Mohon tunggu...
Laura Ariestiyanty
Laura Ariestiyanty Mohon Tunggu... profesional -

Writer, Content Editor\r\n(www.laurakhalida.com\r\n@laurakhalida)\r\ndan Media Relations www.irmarahayu.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Little-little Sih, I Can Lah...

21 November 2014   17:30 Diperbarui: 17 Juni 2015   17:13 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14165405512107350176

Seorang teman request saya menulis pengalaman berbahasa Inggris di Amerika,
"Gimana La lo bahasa Inggris di sana, banyak apa dikit?"

Hmm... kalau ngomongin skill bahasa Inggris, terus terang saya malu wkwkkw, masih dodol kok kemampuannya. Padahal dulu pelajaran favorit saya Bahasa Inggris dan nilainya selalu bagus, dan dulu saya banyak pen friend dari negara-negara yang berbahasa Inggris. Intinya si...kalau percakapan dan langsung sama mereka yang bahasa ibunya bahasa Inggris, atau ketemu orang lain negara tapi kami harus komunikasi dengan Bahasa Inggris, saya pede-pede saja. Kemampuan? yaaa.. little-little si I can lah wkwkwk.

Selain itu saya juga demen baca novel-novel dalam bahasa Inggris. Dulu setiap kakak ipar saya berlayar ke luar negeri, oleh-oleh yang saya minta pasti buku. Jadilah koleksi Harry Potter, Dan Brown, dan Shopie Kinsela saya dalam bahasa Inggris. Wah dulu waktu masih kebanyakan waktu lowong, saya bisa sabar tuh baca novel HarPot yang tuebel, sembari bolak-balik kamus. Bisa sebulanan kelar *usep keringet*

Tapi kalau melatih percakapan dengan teman Indonesia, pede saya musnah. Ibaratnya nih, kalau spiking inglish sama bule kan dia ngerti itu bukan bahasa ori saya, jadi kalau belepotan, maklum aja. Tapi kalau dengan sesama temen Indonesia, ketawan banget skill masing-masing kan hahaha.

Sebelum ke Amerika kemarin, kami teman-teman di Emotional Healing Indonesia, sempat membuat English Club. Pengajarnya, native speaker, guru les privat Mamak kami, Teh Irma yang sengaja ambil privat (sebetulnya doi udah jago bahasa Inggris sik, cuma berlagak nggak pede aja wkwkwk) sebagai bekal berbicara di New York dan Washington DC kemarin, jaga-jaga kalau ada audiensnya multiras, sampai si mister sempet bingung, ngapain ngambil kursus kan udah gape.

Singkat cerita si mister ini orang Mexico-Sunda. Yup... ada darah Indonesianya. Kami menjulukinya mister latino. Penampakannya cukup bikin ngiler gadis single lah hahaha. Dan dia nggak hitungan ketika mengajari kami, karena dengan jujur dia mengakui enjoy berada di lingkungan kami, karena berbeda dari murid-muridnya yang pendiam. Kami kan rame. Dia juga mendapatkan persepsi positif tentang Islam setelah bergaul dengan kami, dia nggak menyangka Islam yang sesungguhnya tuh seperti itu. Jadi kalau ada yang aneh, sinting, atau gatel ya itu personal. Jadi sekalian dakwah, toh?

3 kali kami sempat belajar di mal, sambil makan. Mister latino lebih mengutamakan rasa pede kami dulu, ketimbang grammar. Saya yang tentu saja mandeg kalau ada teman Indonesia, sampai dipancing, teman-teman sok sibuk ngobrol sendiri, baru saya dialog sama mister latino wkwkkw emang maunya kali yak.

Nah, di Amerika bagaimana? Berhubung kami stay di rumah orang Indonesia dan kebanyakan dikelilingi orang Indonesia, memang kemarin kesempatan bahasa Inggris nggak begitu banyak. Eh kecuali berdialog dengan anak-anaknya Imam Shamsi Ali, terutama dua yang terkecil Shakeel dan Malika, karena mereka lebih lancar berbahasa Inggris hahaha.

Di luar itu palingan kalau tanya jalan, belanja (so pasteee), ya hal-hal semacam itulah.

Mister latino sewaktu membesarkan hati kami berkata, bahkan waktu dia kuliah dulu ada dosennya orang India yang bahasa Inggrisnya parah banget. "Nggak harus bisa bahasa Inggris sempurna kok untuk bisa bicara di Amerika," katanya. Kecuali bicara di forum formal, ya iyalah. Tapi kalau dialog santai atau bahkan bicara di forum formal yang pesertanya multiras, dari kalangan masyarakat umum, nggak harus dengan grammar sempurna.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun