Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Novelis

9 September 1997. Novel, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Dear Malaikat Izrail] Rahasia Ayah Calvin

29 Maret 2019   06:00 Diperbarui: 29 Maret 2019   06:08 255 23 15
[Dear Malaikat Izrail] Rahasia Ayah Calvin
Tayeb MEZAHDIA Image  from PixabayImage 

Bab 5

Rahasia Ayah Calvin

Bel pulang berdentang. Anak-anak menghela napas lega. Ms. Erika menepuk meja guru.

"Sekarang, kumpulkan lembar jawaban kalian! Awas, jangan curi-curi buat nyontek!" perintahnya galak.

Mata Ms. Erika berkilat menakutkan. Ia mengawasi Adi dan gengnya yang mencoba menyontek di saat terakhir. Murid lainnya bergegas mengumpulkan kertas jawaban.

Jose, Andrio, Livio, dan Hito menumpuk kertas jawaban mereka di tumpukan teratas. Andrio sudah kembali masuk sekolah. Kabar baiknya, ia terpilih jadi ketua kelas. Jose jadi wakilnya.

"Beri salam!" Andrio mengomando teman-temannya.

Semua anak kompak memberi salam. Setelah Ms. Erika pergi, mereka berlarian keluar kelas. Tak sabar ingin cepat bebas dari siksaan pelajaran Matematika.

"Gimana tadi soal-soalnya menurutmu?" tanya Jose pada ketiga temannya saat mereka berjalan ke gerbang sekolah.

"Terlalu gampang." Livio menyahut angkuh. Disambuti anggukan Andrio dan Hito.

"Aku bisa kerjain soal yang lebih susah dari itu."

Sombongnya, gumam Jose dalam hati. Matematika adalah musuh besarnya. Ia paling benci pelajaran itu. Ayah Calvin harus ekstra sabar mengajarinya di rumah.

Ayah Calvin? Jose tak sabar ingin menghabiskan waktu dengan Ayahnya. Jumat sore ini, dia tak ada latihan basket dan musik. Bukan jadwalnya menulis novel. Ayah Calvin berjanji akan mengajaknya pergi berdua.

Di gerbang sekolah, mobil-mobil jemputan berderet rapi. Andrio, Livio, dan Hito dijemput supir mereka. Jose berjalan ke Limousine super keren milik Ayah Calvin. Senyumnya melebar. Di depan mobil, ia berseru riang.

"Ayah!"

Bukan, ternyata bukan Ayahnya. Paman Revan turun dari mobil. Diraihnya tangan Jose.

"Ayo masuk, Nak. Kita pulang." ajaknya.

"Ayah mana?"

Paman Revan tak menjawab. Terus menuntun Jose masuk mobil. Mereka tak bicara sepanjang perjalanan. Tiba di rumah, Jose bergegas mencari Ayahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4