Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

9 September 1997. Novel, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pulanglah Sebelum Aku Tak Bisa Memelukmu Lagi (4)

20 Juni 2019   06:00 Diperbarui: 20 Juni 2019   06:02 0 21 10 Mohon Tunggu...
Pulanglah Sebelum Aku Tak Bisa Memelukmu Lagi (4)
Pixabay.com

Bagian 4

"Pelan-pelan, Ma...ayo coba lagi. Mama pasti bisa." Alea menyemangati, tersenyum sabar.

Anak mana yang tak pilu melihat orang tuanya yang dulu enerjik kini berjalan tertatih? Alea ingat, Mamanya sosok wanita mandiri. Aktif menyuarakan pendapat tentang politik di negeri ini lewat aplikasi sosial media, masih kuat mengambil uang, berbelanja, dan cek darah di laboratorium. Mamanya wanita tangguh dalam usia 83 tahun.


Kini...

Nyonya Adeline harus bergantung pada perawat dan caregiver. Tergerak hati Alea menjadi caregiver untuk sang Mama. Dua hari berturut-turut ia di samping Nyonya Adeline. Duduk sedekat mungkin dengannya, mendengarkan ceritanya, dan merawatnya sepenuh hati.

Pagi kedua kepulangannya ke rumah masa kecil, Alea menyadari sesuatu. Betapa kecelakaan dan operasi cukup berat dihadapi orang seusia ibunya.

"Alea, kenapa dokternya belum datang?" tanya Nyonya Adeline setengah memprotes.

"Dokter sudah datang satu jam yang lalu, Ma. Sekarang Mama makan siang dulu ya." jawab Alea lembut.

Gurat keraguan mengambang di wajah Nyonya Adeline. Tapi ia menurut saat Alea menyuapinya.

"Alea, ada malaikat yang merawat Mama selama di rumah sakit." Nyonya Adeline kembali angkat bicara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
KONTEN MENARIK LAINNYA
x