Laurensia  Dewi
Laurensia Dewi Mahasiswa

Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Media

Pemanfaatan Multimedia dalam Jurnalistik

30 Januari 2018   11:06 Diperbarui: 5 Februari 2018   08:01 621 1 2
Pemanfaatan Multimedia dalam Jurnalistik
https://schoolsandcolleges.us/associate-graphic-design-multimedia/

Pernahkah Anda menonton film 4D? Jika 'Ya', maka Anda pernah mengonsumsi multimedia dalam bentuk pertunjukan film. Namun bila jawaban Anda "Belum pernah" maka saya persilahkan Anda untuk mengunjungi bioskop terdekat untuk merasakan sensasi multimedia yang begitu nyata.

Contoh sederhana lain, apakah Anda masih berlangganan dan atau membaca koran? Menurut Anda mana yang lebih Anda sukai, membaca koran atau membaca portal berita online melalui smartphone?

Pada kenyataannya, kebiasaan membaca koran kini sudah mulai ditinggalkan sejak kemunculan smartphone dan berita online yang bertebaran di internet. Selain itu, pembaca lebih tertarik kepada berita yang lengkap (terdapat tulisan, foto, audio dan video) seperti yang disajikan oleh beberapa portal media online.

Bukan hanya berfungsi sebagai pelengkap, namun beberapa gabungan media di atas dapat digunakan sebagai 'alat' untuk menambah minat baca seseorang. Portal berita online akan berlomba-lomba dengan media lain dalam menyajikan sebuah berita. Gabungan beberapa media seperti tulisan, foto/ gambar, audio, video dan lain-lain disebut multimedia.

 AC Nielsen Indonesia mencatat, internet menduduki posisi kedua tertinggi dari media yang paling banyak dikonsumsi mengalahkan media cetak dalam hal ini koran yang berada di posisi ke empat. Sebanyak 57% dari 88,1 juta penduduk Indonesia yang mengonsumsi internet digunakan untuk mengakses berita melalui media online.

Filosofi Kata 'Multimedia'

 Kata 'mutimedia' berasal dari dua kata yang terpisah yaitu multi (arti: banyak, bermacam-macam) dan medium (arti: sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu). Multimedia merupakan penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks, audio, grafik, animasi dan video.

Definisi lain menurut Robin dan Linda (2001) multimedia yaitu alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video.

Ada empat komponen penting dalam multimedia. Pertama, komputer. Komputer digunakan untuk mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Kedua, link. Link membantu menghubungkan antara pemakai dengan informasi. Ketiga, navigasi yang membantu pemakai menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada pemakai untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dengan ide.

Tanpa salah satu komponen di atas maka multimedia tidak akan bisa berjalan. Multimedia memungkinkan pengguna untuk memilih sendiri konten apa yang diinginkan, menciptakan ide dan kreasi sesuai dengan kehendak masing-masing orang.

Apa Kegunaan Multimedia?

Dengan memanfaatkan multimedia, orang bisa lebih cepat mengingat tentang informasi yang disampaikan. Menurut riset yang dilakukan oleh Computer Technology Research (CTR) seseorang mampu mengingat sebesar 20% dari apa yang dilihat, 30% dari apa yang didengar, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, serta 30% dari apa yang didengar, dilihat dan dilakukan.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa seseorang akan lebih mengingat suatu informasi bila di dalam penyampaian pesan tersebut terdapat sisi audio, visual, dan kinetik.

Penggunaan multimedia dapat bermanfaat dalam berbagai bidang seperti iklan, pendidikan, jaringan informasi dan masih banyak lagi. Contoh konkritnya sebuah iklan akan lebih menarik perhatian masyarakat bila memiliki tampilan audio visual yang baik dan anti mainstream.

Dalam bidang pendidikan, guru dan dosen sudah banyak memanfaatkan aplikasi maupun software yang variatif agar anak didiknya lebih tertarik untuk memperhatikan pelajaran bila dibandingkan dengan cara konvensional yang hanya berupa penjelasan di papan tulis.

Pemanfaatan Multimedia dalam Bidang Jurnalistik

Halaman depan Visual Interaktif Kompas (VIK)
Halaman depan Visual Interaktif Kompas (VIK)
Penyampaian informasi (berita) oleh beberapa media di Indonesia juga banyak memanfaatkan multimedia. Visual Interaktif Kompas (VIK) menjadi salah satu contoh media mainstream Indonesia yang sudah memanfaatkan multimedia dengan sangat baik.

Sesuai dengan kata 'interaktif', pembaca Kompas diajak untuk berinteraksi langsung dalam mengakses informasi yang diinginkan dalam bentuk tombol menu yang variatif.  

Pembaca juga akan dimanjakan dengan berbagai infografis, sisi visual yang sangat apik, serta penjelasan lengkap dan mendalam mengenai sebuah isu namun dikemas sedemikian rupa agar tidak membosankan.

Dikutip dari Kompas.com, VIK menjadi salah satu upaya Kompas mencari bentuk baru jurnalisme di era digital. VIK menyajikan reportase jurnalisme dalam bentuk multimedia (teks, foto, audio, video, dan infografis).

Hal ini disampaikan langsung oleh Jakob Oetama, pendiri Kompas bahwa kehadiran Kompas secara multimedia adalah niscaya dan mutlak. Kompas masa depan hadir secara multimedia.

Konten-konten Kompas disampaikan ke berbagai jenis media (koran, televisi, portal online) tidak hanya berupa teks dan foto tetapi juga grafis, video, atau gabungan dari semuanya. Namun, VIK bukan hanya soal tampilan tetapi juga menyajikan kedalaman dan perspektif suatu peristiwa.

Pada dasarnya, wartawan masa kini dituntut untuk memiliki keahlian tidak hanya sekedar menulis berita dengan baik tetapi juga kemampuan mengambil gambar, video, dan grafis dalam rangka mengikuti perkembangan jaman. 

Kesimpulannya bahwa multimedia merupakan sebuah produk inovasi dalam bidang digital yang bisa diaplikasikan ke berbagai aspek kehidupan manusia.