Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

9 September 1997. Novel, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Dear Malaikat Izrail] Jose Terluka

21 April 2019   06:00 Diperbarui: 21 April 2019   06:05 0 26 14 Mohon Tunggu...
[Dear Malaikat Izrail] Jose Terluka
Pixabay.com

Jose Terluka

Pedih. Mata Jose teramat pedih. Anak itu menutup kedua kelopak matanya rapat-rapat, membiarkan kristal bening jatuh. Biarlah dia di sini. Membenamkan kesedihannya lama-lama di balik birunya air kolam renang.

Tiga puluh kali berenang bolak-balik tak cukup mengembalikan keceriaan Jose. Anak berparas tampan itu dibayangi kesedihan. Luka hatinya perih sekali. Bahkan, saat dibully dengan cara rasis pun, ia tak sesedih ini.

Kata orang, sosok yang dicintai adalah penyebab rasa sakit terparah. Kini Jose membuktikan kata-kata itu. Hatinya terluka dalam. Bukan karena Adi, bukan karena Ms. Erika, bukan pula karena Paman Adica. Tapi...karena Andrio dan Ayah Calvin.

**   

Roda-roda kursi menggelinding di lantai marmer. Pintu berpernis mengilap terayun membuka. Ayah Calvin hendak mendorong kursi roda ke dalam kamar, Andrio menahannya.

"Aku bisa jalan sendiri," katanya tegas.

"Tapi Sayang..."

Andrio menggeleng kuat. Wajahnya pucat, namun tegar. Kedua kakinya ia pijakkan pelan-pelan. Susah payah ia bangkit berdiri. Meraih tangan Ayah Calvin untuk berpegangan.

Refleks Ayah Calvin membantunya. Memapahnya berjalan. Membaringkannya di ranjang king size.

"Jangan pergi, Ayah..." Andrio berbisik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
KONTEN MENARIK LAINNYA
x