Mohon tunggu...
Latifah Warda Syahida
Latifah Warda Syahida Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Undergraduate student of Biology at Diponegoro University. Volunteer experienced as Content Strategist and Content Writer in digital platform. Interest to learn new things related to Digital Marketing and determined to complete the responsibilities that have been owned.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Tingkatkan Kreativitas, Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Lakukan Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Ecoprint

3 Agustus 2022   01:37 Diperbarui: 4 Agustus 2022   03:38 176 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Temanggung (1/8). Minggu kelima kegiatan KKN TIM II UNDIP yang berlokasi di Desa Canggal, Kec. Candiroto, Kab. Temanggung diisi dengan program monodisiplin yakni “Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Ecoprint”. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 1 Agustus 2022 di Posko KKN yang bertempat di Dusun Canggal Bulu dan diikuti oleh anak-anak usia SD dengan pelaksana program yakni Latifah Warda Syahida yang merupakan salah satu mahasiswa dari prodi Biologi Undip.

Berbagai bahan alam seperti tumbuhan liar di sekitar seringkali kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Tumbuhan liar seperti rumput, paku-pakuan, dan tanaman kecil kebanyakan hanya dianggap sebagai gulma yang menganggu tanaman pokok. Disisi lain, tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai ekonomi.

Program pengenalan dan pelatihan ecoprint bertujuan untuk memberikan pengetahuan, melatih keterampilan, dan meningkatkan kreativitas anak-anak Desa Canggal dengan memanfaatkan bahan alam di sekitar rumah. Ecoprint merupakan teknik membuat pola pada kain menggunakan bagian dari tumbuhan baik akar, batang, daun, maupun bunga. 

Pembuatan pola pada kain dalam ecoprint dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan teknik pounding (pukulan) atau dengan pengukusan. Pelatihan ecoprint pada program ini menggunakan teknik pounding yakni dengan memukul bagian tumbuhan di atas kain yang telah di mordan sebelumnya.

Mordan merupakan perlakuan awal pada kain yang bertujuan untuk menghilangkan lapisan lilin dan kotoran halus agar warna dari tumbuhan dapat terserap ke dalam kain sehingga menghasilkan motif dan warna yang tajam. Mordan dilakukan dengan merebus kain dalam larutan tawas menggunakan perbandingan 1 : 50 (1 liter air : 50 gram tawas) selama 30-60 menit.

Proses pembuatan ecoprint diawali dengan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan di sekitar rumah, menyusunnya di atas kain, lalu memukulnya secara hati-hati menggunakan palu sampai tercetak pola alami bagian tumbuhan. Tumbuhan yang telah terpukul dibiarkan kering sehingga getahnya dapat terserap pada kain. 

Langkah selanjutnya dilakukan fiksasi atau penguncian warna menggunakan tunjung atau tawas agar warna tidak luntur. Tahap akhir yakni kain dicuci dan dijemur dengan cara diangin-anginkan.

Anak-anak yang terlibat dalam pelatihan ecoprint tersebut sangat antusias. Mereka saling menunjukkan kreativitas masing-masing dalam menyusun dedaunan untuk menghasilkan pola-pola yang beragam dan unik.

dokpri
dokpri

Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan pengenalan dan pelatihan ecoprint ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha anak-anak Desa Canggal kedepannya. Produk ecoprint memiliki keunikan tersendiri karena motif dan warna yang dihasilkan tidak sama yakni tergantung dari bagian tumbuhan yang dipakai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan