudah memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki, mereka janjikan waktu pilpres 2014 lalu. Ada berbagai perubahan signifikan yang rakyat Indonesia rasakan, alami dan nikmati. Namun masih ada beberapa catatan atau PR yang harus diselesaikan. Program-program pak Jokowi-Yusuf Kalla, ada yang memberikan dahaga bagi masyarakat di seluruh tanah air terutama daerah-daerah yang selama periode kepresidenan sebelumnya belum dilakukan secara optimal. 

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepresidenan 5 tahun terakhir ini cukup nyata. Di atas 70% meski menyangkut angka-angka atau prosentasi bisa diperdebatkan. Intinya perdebatan yang membawa kebaikan dan keberkahan bagi rakyat dan bangsa Indonesia seluruhnya.

Sebagian besar rakyat Indonesia, sadar atau tidak sadar masih mengingkan pak Jokowi melanjutkan ke periode kedua. Namun ada sebagian juga yang menginginkan pergantian. Semuanya sah-sah saja dalam iklim demokrasi.

Oleh karena itu, tidak ada yang salah bahwa ada kelompok menghendaki pergantian pemerintahan namun ada sebagian lebih besar menghendaki kelanjutan kepemerintahan yang ada sehingga program-program pro rakyat bisa dilanjutkan dan dioptimalkan pada 5 tahun periode kedua. 

Kita pun tidak boleh menisbikan bahwa ada sebagian rakyat menghendaki perubahan. Ada sejumlah figur coba ditawarkan kepada masyarakat. Pak Amien Rais pun sudah menyatakan diri untuk menjadi capres Indoensia  2019-2024. Kita menghargai hak politik dan langkah berani pak Amien Rais. Tinggal menunggu partai atau koalisi partai yang mengusungnya serta rakyat Indonesia memilihnya tahun 2019 nanti.

Politik itu serba mungkin dan serba dinamis. Siapa tahu, pak Amien nanti terpilih menjadi kandidat presiden dan jika terpilih menjadi presiden pun, kita patut menghargainya. Kita sadar bahwa negeri kita tercinta memiliki banyak kader untuk menjadi pemimpin.

Saya secara pribadi memang masih percaya pak Jokowi untuk melanjutkan ke periode kedua dan tetap terbuka ada kandidat lainnya yang mungkin menurut pilihan partai atau pun kemauan rakyat bisa menjadi alternatif. 

Melalui tulisan ini, saya  hanya mengucapkan selamat berkontestasi kepada pak Amien  pada tahun 2019 nanti.

***