Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Papa dan Ayah] Berat Meninggalkanmu Sendiri

18 November 2019   06:00 Diperbarui: 18 November 2019   06:05 294
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Terserah apa kata Anda. Kalau suatu saat nanti Anda meninggalkan kehidupan membiara lalu memiliki anak, Anda akan tahu bagaimana rasanya menjadi ayah."

Frater Gabriel tertawa sumbang. "Sangat kecil kemungkinan saya lepas jubah."

Untunglah dia berhadapan dengan Calvin yang penyabar. Anak muda sok idealis itu akan habis jika dibantai Adica yang skeptis.

"Anak saya menyukai Anda," ujar Calvin tenang.

Seulas senyum simpul terukir di bibir Frater Gabriel. Ia tak selemah konfraternya. Sejumlah teman seangkatan Frater Gabriel di Seminari terhenti langkahnya hanya gegara lawan jenis.

"Anda mau mempengaruhi saya?"

"Tidak. Saya hanya ingin membuat Silvi bahagia."

Ketulusan terpancar dalam di mata Calvin. Begitu tulusnya pancaran energi itu hingga Frater Gabriel terhanyut. Namun, tembok imannya terlalu kuat. Kecintaannya pada Santo Fransiskus dari Asisi dan keteguhannya sebagai Saksi Kristus mengalahkan cinta kasih seorang ayah.

Sekumpulan petugas katering muncul. Mereka membawa piring-piring makan. Calvin melesat di antara mereka, menyamar menjadi pembawa piring makan malam.. Sebentar lagi, tibalah acara yang paling ditunggu peserta LKO: candle light dinner.

Frater Gabriel menyuruh para peserta berkumpul. Dari lapangan, mereka akan berjalan ke kelas untuk makan malam bersama. Seluruh penerangan di sekolah dipadamkan. Sebagai gantinya, dinyalakan ratusan lilin. Suasana mencekam karena gelap sekaligus mendebarkan karena gairah.

Mulailah para peserta LKO bermarching band menuju ruang-ruang kelas. Mereka berjalan sambil bernyanyi. Frater Gabriel memandu mereka menyanyikan lagu Gaudeamus Igitur. Entah ide apa yang merasuki kepalanya hingga lagu itu yang dipilih untuk dinyanyikan sebelum candle light dinner.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun